BERITA UTAMA

Ramadhan Momen Memperkuat Ketakwaan kepada Allah

0
×

Ramadhan Momen Memperkuat Ketakwaan kepada Allah

Sebarkan artikel ini
Kompol H Syafrizen SH (Kasubdit Bhabinkamtibmas Dit Binmas Polda Sumbar)

OLEH: Kompol H Syafrizen SH (Kasubdit Bhabinkamtibmas Dit Binmas Polda Sumbar)

ALHAMDULILLAH, kita semua bersyukur atas rahmat dan hidayah Allah SWT yang telah me­mudahkan kita untuk kembali menyambut bulan suci Ramadhan.  Marilah kita bersama-sama merenung, ber­syukur, dan mem­per­banyak amal ibadah di bulan penuh berkah ini.

Ramadhan bukan hanya sekadar bulan berpuasa, tetapi juga merupakan bulan pe­nuh keberkahan, am­punan, dan peluang untuk memperbaiki di­ri. Allah Swt. berfirman dalam Alquran, surah Albaqarah ayat 183: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Bulan Ramadhan ada­lah momen untuk merenungkan dan memperkuat ketakwaan kita kepada Allah. Puasa tidak hanya sebatas menahan lapar dan haus, tetapi juga menuntun kita untuk mengendalikan hawa nafsu dan meningkatkan kesadaran spiritual. Melalui ibadah puasa, kita dapat belajar bersabar, bersyukur, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Di dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Jika datang bulan Ramadhan, pintu-pintu sur­ga terbuka, pintu-pintu neraka tertutup, dan setan-setan dibelenggu.”

Dalam suasana yang penuh rahmat ini, marilah kita manfaatkan setiap kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan-Nya, dan meraih pahala yang berlipat ganda. Berbuat baik kepada sesama, berbagi rezeki, dan memperbaiki diri harus menjadi bagian integral dari ibadah kita di bulan Ramadhan ini.

Semoga kita semua dapat menjalani bulan Ramadhan dengan penuh kesadaran, kesyukuran, dan keikhlasan dalam beri­badah. Mari kita jadikan bulan yang penuh berkah ini sebagai momentum untuk bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amin.

Bulan Ramadhan 1446 H kini telah memasuki 10 hari yang kedua atau dikenal dengan fase ampunan atau Maghfiroh. Hal tersebut dijelaskan dalam hadist riwayat Rasullullah SAW :”Awal Bulan Rama­dan ada­lah Rahmat, per­tenga­han­nya adalah ampunan, sedangkan akhirnya adalah terbebas dari api neraka. “ (HR Al-Baihaqi).

10 hari kedua Rama­dhan adalah hari-hari yang penuh ampunan. Pada fase ini, Allah Swt. memberikan ampunan kepada hamba-Nya yang memohon ampunan dan bertaubat de­ngan tulus, iklhas, dan se­penuh hati.

Selain mendapatkan ampunan, ada banyak ke­utamaan dan hikmah 10 hari kedua di bulan Ramadhan di antaranya ada­lah sebagai berikut. Pertama, pngampunan dosa.  Sepuluh hari kedua Ramadan adalah magfirah atau ampunan. Di momen ini, Allah SWT akan me­ngampuni dosa-dosa hamba-Nya yang telah lalu.

Kedua, istikamah. menjalankan ibadah pada sepuluh hari kedua Ramadan merupakan sebuah kenikmatan iman dari Allah SWT. Tak semua orang mampu melakukannya. Wujud dari orang yang mempunyai keistikama­han adalah mereka yang tetap menjalani ibadah puasa Ramadan secara lengkap pada fase ini.

Ketiga, pahala berlipat ganda. Setiap ibadah yang dilakukan pada sepuluh hari kedua Ramadan akan dilipatgandakan. “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah SWT berfirman, ‘Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sen­diri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku’.” (HR Bukhari Muslim)

Keempat, dibukakan pintu surga. Dalam sebuah hadist, Rasulullah pernah mengatakan bahwa bulan Ramadan adalah waktu dibukakannya pintu surga.

“Jika telah datang bulan Ramadan, maka pintu-pintu surga akan dibuka, pintu-pintu neraka akan ditu­tup, dan setan-setan akan dibelenggu dengan rantai.” (HR Bukhari Muslim)

Kelima, dikabulkannya doa. Momen ini merupakan waktu yang paling tepat untuk memperbanyak doa serta memohon ampun pada Allah SWT. Sepuluh hari kedua Ramadan dianggap sebagai magfirah atau pengampunan. Perbanyak melakukan amalan sunah seperti salat malam, berdoa, tadarus Alquran, dan berzikir pada momen ini.

Keenam, mendapat kemudahan selama Rama­dan Allah SWT akan memberikan kemudahan bagi yang menjalankan ibadah pada 10 hari kedua Ramadhan. Umat Muslim akan diberikan kekuatan hingga menyelesaikan iba­dah Ramadan hingga hari terakhir. (***)