BERITA UTAMA

Mayat Mr X Mengambang di Batang Sinamar, Dompetnya Berisi Foto, Katru Brizzi dan Uang Rp 5 Ribu, Jasadnya Mulai Membusuk, Diduga Tiga Hari Hanyut 

1
×

Mayat Mr X Mengambang di Batang Sinamar, Dompetnya Berisi Foto, Katru Brizzi dan Uang Rp 5 Ribu, Jasadnya Mulai Membusuk, Diduga Tiga Hari Hanyut 

Sebarkan artikel ini
MAYAT— Tim SAR gabungan mengevakuasi mayat yang ditemukan mengambang di aliran Sungai Batang Sinamar, Kabupaten Limapuluh Kota.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Masyarakat Jorong Bukik Gombak Situak, Nagari Mungo, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota, dikejutkan dengan adanya penemuan mayat laki-laki tanpa identitas yang mengambang di Sungai Batang Sinamar,  Minggu (23/3).

Saat ditemukan, kondisi mayat sudah mengalami pembusukan dan kuat dugaan mayat tersebut sudah meninggal sejak beberapa hari yang lalu. Sementara, pada saku cela­nanya ditemukan dompet yang berisi uang Rp 5 ribu, foto dan kartu BRI Brizzi.

Tak berselang lama pas­capenemuan itu, Tim SAR gabungan datang ke lokasi untuk mengevakuasi mayat tanpa identitas tersebut dari aliran sungai. Setelah itu, mayat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adnaan WD Payakumbuh untuk dilakukan visum dan identifikasi.

Kapolres Payakumbuh, AKBP Ricky Ricardo melalui Kapolsek Luhak, Iptu Isral Riandi Pratama me­nyebutkan mayat yang mengambang di Sungai Batang sinamar  pertama kali ditemukan oleh seorang warga hendak pergi ke ladangnya.

“Pada hari Minggu, (23/3) sekitar pukul 07.30 WIB, ke­terangan dari saksi Encon dipanggil oleh saksi lain­nya yakni Atmiros bahwa ada mayat yang tersang­­kut di tumpukan pohon bambu yang tumbang di Sungai Batang Sinamar,” sebut Kapolsek Luhak, Iptu Isral Riandi Pratama, kepada wartawan,  Minggu (23/3).

Iptu Isral menambahkan, saksi Encon yang men­dapat kabar adanya penemuan mayat, langsung men­datangi lokasi untuk mengeceknya. Setelah dipastikan adanya ma­yat, saksi Encon kemudian melaporkan penemuan mayat itu ke Polsek.

“Setelah menerima laporan dari warga, pihak Polsek Luhak bersama Tim Inafis Polres Payakumbuh, piket KA SPK Polres Payakumbuh, Unit Intel Polres Payakumbuh, dan personel Reskrim Polres Payakumbuh segera mendatangi lokasi kejadian,” ujar dia.

Ditambahkan Iptu Isral, turut hadir di lokasi, Kanit Reskrim Polsek Luhak, Kanit Intel Polsek Luhak, Ka SPK Polsek Luhak, Bhabinkamtibmas Nagari Mungo, Babinsa Nagari Mungo, petugas Puskesmas Mungo, dan tim Basarnas Kabupaten Limapuluh Kota untuk melakukan eva­kuasi mayat tersebut.

“Hingga saat ini, identitas korban belum diketa­hui. Pihak kepolisian ma­sih me­la­kukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas korban dan pe­nyebab kematiannya. Korban dibawa ke RSUD Adnan WD Payakumbuh untuk dilakukan Autopsi. Sampai sekarang, keluarga korban belum ada yang datang,” jelas Iptu Isral.

Iptu Isral menuturkan, dilihat dari kasat mata, kata Isral mayat tanpa identitas tersebut terlihat telah mulai hancur dimakan air. Berkemunkinan, mayat tersebut sudah hanyut sekitar tiga hari. Untuk itu, ia mengimbau kepada ma­syarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera menghubungi Polsek Luhak atau Polres Payakumbuh.

“Dari informasi yang kami kumpulkan dari Wali Nagari yang sepanjang aliran Sungai Batang Sinamar akan penemuan mayat untuk sementara tidak ada kehilangan warganya. Informasi sekecil apapun dari masyarakat dapat membantu proses identifikasi korban,” ucapnya.

Terpisah, Danpos Sar Lima Puluh Kota (Basarnas), Roni Nur, mengatakan mayat pertama kali di­temukan oleh masyarakat, kemudian war­ga melaporkannya ke pihak Jorong dan Nagari, kemudian baru diteruskan ke pihak BPBD dan Basarnas.

“Selanjutnya, tim ga­bungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri langsung melakukan eva­kuasi mayat tersebut. Kami menemukan korban dengan jenis kelamin laki-laki tanpa adanya identitas,” ujarnya.

Kemudian, kata Roni, setelah dievakuasi dari aliran sungai, mayat tersebut langsung dibawa ke RS Adnan WD Payakumbuh untuk dilakukan identifikasi. Roni memperkirakan mayat tersebut sudah selama dua hingga tiga hari sudah berada di aliran sungai.

“Diperkirakan dua sampai tiga hari berada di sungai dengan melihat kondisi saat ini. Untuk proses selanjutnya kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut. Kami mengimbau masya­rakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk mengecek ke pihak kepolisian atau ke pihak rumah sakit,” tutup dia. (uus)