METRO SUMBAR

Salim Muhaimin: Pesantren Ramadhan Wadah Pembentukan Karakter dan Penguatan Nilai Keagamaan

1
×

Salim Muhaimin: Pesantren Ramadhan Wadah Pembentukan Karakter dan Penguatan Nilai Keagamaan

Sebarkan artikel ini

PESSEL, METRO— Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesisir Selatan menyelenggarakan Pesantren Ramadhan 2025 sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan serta membentuk karakter peserta didik.

Kepala Disdikbud Pesisir Selatan, Salim Muhaimin, S.Pd, M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan siswa SD dan SMP se-Kabupaten Pesisir Selatan. Kegiatan berlangsung di mushola dan masjid yang berada di sekitar tempat tinggal masing-masing siswa.

“Pesantren Ramadhan kali ini mengusung konsep kolaborasi antara SD dan SMP di seluruh Kabupaten Pesisir Selatan. Para siswa akan mengikuti kegiatan di tempat ibadah yang berada di sekitar domisili mereka,” ujar Salim dalam program Sahabat Langkisau FM, Rabu (18/3/2025), didampingi Kabid Sekolah Dasar Disdikbud, Lendra S, Pd.

Pesantren Ramadhan ini dimulai pada 16 Maret dan akan berlangsung hingga 20 Maret 2025. Acara pembukaan telah dilakukan oleh Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni. Salim menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan para guru untuk ikut serta sebagai pembimbing di lokasi-lokasi pelaksanaan pesantren.

Pesantren Ramadhan ini mengajarkan berbagai aspek keagamaan kepada siswa, seperti tata cara shalat yang benar, wudhu yang sesuai tuntunan, shalat jenazah, serta keterampilan menyampaikan ceramah agama.

“Seperti yang disampaikan Bupati Hendrajoni, Pesantren Ramadhan menjadi wadah untuk membentuk karakter, meningkatkan literasi, dan melatih kepemimpinan siswa. Program ini juga selaras dengan kebijakan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” jelas Salim.

Selain itu, para peserta juga akan dinilai oleh para guru selama kegiatan berlangsung. Sebagai bentuk apresiasi, siswa yang mengikuti Pesantren Ramadhan hingga selesai akan diberikan sertifikat.

Lebih lanjut, Salim menekankan pentingnya peran orang tua dan pihak sekolah dalam mengawal perkembangan anak, baik di rumah maupun di sekolah.

“Pesantren Ramadhan juga berfungsi sebagai wadah untuk meminimalisir kenakalan remaja, seperti balap liar, tawuran, dan perilaku negatif lainnya yang dapat merugikan diri sendiri serta orang lain,” pungkasnya.

Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman agama bagi siswa, tetapi juga membawa perubahan positif dalam sikap dan perilaku mereka setelah Ramadhan berakhir. (rio)