BERITA UTAMA

Jadi Penyempurna Ibadah Puasa, Menag Nasaruddin Ingatkan Kewajiban Membayar Zakat

0
×

Jadi Penyempurna Ibadah Puasa, Menag Nasaruddin Ingatkan Kewajiban Membayar Zakat

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI— Membayar zakat fitrah.

JAKARTA, METRO–Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar me­ngingatkan pentingnya kewajiban membayar zakat. Baginya zakat adalah pe­nyempurna ibadah puasa. Selain itu dia berpesan zakat harus dikelola de­ngan penuh amanah.

Pesan pentingnya mem­bayar zakat itu, di­sampaikan Nasaruddin da­lam Ngaji Bareng Baznas Edisi Ramadan 1446 H yang digelar di Masjid Istiqlal. Secara khusus dia mengimbau masyarakat untuk me­nyempurnakan ibadah Ramadan dengan menunaikan zakat melalui Baznas.

Dalam kesempatan ter­sebut, Nasaruddin menegaskan zakat merupakan bagian penting dari penyempurnaan ibadah di bulan Ramadan. “Sebagai­mana shalat dan puasa, zakat juga menjadi kewajiban bagi umat Islam yang mampu,” kata dia.

Dengan menunaikan zakat melalui Baznas, memastikan bahwa dana yang disalurkan dikelola dengan amanah dan tepat sasaran. Karena Baznas merupakan lembaga resmi pemerintah yang bertanggung jawab mengelola dana zakat, infak, dan sedekah.

Imam Besar Masjid Istiqlal itu juga menekankan Baznas memiliki sistem pengelolaan zakat yang transparan dan profesional. Sehingga dapat membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan memastikan bantuan yang disampaikan tepat sasaran.

“Tentunya sebagai lem­baga pemerintah, Baznas diawasi oleh berbagai elemen masyarakat dalam pengelolaannya, dan diaudit,” tutur dia.

Nasaruddin juga mengingatkan, zakat bukan ha­nya kewajiban ibadah. Tetapi juga instrumen pen­ting dalam membangun kesejahteraan umat. “Za­kat memiliki potensi besar dalam mengentaskan kemiskinan,” kata dia.

Jika seluruh umat Islam membayarkan zakatnya dengan tertib, maka manfaatnya akan sangat besar bagi masyarakat yang membutuhkan. Kemudian masalah kemiskinan di Indonesia bisa selesai hanya dengan dana zakat saja. Tentunya jika potensi zakat yang luar biasa ini bisa dikelola dengan baik.

Menurutnya, momentum Ramadan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kesadaran ber­zakat. Karena Ramadan adalah bulan penuh berkah. Dia mengajak umat Islam untuk manfaatkan kesempatan ini. Supaya semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan berbagi kepada sesama melalui zakat, infak, dan sedekah.

“Hitung zakat harta kita, zakat profesi kita, kalau tidak bisa menghitung sendiri, serahkan kepada amil Baznas untuk menghitungnya,” katanya.

Nasaruddin kembali mengajak umat Islam untuk menjadikan zakat sebagai bagian dari komitmen sosial dan ibadah yang paripurna di bulan Rama­dab. Dia mengajak bersama-sama mengoptimalkan potensi zakat untuk memba­ngun dan mewujudkan kesejahteraan umat. (jpg)