Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Padangpanjang, Jerniaty, memimpin Tim Safari Ramadhan (TSR) VI Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang dalam kunjungan ke Masjid Nurul Hidayah, Kelurahan Koto Panjang, Padangpanjang Timur, pada Kamis (20/3). Dalam kunjungan ini, Kajari menyerahkan bantuan sebesar Rp 30 juta, yang diterima langsung oleh pengurus dan jamaah masjid.
Dalam sambutannya, Jerniaty memaparkan sejumlah program prioritas Pemko Padangpanjang, baik yang telah berjalan maupun yang mengalami penundaan di tahun 2025. Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan pengelolaan keuangan daerah.
Jerniaty menyebutkan bahwa tahun 2025 menjadi tahun penuh tantangan, terutama dalam efisiensi anggaran daerah, sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD. Oleh karena itu, pemerintah akan memprioritaskan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Beberapa program unggulan Pemko Padangpanjang yang tetap berjalan antara lain, Beasiswa bagi siswa miskin dan berprestasi, termasuk beasiswa santri dan calon ulama untuk menempuh pendidikan di luar negeri, Program Jaminan Kesehatan dan Dokter Umat untuk memastikan akses layanan kesehatan yang layak bagi seluruh masyarakat.
Program Bedah Rumah bagi warga kurang mampu agar memiliki tempat tinggal yang lebih layak, Rumah Wirausaha dan bantuan peralatan usaha untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, Peduli lansia dan penyandang disabilitas, serta revitalisasi sarana permukiman dan pasar guna menggerakkan ekonomi lokal, Pembangunan Gedung Instalasi Diagnostik Terpadu di RSUD Padangpanjang untuk meningkatkan layanan kesehatan.
Selain program pembangunan, Pemko Padangpanjang juga menekankan pentingnya penguatan peran masjid dan mushalla dalam membangun masyarakat.
Beberapa program yang akan terus digalakkan meliputi, Gerakan Magrib Mengaji, mengajak masyarakat mengisi waktu antara Maghrib dan Isya dengan mengaji, Pejuang Subuh, mendorong jamaah untuk meramaikan shalat Subuh berjamaah di masjid dan mushalla, Peningkatan Syiar Islam melalui Tabligh Akbar, dengan menghadirkan ulama dan tokoh agama untuk memberikan ceramah keagamaan.
Terkait rencana pembangunan skala besar, Jerniaty menjelaskan bahwa beberapa proyek yang membutuhkan anggaran besar akan ditunda sementara. Pemko Padangpanjang sedang mencari alternatif pendanaan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), hibah pemerintah pusat, atau kerja sama dengan pihak swasta.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program-program Pemko tidak bisa terwujud tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban, serta aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketentraman dan persatuan, menghindari perpecahan yang dapat menghambat pembangunan, serta menghidupkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari sesuai falsafah ‘Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah’,” tutup Jerniaty. (rmd)






