OLAHRAGA

AS Roma 1 vs 4 Napoli, Torehan Buruk Serigala

1
×

AS Roma 1 vs 4 Napoli, Torehan Buruk Serigala

Sebarkan artikel ini

Alih-alih memangkas jarak dengan penghuni peringkat empat, AC Milan, AS Roma justru harus merosot ke posisi enam setelah kalah atas Napoli di pekan ke-29 Serie A, Minggu (31/3) malam. Bahkan tim asuhan Claudio Ranieri itu tumbang dengan skor telak 1-4.
AS Roma menciptakan sejumlah torehan buruk. Menyusul kekalahan telak 1-4 yang diderita di tangan Napoli dalam lanjutan Liga Italia.
Milik sudah membuat Napoli unggul saat pertandingan baru berjalan dua menit. Namun Giallorossi masih sempat memberikan perlawanan dengan gol Diego Perotti dari titik putih jelang wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya babak pertama.
Mimpi buruk lalu menghampiri Roma di babak kedua. Secara bergantian, tiga pemain Napoli berhasil menjebol gawang yang dikawal oleh Robin Olsen. Alhasil, pertandingan itu pun berakhir dengan skor telak 1-4
Kekalahan ini melahirkan statistik-statistik buruk bagi Roma. Menurut catatan Opta, hasil tersebut menandai dua kekalahan beruntun pertama Edin Dzeko cs di ajang Serie A untuk pertama kalinya sejak Oktober 2014. Sebelum jeda internasional, Roma dipermalukan SPAL 1-2.
Selain itu, Roma untuk pertama kalinya sejak Oktober 2014, kebobolan paling tidak empat gol di kandang sendiri di seluruh kompetisi. Kekalahan ini turut menjadi yang kedelapan di Serie A musim ini, yang terburuk sejak musim 2012/13 ketika menderita 12 kekalahan.
Dengan demikian Roma melorot ke peringkat enam klasemen sementara usai mengoleksi 47 poin hasil 29 pertandingan. Pasukan Claudio Ranieri ini tertinggal satu poin dari Atalanta (5), dan empat poin dari AC Milan di posisi empat.
Ranieri baru menghasilkan satu kemenangan mengalahkan Empoli 2-1 dalam tiga pertandingan usai menggantikan Eusebio Di Francesco, yang dipecat.
”Melihat dari luar, Anda mendapatkan beberapa ide,” ucap pemilik julukan the Tinkerman itu.
”Berbeda dari dalam, tapi kami masih mencoba memperbaiki apa yang bisa. Tim ini punya kualitas, tapi ketika Anda menderita beberapa kekalahan dan kesulitan bangkit, atau para pemain seperti Daniele de Rossi, Kostas Manolas, Aleksandar Kolarov, dan Edin Dzeko tidak dalam kondisi 100 persen, kami melakukan apa yang kami bisa. Sayang sekali itulah situasinya,” pungkasnya. (*/ren)