BERITA UTAMA

TMMD ke-123 di Agam Resmi Ditutup, Berkat Sinergi, Program Berhasil Rampung 100 Persen

0
×

TMMD ke-123 di Agam Resmi Ditutup, Berkat Sinergi, Program Berhasil Rampung 100 Persen

Sebarkan artikel ini
Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Mahfud SE.M.Si memukul gong menandai penutupan TMMD ke-123 di Agam,

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 di Kabupaten Agam resmi ditutup, Kamis (20/3).  Semua program rampung 100 persen berkat kerja sama dan sinergi yang baik antara TNI, pemerintah dan masyarakat.

Penutupan TMMD ke-123 di lapangan Kantin Kodim 0304/Agam dipimpin Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Mahfud SE.M.­Si dan dihadiri Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansha­rullah diwakili Asisten I Setdaprov Sumbar Ahmad Zakri, Wakil Bupati Agam, M Iqbal, perwakilan Wali Kota Bukittinggi, Ka­polresta Bukittinggi, Kajari Agam, Kasi Kasrem 032­Wi­rabraja.

Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Mahfud S.E., M.Si membacakan sambutan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Rio Firdianto mengungkapkan, da­lam program TMMD ini, TNI berupaya memper­kuat hubungan dengan masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menjelaskan, kegiatan TMMD ini bertujuan memberikan dampak positif langsung kepada ma­sya­rakat. Sasaran yang ditentukan dalam program ini dipilih dengan cermat dan disesuaikan kebutuhan prioritas masyarakat sebagai penerima manfaat utama.

Program TMMD ke-123 te­lah berjalan satu bulan pe­nuh dan melibatkan enam­ satuan tugas (Satgas) di seluruh jajaran Kodam I/Bukit Barisan. Kegiatan ini dimulai dengan pra-TMMD guna memastikan semua sasaran tercapai tepat waktu dan sesuai target. “Lebih dari sekadar pembangunan fi­sik, TMMD ke-123 juga fokus pada pembangunan non-fisik, serta beberapa program unggulan dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad),” jelasnya.

Baca Juga  Tabrak Lari Tewaskan Pemotor Wanita, Pelaku Diburu Polisi

Semua upaya tersebut bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat ketahanan sosial, ekonomi dan lingkungan. “Terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memberikan kepercayaan kepada TNI mempercepat pembangunan di wilayah ini. Sinergi yang terjalin antara TNI, pemerintah dan ma­sya­rakat menjadi kunci keberhasilan mewujudkan pembangunan nasional,” ucapnya.

Apresiasi juga disampaikan kepada masya­rakat dan prajurit Satgas TMMD yang telah bekerja tanpa mengenal lelah. Semangat gotong-royong yang tercipta, bukti nyata dengan kebersamaan dapat mengatasi tantangan mencapai kemajuan bersama.

“Harapan saya, ke de­pan, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh komponen ma­sya­rakat dapat ditingkatkan. Mari kita bersama-sama menghadapi dan mengatasi tantangan di masa depan, demi tercapainya kesejahteraan ma­syara­kat dan kemajuan bangsa. Pembangunan berkelanjutan memerlukan peran serta semua pihak,” ha­rap­nya.

Asisten I Setdaprov Sumbar Ahmad Zakri me­nga­takan, ke depan, sinergi antara pemerintah daerah dengan TNI diharapkan terus berlanjut. “Dengan berakhirnya TMMD ke-123 ini, semoga seluruh hasil pembangunan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, serta semakin mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat dalam membangun daerah,” tutupnya.

Baca Juga  Cegah Peredaran dan Penyelundupan Narkoba, Polda Sumbar Kerahkan Anjing Pelacak di BIM

Wakil Bupati Agam, M. Iqbal mengucapkan terimakasih atas sinergitas yang terjalin antara TNI dan pemerintah dalam pelaksanaan porgram TMMD­ ini. Menurutnya, TMMD kali ini terasa sangat istimewa karena dilaksanakan bertepatan dengan Bulan Suci Ramadan. “Kita berharap sinergitas ini semoga dapat dirasakan langsung oleh masya­rakat kita,” harapnya.

Kabid Kerja Sama dan Pembangunan Kawasan Perdesaan (KPKP) Dinas PMD Sumbar, Vera Irawati mengatakan, capaian program TMMD di Agam sudah mencapai 100 persen. Untuk sasaran kegiatan pembangunan fisik yang telah dilaksanakan, pembukaan jalan sepanjang 2. 800 meter dengan lebar 9 meter, menghu­bungkan Jorong Koto Hilalang hingga Pahambatan.

Juga ada rehabilitasi 5 unit rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan fasilitas air bersih (TMAB/Pipanisasi), rehabilitasi 1 unit musala dan 1 unit MCK. Juga ada program ketahanan pangan seluas 2 hektare, penanaman 200 batang pohon. Juga ada penanganan stunting dengan distribusi 100 paket makanan bergizi, pembersihan sungai dan pasar.

Selain pembangunan fisik, TMMD juga menyelenggarakan program non fisik, seperti, penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan, penyuluhan pertanian, peternakan, dan lingkungan hidup, penyuluhan hukum, keamanan, serta bahaya narkoba, penyuluhan kesehatan, KB, stunting, dan Posyan­du.­(**)