OLEH: Kompol H Syafrizen SH (Kasubdit Bhabinkamtibmas Dit Binmas Polda Sumbar)
ALHAMDULILLAH, kita semua bersyukur atas rahmat dan hidayah Allah SWT yang telah memudahkan kita untuk kembali menyambut bulan suci Ramadhan. Marilah kita bersama-sama merenung, bersyukur, dan memperbanyak amal ibadah di bulan penuh berkah ini.
Ramadhan bukan hanya sekadar bulan berpuasa, tetapi juga merupakan bulan penuh keberkahan, ampunan, dan peluang untuk memperbaiki diri. Allah Swt. berfirman dalam Alquran, surah Albaqarah ayat 183: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Bulan Ramadhan adalah momen untuk merenungkan dan memperkuat ketakwaan kita kepada Allah. Puasa tidak hanya sebatas menahan lapar dan haus, tetapi juga menuntun kita untuk mengendalikan hawa nafsu dan meningkatkan kesadaran spiritual. Melalui ibadah puasa, kita dapat belajar bersabar, bersyukur, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Di dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Jika datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga terbuka, pintu-pintu neraka tertutup, dan setan-setan dibelenggu.”
Dalam suasana yang penuh rahmat ini, marilah kita manfaatkan setiap kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan-Nya, dan meraih pahala yang berlipat ganda. Berbuat baik kepada sesama, berbagi rezeki, dan memperbaiki diri harus menjadi bagian integral dari ibadah kita di bulan Ramadhan ini.
Semoga kita semua dapat menjalani bulan Ramadhan dengan penuh kesadaran, kesyukuran, dan keikhlasan dalam beribadah. Mari kita jadikan bulan yang penuh berkah ini sebagai momentum untuk bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amin.
Bulan Ramadhan 1446 H kini telah memasuki 10 hari yang kedua atau dikenal dengan fase ampunan atau Maghfiroh. Hal tersebut dijelaskan dalam hadist riwayat Rasullullah SAW :”Awal Bulan Ramadan adalah Rahmat, pertengahannya adalah ampunan, sedangkan akhirnya adalah terbebas dari api neraka. “ (HR Al-Baihaqi).
10 hari kedua Ramadhan adalah hari-hari yang penuh ampunan. Pada fase ini, Allah Swt. memberikan ampunan kepada hamba-Nya yang memohon ampunan dan bertaubat dengan tulus, iklhas, dan sepenuh hati.
Selain mendapatkan ampunan, ada banyak keutamaan dan hikmah 10 hari kedua di bulan Ramadhan di antaranya adalah sebagai berikut. Pertama, pngampunan dosa. Sepuluh hari kedua Ramadan adalah magfirah atau ampunan. Di momen ini, Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang telah lalu.
Kedua, istikamah. menjalankan ibadah pada sepuluh hari kedua Ramadan merupakan sebuah kenikmatan iman dari Allah SWT. Tak semua orang mampu melakukannya. Wujud dari orang yang mempunyai keistikamahan adalah mereka yang tetap menjalani ibadah puasa Ramadan secara lengkap pada fase ini.
Ketiga, pahala berlipat ganda. Setiap ibadah yang dilakukan pada sepuluh hari kedua Ramadan akan dilipatgandakan. “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah SWT berfirman, ‘Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku’.” (HR Bukhari Muslim)
Keempat, dibukakan pintu surga. Dalam sebuah hadist, Rasulullah pernah mengatakan bahwa bulan Ramadan adalah waktu dibukakannya pintu surga.
“Jika telah datang bulan Ramadan, maka pintu-pintu surga akan dibuka, pintu-pintu neraka akan ditutup, dan setan-setan akan dibelenggu dengan rantai.” (HR Bukhari Muslim)
Kelima, dikabulkannya doa. Momen ini merupakan waktu yang paling tepat untuk memperbanyak doa serta memohon ampun pada Allah SWT. Sepuluh hari kedua Ramadan dianggap sebagai magfirah atau pengampunan. Perbanyak melakukan amalan sunah seperti salat malam, berdoa, tadarus Alquran, dan berzikir pada momen ini.
Keenam, mendapat kemudahan selama Ramadan Allah SWT akan memberikan kemudahan bagi yang menjalankan ibadah pada 10 hari kedua Ramadhan. Umat Muslim akan diberikan kekuatan hingga menyelesaikan ibadah Ramadan hingga hari terakhir. (***)






