BERITA UTAMA

10 Unit Rumah Ludes Terbakar, Kerugian Rp 2 Miliar dan 38 Jiwa Terdampak

0
×

10 Unit Rumah Ludes Terbakar, Kerugian Rp 2 Miliar dan 38 Jiwa Terdampak

Sebarkan artikel ini
OLAH TKP— Polisi melakukan olah TKP kebakaran yang menghabiskan 10 unit rumah di Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padangpariaman.

PDG. PARIAMAN, METRO —Kebakaran besar menghanguskan 10 unit rumah semi permanen tingkat dua di Kam­pung Balai-Balai, Korong Kampung Tangah Gantiang, Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padangpariaman, Selasa (11/3) sekitar pukul 15.30 WIB.

Beruntung, musibah itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun kebakaran itu sempat memmbuat warga setempat panik melihat besarnya kobaran api yang malalap bangunan rumah semi permanen dan dengan cepat menyebar dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

Hampir satu jam me­nunggu, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) berikut dengan lima unit armada tiba di lokasi. Petugas pun langsung berji­baku melawan ganasnya si jago merah hingga akhir­nya api bisa dipadamkan satu jam setelahnya.

Kapolsek V Koto Kampung Dalam, Iptu Aldika, mengatakan, adapun pemilik rumah korban kebakaran yaitu Pakie Kambarudin (75), Lenani (72), Bu­yung Adang (72), Sopian (73), Ali Nuzar (64), Arjuna (45), Manizar (60), Asnita (60), Razul Hamidi (58) dan Lensi (34).

“Kejadian berawal pa­da saat saksi bernama Alinur (42) sedang bekerja di lantai bagian bawah rumah dan melihat kearah rumah  Razul Hamidi api sudah membesar di bagian atas atau lantai dua rumah tersebut,” ungkap Iptu Aldika.

Iptu Aldika menuturkan, melihat api sudah membesar ia berteriak ada kebakaran dan langsung menyelamatkan diri sambil berteriak ada kebakaran. Melihat kebakaran tersebut ma­syarakat sekitar kejadian berusaha memadamkan api dan me­nyelamatkan barang-ba­rang milik korban dan menghubungi pemadam kebakaran sekira pukul 15.30 WIB.

“Pemadam kebakaran sampai ditempat kejadian sekira pukul 16.30 WIB api dapat dipadamkan oleh petugas pemadam keba­karan dari Kabupaten dan Kota Pariaman dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran sebanyak 5 unit yang terdiri dari dua unit dari Kota Pariaman dan tiga unit dari Ka­bupaten Padangpariaman,” ujar dia.

Dijelaskan Iptu Aldika, berdasarkan pendataan yang dilakukan di TKP, pada saat kejadian rumah dihuni oleh delapan KK dan 38 jiwa. Untuk sementara, pe­nye­bab kebakaran diduga ada­nya konsleting listrik.

“Meskipun tidak adanya korban jiwa pada kebakaran tersebut, namun kerugian materil yang dialami korban diperkirakan Rp 2 miliar,” ulasnya.

Ia menuturkan, langkah – langkah yang dilakukan yakni mengamankan TKP, membuat laporan tuntas, berkoordinasi dengan pihak pemerintahan nagari tentang tempat tinggal sementara bagi korban.

“Kami juga memberikan himbauan kepada ma­syarakat untuk selalu waspada dengan kejadian kebakaran,” tutup dia. (ozi)