METRO PADANG

Komunitas Seni Nan Tumpah Gelar Taklimat Peluncuran Pekan Nan Tumpah

0
×

Komunitas Seni Nan Tumpah Gelar Taklimat Peluncuran Pekan Nan Tumpah

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA— Komunitas Seni Nan Tumpah menggelar Taklimat Peluncuran Pekan Nan Tumpah dan Buka Puasa Bersama Pewarta Media Massa di Ruangtemu Nan Tumpah, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Padangpariaman, Minggu (23/3).

PADANG, METRO–Komunitas Seni Nan Tumpah menggelar acara Taklimat Pelun­curan Pekan Nan Tumpah dan Buka Puasa Bersama Pewarta Media Massa di Ruangtemu Nan Tumpah, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupate Padangpariaman, Minggu (23/3).

Direktur Pekan Nan Tumpah, Mahatma Muhammad menga­takan bahwa komunitas Seni Nan Tumpah akan melaksanakan festival seni dwi tahunan yang akan diselenggarakan pa­da 6-12 Juli tahun ini yang bertajuk “Pekan Nan Tum­pah” di Fabriek Padang.

Katanya, di tahun ini akan akan dihiasi dengan berbagai program prafestival seperti Nan Tumpah Masuk Sekolah, Ke Rumah Nan Tumpah, Diskusi Kelompok Terpumpun, dan peluncuran Pekan Nan Tum­pah 2025.

Baca Juga  Pasien Corona di RSUD Rasidin Kota Padang Terus Berkurang, Tinggal 11 Orang yang Dirawat

“Alhamdulillah di tahun ke-7 ini mendapat dukungan dari teman-teman komunitas lain, di tahun ini juga festival ini di lirik dan mendapatkan dukungan dari platform Indonesiana dan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia,” katanya.

Dijelaskannya, meski sempat vakum akibat pandemi Covid-19, Komunitas Seni Nan Tumpah tetap eksis dan menghasilkan regenerasi baru yang lahir dari lingkungan masya­rakat setempat.

Pada festival kali ini, akan ada penampilan ka­rya dari tradisi, pelajar, mahasiswa dan para seniman baik rupa, visual maupun kontemporer yang ada sekitar 14 slot.

Pekan Nan Tumpah ta­hun ini menurutnya akan diusahakan lebih inklusif lagi dengan rangkaian keberagaman yang selama ini menjadi konsentrasi Komunitas Seni Nan Tumpah.

Baca Juga  Andre: Ambil Sembakonya, tetap Pilih Prabowo

Dijelaskannya, festival ini lahir pada tahun 2011 lalu, dari keinginannya bersama rekan-rekan seperjuangannya untuk membuat sebuah festival sendiri yang tidak di kekang oleh peraturan yang mengikat dari pihak luar.

Sejak berdirinya tahun 2011 lalu Komunitas Seni Nan Tumpah memiliki 80-an anggota dan tercatat menjadi salah satu komunitas Seni paling ramai di taman budaya untuk mengisi aktivitas disana.

“Dengan semakin ramainya anggota, menye­bab­kan tidak tertampungnya hasil karya-karya ka­rena semuanya ingin tam­pil, maka dari itu kita bikin sebuah festival yang menampilkan seluruh pertunjukan yang ingin diakomodir teman-teman Nan Tumpah,” tutupnya. (brm)