PAYAKUMBUH, METRO–Orangctua dari Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Tanjung Pati, Retno dan Surya Ningsih, mengaku bangga, senang dan bahagia bisa berbuka bersama dengan anaknya di Lapas Kelas IIB Tanjung Pati di Payakumbuh, pada ramadhan 1446 H-2025 M ini.
“Saya sangat senang sekali, bahagia bisa berbuka bersama dengan anak. Biasanya kami hanya sampai di depan Lapas saja mengantar makanan, sekarang bisa bersama sama disini berbuka. Terimakasih bapak Kalapas bapak Julius, ini program baru yang sebelumnya tidak pernah ada,” ungkap Retno dan Surya Ningsih, disela-sela buka bersama, Selasa (11/3).
Tidak hanya Retno dan Surya Ningsih yang ikut bahagia, senang, tapi puluhan keluarga, anak, istri dari warga binaan tampak sangat gembira bisa menikmati buka bersama dengan anak, suami, bapaknya yang sedang menjalani hukuman di dalam lapas kelas IIB Tanjung Pati di Payakumbuh.
Senyum, gelak tawa terlihat dari wajah keluarga binaan dan warga binaan. Pelukan anak-anak dari warga binaan menambah suasana sore menjelang berbuka di dalam lapas kelas IIB Tanjung Pati, semakin terasa damai, indah dan bahagia. Satu sama lain saling melepas kangen dan kegembiraan dalam suasana serasa di rumah sendiri.
Sementara itu seorang Warga Binaan menyebut program buka bersama anggota keluarga yang dilakukan oleh pihak Lapas sudah lama dan sangat dinantikan oleh ratusan Warga Binaan. Sebab dengan buka bersama anggota keluarga, ayah, ibu, anak dan istri, mereka (Warga Binaan) merasakan suasana seperti dirumah sendiri.
“Kami merasa seperti berbuka dirumah sendiri. Sebab bisa makan (berbuka) bersama, ayah/ibu, istri dan anak-anak. Kami juga lihat untuk pengamanan tetap maksimal dilakukan oleh petugas,” tutupnya.
Sementara Kalapas Kelas II B Tanjung Pati, Julius Barus menyebut bahwa program yang dilakukan sebagai bentuk pelayanan prima yang diberikan kepada Warga Binaan. Ia berharap hal tersebut bisa berdampak dan bermanfaat banyak.
“Sebagai bentuk pelayanan dan komitmen kami kepada masyarakat dan warga binaan. Mari kita terus jaga kekeluargaan, pandang kami sebagai orangtua dan juga keluarga,” harapnya didampingi KA. KPLP, Andri Noverman dan Kasiminkamtib, Taufiqurrahman.
Julis Barus menyebut, layanan buka bersama Warga Binaan dan keluarganya itu diberikan karena saat ini Permasyarakatan saat ini dengan Paradigma baru, artinya Permasyarakatan yang berdampak, bermanfaat bagi seluruh masyarakat. “ Kami berikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk merasakan suasana buka bersama dengan anggota keluarga. Ini pertama kita lakukan secara bertahap tiap Minggu dengan jumlah Warga Binaan mencapai seratus orang,” jelasnya.
Nantinya kegiatan itu akan dilakukan secara bergiliran, sehingga seluruh Warga Binaan bisa merasakan buka bersama anggota keluarga mereka, meski tengah menjalani Pembinaan. “Nantinya kita lakukan secara bergiliran, sehingga seluruhnya bisa berbuka dengan anggota keluarganya meski tengah menjalani Pembinaan. Waktu yang kita berikan kepada mereka hingga waktu pelaksanaan sholat Isya,” tambahnya.
Saat ini di Lapas tersebut terdapat 273 orang Warga Binaan. Selama Ramadhan pihak Lapas memaksimalkan pembinaan bidang keagamaan yakninya kegiatan Baca Iqra, Baca Al-Qur’an, Tadarus serta shalat berjamaah.
Dari pantauan di lokasi sebelum berbuka dilaksanakan dihalaman tengah bagian dalam Lapas, makanan dan seluruh bawaan dari keluarga dilakukan pemeriksan oleh petugas lapas. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan yang ketat itu, baru keluarga binaan bisa masuk Lapas untuk buka bersama. (uus)






