PDG. PARIAMAN, METRO–Kebakaran besar melanda Pasar Sungai Limau, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Minggu dinihari (23/3). Setidaknya sembilan unit kios ludes terbakar dalam musibah itu dan diperkirakan kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp1 miliar.
Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Padang Pariaman, Rifki Monrizal, mengatakan kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 01.58 WIB. Tim pemadam yang berada paling dekat langsung bergerak cepat dan tiba di lokasi sekitar satu menit kemudian.“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.55 WIB oleh tim gabungan dari Padangpariaman, Kota Pariaman, dan Kabupaten Agam,” kata Rifki ketika dikonfirmasi wartwaan.
Rifki menyebut, api pertama kali terlihat di atap salah satu toko bagian depan pasar. Seorang saksi mata yang melihat kobaran api langsung melapor ke posko pemadam kebakaran terdekat.
“Bangunan yang terbakar merupakan toko-toko milik pedagang dengan berbagai jenis usaha, mulai dari alat tulis, pakaian, emas, hingga jasa potong rambut. Total ada sembilan toko yang terbakar. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan proses pemadaman berlangsung aman dan terkendali,” jelas Rifki.
Rifki menjelaskan, masing-masing, toko milik Sarni (58), pedagang kelontong, Anton (40) usaha penjualan alat-alat tulis kantor, Ad (46) toko pakaian, Pen (60) usaha toko emas, Upik Ambo (59) pedagang PND, Hendrik (30) toko PND, Indra (49) toko minuman, Ar (65) usaha pendai besi dan Ramli (58) usaha potong rambut.
“Pagi ini aktivitas tetap berlangsung seperti biasa, hanya area yang terbakar yang ditutup dengan police line. Itu bertujuan untuk mengungkap penyebab kebakaran,” sambung Rifki.
Wadanru Regu B Damkar Sungai Limau, Isral Nedi yang bertugas malam itu bercerita bahwa pada pukul 02.00 WIB, masyarakat yang melintasi jalan raya di Pasar Sungai Limau melihat api membakar atap bangunan. Lalu, ia melaporkan kepada Damkar Sungai Limau.
“1 menit, kami sampai di lokasi. Karena kantor Damkar Sungai Limau dekat dengan lokasi kejadian. Proses pemadaman dilakukan dengan mengerahkan 5 armada. Kami bekerja semaksimal mungkin sehingga api berhasil dijinakkan dengan cepat sebelum menghanguskan bangunan di seluruh Pasar Sungai Limau,” ujar dia.
Terkait penyebab kebakaran, Isral Nedi menyebut sudah diselidiki oleh pihak kepolisian. Sedangkan untuk pemilik sendiri sudah diberitahu saat informasi diterima pihaknya. Beberapa pedagang sebelum kebakaran terjadi, juga masih berada di lokasi. Namun setelah mereka pulang ke rumah, barulah saksi mata melaporkan ada kebakaran di Pasar Sungai Limau.
“Api berpusat di bagian loteng kedai sembako dan menyebar ke bangunan lain. Kebanyakan dinding kedai dari triplek. Dinding kedai yang dari papan, masih bisa bertahan. Karena api lebih banyak menghanguskan di bagian loteng,” tutup dia. (ozi)






