BERITA UTAMA

Sa’id Bin Zaid, Sahabat Nabi Muhammad yang Doanya Mustajab

1
×

Sa’id Bin Zaid, Sahabat Nabi Muhammad yang Doanya Mustajab

Sebarkan artikel ini

NABI Muhammad SAW teladan bagi umat Islam yang dijadikan panutan atas segala aspek kehidupan. Berkat perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat agama Islam menyebar luas di dunia. Sahabat nabi adalah orang-orang yang kerap berkumpul dengan nabi Muhammad SAW.

Sahabat nabi tidak terbatas jumlahnya. Beberapa di antaranya populer dengan kehebatan kisahnya, seperti Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, atau Utsman bin Affan. Namun kisah sahabat Rasulullah yang lainnya tidak kalah menarik untuk dibahas.

Apakah kamu mengenal Sa’id bin Zaid? Sahabat Rasulullah SAW ini memiliki kisah hebat dalam menjunjung agama Islam. Sa’id bin Zaid adalah salah satu dari sepuluh orang sahabat Nabi yang dijamin masuk surga dan dikenal memiliki keutamaan karena doanya yang mudah dikabulkan. Ia mendapatkan julukan Abul A’war.

Nama lengkapnya adalah adalah Sa’id bin Zaid bin Amr bin Nufail ‘Abdul ‘Uzza bin Rayyah bin ‘Abdillah bin Qurth bin Razah bin Adi bin Ka’ab bin Lu’ay, Al-Qurasyi Al-Adawi.

Ia lahir di Mekah 22 tahun sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah dan berasal dari suku Quraisy. Sa’id masuk Islam melalui dakwah Abu Bakar ash-Shiddiq.

Ibunya bernama Fathimah binti Ba’jah Al-Khuzaiyah. Sementara ayahnya, bernama Zaid bin Amr. Sa’id menikahi Fatimah binti Khattab, adik Umar bin Khattab. Dan Umar bin Khattab menikahi saudara perempuan Sa’id, Atikah binti Zaid.

Zaid bin Amr, ayah Sa’id, memperoleh petunjuk untuk beriman kepada Allah SWT. Meskipun Zaid bin Amr hidup sebelum kedatangan agama Islam, ia tidak pernah menyembah berhala dan menyembelih hewan untuk berhala. Ia memperoleh siksaan dan perlawanan dari Khattab bin Amr (pamannya), tetapi tetap berpegang teguh kepada agama Ibrahim AS.

Keislaman Said bin Za’id tidak terlepas dari doa ayahnya. Di suatu perjalanan, Zaid bin Amr diserang oleh sekelompok perampok. Sebelum mengembuskan nafas terakhir, ia berdo’a kepada Allah. “Ya Allah, jika Engkau menghalangiku dari kebaikan ini, janganlah Engkau menghalanginya dari anakku, Sa’id,” ucapnya.

Baca Juga  Kelelahan, Pesepeda Meninggal di JalanTempuh Rute Batusangkar-Bukittinggi

Doanya terkabul, Sa’id bin Zaid termasuk sahabat nabi yang pertama kali masuk Islam atau dikenal dengan julukan assabiqunal awwalun. Ibn Hisyam menuliskan catatan sejarah bahwa jumlah orang yang pertama memeluk Islam lebih dari 40 orang.

Saat di Makkah, Sa’id bin Zaid mengetahui bahwa Rasulullah SAW diutus menyebarkan agama Islam. Ia dan istrinya, Fatimah binti Khattab, bergegas menemui Nabi Muhammad SAW dan menyatakan keimanannya. Keduanya memeluk Islam pada awal kemunculan agama Islam, sebelum Rasulullah SAW berdakwah di rumah Al-Arqam bin Abu Al-Arqam (Daarul Arqam).

Siapa yang tidak ingin masuk surga? Kita semua berlomba-lomba memupuk amal kebaikan untuk perbekalan di akhirat. Nabi Muhammad SAW secara terang-terangan menyebutkan 10 sahabat yang dipastikan menjadi penghuni surga. Salah satunya Sa’id bin Zaid yang disebutkan dalam hadist.

Diriwayatkan dari Sa’id bin Zain bin Amr bin Nufail, Rasulullah SAW bersabda, “Ada sepuluh orang dari kaum Quraisy yang akan berada di surga. Aku di surga, Abu Bakar di surga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di surga, az-Zubair di surga, Thalhah di surga, Abdurrahman bin Auf di surga, Sa’d bin Abi Waqash di surga,” Sa’id pun berhenti sejenak, hingga para sahabat yang menyimak bertanya, “Siapa yang kesepuluhnya?” Sa’id pun menjawab, “Aku.” (Lihat: Musnad al-Humaidi, [Damaskus: Darus-Saqa], 1996, juz I, hal. 197).

Sa’id bin Zaid aktif mengikuti peperangan dan membebaskan wilayah yang dikuasai musuh Islam. Ia adalah saksi semua peperangan bersama Rasulullah SAW. Namun, Sa’id bin Zaid tidak mengikuti perang badar karena tugas penting dari rasul. Ia diutus menyelidiki jumlah kaum musyrikin bersama Thalhah bin Ubaidillah ke Syam.

Rasulullah SAW menyebutkan ada sepuluh orang sahabatnya yang paling utama. Mereka semua, termasuk Sa’id bin Zaid dijamin masuk surga sejak masih hidup di dunia.

Baca Juga  Kejar Target Rp1 Triliun, Dipenda Padang Bentuk Super Team

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: Dari Abdurrahman bin Auf, Rasulullah SAW bersabda, “Abu Bakar di surga. Umar di surga. Utsman di surga. Ali di surga. Thalhah (bin Ubaidillah) di surga. Az-Zubair (bin al-Awwam) di surga. Abdurrahman bin Auf di surga. Saad (bin Abi Waqqash) di surga. Said (bin Zaid) di surga. Dan Abu Ubaidah bin al-Jarrah di surga.” (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi).

Keutamaan Said bin Zaid adalah memiliki doa yang mustajab. Hal ini menunjukkan kedekatannya dengan Allah SWT.

Suatu ketika, ia difitnah oleh seorang wanita yang menuduhnya mengambil tanah. Sa’id merasa sangat terluka dan berdoa untuk wanita tersebut: Artinya: “Ya Allah, kalau dia dusta, buatlah matanya buta. Dan jadikanlah tempat wafatnya, tanahnya sendiri.”

Selang beberapa hari, wanita tersebut mengalami kebutaan. Ia meraba-raba dinding ketika berjalan. Wanita itu berkata, “Aku telah tertimpa musibah dengan sebab doanya Said bin Zaid.”

Saat ia berjalan di tanahnya, ia melewati sumur dan terjatuh di dalamnya. Di sanalah kuburan wanita yang telah memfitnah Sa’id.

Selain turut serta dalam berbagai peperangan kecuali Perang Badar, Sa’id bin Zaid juga meriwayatkan hadis, meskipun jumlahnya tidak banyak sekitar 48 hadis.

Dari kisah Sa’id bin Zaid, kita bisa mengambil banyak pelajaran berharga tentang keimanan, keteguhan, dan ketawakalannya kepada Allah SWT. Meskipun tidak sepopuler sahabat-sahabat lain, keutamaan Sa’id terletak pada kesederhanaan dan kesetiaannya dalam membela Islam sejak awal. Dia tidak hanya dikenal sebagai sosok yang berani di medan perang, tetapi juga sebagai orang yang dekat dengan Allah hingga doanya mudah dikabulkan. Kisah doanya terhadap wanita yang memfitnahnya mengajarkan bahwa kezaliman akan berbalik kepada pelakunya dan bahwa orang yang teraniaya selalu dilindungi oleh Allah SWT. (***)