PAYAKUMBUH, METRO —Hanya berselang beberapa pekan pascakebakaran gudang di jorong Koto Nagari Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, kebakaran kembali terjadi menjelang sahur di Kota Payakumbuh.
Peristiwa kebakaran terjadi pada Minggu (23/3) sekitar pukul 02.00 Wib di areal SPBU Parik, Kelurahan Napar, Kecamatan Payakumbuh Utara. Satu unit truk tangki pengangkut BBM yang sedang mengisi di SPBU tersebut tiba-tiba saja terbakar dan api nyaris meratakan SPBU tersebut.
Raungan kendaraan Pemadam kebakaran terdengar memecah kesunyian malam saat sebagian masyarakat terlelap tidur. Berdasarkan video yang beredar di berbagai media sosial, terlihat api di truk tersebut sudah membesar. Sejumlah orang yang berada di SPBU berupaya memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
“Info yang kami terima, satu unit truk BBM terbakar diareal SPBU Simpang Parik, Kota Payakumbuh, Minggu (23/3( sekitar pukul 01.55 Wib. Saat ini tim Damkar sudah berada dilokasi untuk melakukan upaya pemadaman api,” tulis Caption di Postingan Akun Media Sosial, Payakumbuhkini.
Sementara Kasat Pol-PP dan Damkar Kota Payakumbuh melalui Kasiop Damkar, Eci saat dihubungi menyebutkan bahwa peristiwa kebakaran terjadi di SPBU Parik Kelurahan Napar, Kecamatan Payakumbuh Utara, Peristiwa itu terjadi akibat ketika truk tangki pengangkut BBM melakukan pemindahan BBM di SPBU tersebut.
“Saksi yang melihat api kemudian melaporkan/menghubungi Pemadam Kebakaran Kota Payakumbuh. Objek kejadian atau yang terbakar di SPBU Parik Muko Aia. Penyebabnya pengisian BBM Tangki Truk. Saksi yang melihat kejadian menghubungi Pemadam Kebakaran Kota Payakumbuh,” ucapnya lewat pesan WhatsApp.
Lebih lanjut Eci menjelaskan, akibat peristiwa itu, satu unit truk tangki terbakar. Untuk memadamkan api, selain Mobil Pemadam dari Kota Payakumbuh, juga ikut membantu dari Kabupaten Limapuluh Kota.
“Terkait penyebab kebakaran itu, kita serahkan penyelidikannya kepada pihak Kepolisian. Namun kami tetap mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap hal-hal yang bisa memicu kebakaran,” tutupnya. (uus)






