-Pasaman- Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Sumatera Bagian Tengah 2 (UPP Sumbagteng 2) melaksanakan pengamanan terhadap Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang melintasi wilayah Pasaman hingga Provinsi Riau. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi risiko yang signifikan terhadap potensi risiko alam, khususnya hujan lebat yang dapat merusak infrastruktur vital, guna memastikan keandalan pasokan listrik selama perayaan Idul Fitri.
PLN UPP Sumbagteng 2 mengambil langkah proaktif dengan melakukan patroli intensif, inspeksi teknis, serta pemeliharaan preventif pada tower dan jaringan listrik yang berada di jalur strategis. Pengamanan dilakukan terhadap beberapa tower di jalur transmisi yang terancam longsor akibat curah hujan yang sangat tinggi.
Ancaman longsor ini tidak hanya berpotensi mengganggu sistem ketenagalistrikan di Provinsi Sumatera Barat dan Riau, tetapi juga dapat menghambat perekonomian lokal, terutama dengan terputusnya jalan nasional yang menghubungkan kedua provinsi tersebut. Sebagai respons cepat, tim dari PT PLN (Persero) UIP SBT, UPP SBT 2, UPT Padang, dan ULTG Payakumbuh, bekerja sama dengan PT Eko Jaya Cipta Mandiri (PT EJCM), memulai penanganan berupa pemasangan terpal, cerucuk, dan skur tower. Pekerjaan engineering, termasuk topografi, soil investigation, dan desain DPT, dilakukan dengan cermat untuk memastikan keamanan dan keberlanjutan sistem kelistrikan.
Di jalur SUTT 150 kV Pasaman – Simpang Empat, terdapat dua tower, yaitu Tower 121 dan Tower 122, juga menghadapi ancaman longsor yang dapat menyebabkan keruntuhan tower. Untuk mencegah hal tersebut, PLN melaksanakan pembangunan dinding penahan tanah Tower 122 dan Tower 121.
Longsor ini mengancam sistem ketenagalistrikan yang menghubungkan Gardu Induk (GI) Pasaman dengan GI Simpang Empat, yang tentunya berpotensi mengganggu perekonomian di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, terutama pada pabrik pengolahan sawit dan karet. Mengingat tantangan lokasi yang memiliki curah hujan tinggi dan area jalur yang dilewati hewan liar, tim PLN bersama PT EJCM berhasil mengatasi hambatan-hambatan tersebut melalui kolaborasi yang erat.
Manager PLN UPP Sumbagteng 2, Iwan Arif mengatakan bahwa upaya ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam menjaga keandalan sistem ketenagalistrikan, terutama pada saat beban puncak yang meningkat selama Idul Fitri.
“Kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam menjaga keberlanjutan pasokan listrik, terutama saat masa libur Lebaran yang rawan terhadap ancaman bencana alam. Kami mengimbau seluruh insan ketenagalistrikan untuk tetap waspada dan responsif dalam menghadapi segala tantangan. Keberhasilan pengamanan tower-tower vital ini adalah hasil kerja keras tim yang tidak kenal lelah, serta kolaborasi yang erat antara semua pihak yang terlibat. Kami berkomitmen untuk menjaga keandalan ketenagalistrikan, bukan hanya demi kenyamanan masyarakat, tetapi juga untuk kelancaran perekonomian dan kehidupan sehari-hari”, ujarnya.
“Kami berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan suplai listrik tetap stabil dan aman, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan nyaman tanpa gangguan listrik,” tutup Iwan.
Selain pengamanan fisik, PLN UPP Sumbagteng 2 juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat sekitar untuk mendukung kelancaran pengamanan infrastruktur ketenagalistrikan. Kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan jaringan listrik juga menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan.
Dengan langkah mitigasi yang telah dilakukan, PLN tidak hanya menjaga infrastruktur kelistrikan, tetapi juga berkomitmen untuk memastikan kelancaran ekonomi dan kehidupan masyarakat selama masa libur Lebaran.
PLN berharap dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selama momen Idul Fitri 1446 H, serta meminimalkan potensi gangguan yang dapat berdampak pada kenyamanan pelanggan.






