BERITA UTAMA

Mendidik Anak di Tengah Kesibukan Orang Tua

0
×

Mendidik Anak di Tengah Kesibukan Orang Tua

Sebarkan artikel ini
OLEH: Drs. H. Muhidi, MM (Ketua DPRD Sumbar)

OLEH: Drs. H. Muhidi, MM (Ketua DPRD Sumbar)

Di era modern ini, banyak orang tua yang disibukkan dengan pekerjaan dan berbagai tanggung jawab lainnya. Kesi­bukan ini sering kali membuat waktu ber­sama anak menjadi terbatas. Padahal, mendidik anak ada­lah amanah besar yang harus dijalan­kan dengan penuh tanggung jawab.

Islam menga­jar­kan bahwa pendi­di­kan anak bukan ha­nya tugas guru di sekolah, tetapi juga merupakan kewajiban utama orang tua. Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, peli­haralah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” (QS. At-Tahrim: 6).

Ayat ini menegaskan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab utama dalam membentuk pribadi anak agar tumbuh menjadi individu yang beriman dan berakhlak mulia.

Rasulullah SWA memberikan teladan dalam men­didik anak dengan kasih sayang, kedisiplinan, dan keteladanan. Meskipun beliau adalah seorang pe­mimpin dengan banyak tugas, beliau tetap memberikan perhatian penuh kepada keluarga dan anak-anak.

Orang tua dapat meneladani beliau dengan menjadikan waktu yang sedikit menjadi berkualitas. Menghindari gangguan se­perti ponsel saat berbicara dengan anak, menggu­nakan waktu makan bersama untuk berdiskusi, serta mengajarkan nilai-nilai Islam dalam aktivitas sehari-hari dapat menjadi solusi efektif dalam mendidik anak di tengah kesibukan.

Baca Juga  Arema FC vs Semen Padang FC, Kabau Sirah Optimis Curi Poin di Malang

Selain itu, menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak dini adalah kunci utama dalam membentuk karakter anak. Pendidikan tidak hanya dilakukan dengan kata-kata, tetapi juga melalui tindakan dan kebiasaan. Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat, bukan hanya dari apa yang mereka dengar. Oleh karena itu, orang tua harus menjadi contoh dalam kejujuran, kesabaran, dan disiplin.

Rasulullah SAW bersabda: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). Maka, kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari, no. 1385).

Hadis ini menegaskan bahwa peran utama dalam membentuk karakter anak ada pada orang tua. Mes­kipun kesibukan sering menjadi kendala, membangun komunikasi yang baik dengan anak tetap harus diutamakan. Meluangkan waktu setiap hari untuk bertanya tentang kegiatan anak, mende­ngarkan perasaan dan ma­salah mereka dengan pe­nuh perhatian, serta memberikan nasihat yang lembut dan penuh kasih sa­yang dapat menciptakan hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak.

Baca Juga  Mobil Dinas Kabid Disparpora Tanahdatar Masuk Jurang

Selain itu, pemanfaatan teknologi secara positif juga dapat membantu da­lam proses pendidikan anak. Orang tua dapat me­ngirim pesan atau video motivasi saat bekerja, memantau aktivitas anak me­lalui aplikasi yang bermanfaat, serta menggunakan media sosial untuk berbagi nilai-nilai Islam secara kreatif.

Kesibukan bukan alasan untuk mengabaikan pendidikan anak. Dengan manajemen waktu yang baik, keteladanan, komunikasi yang efektif, serta doa yang tulus, orang tua tetap bisa mendidik anak dengan baik meskipun memiliki banyak tanggung jawab. Dalam Alquran, terdapat doa yang diajarkan untuk kebaikan anak: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami dari istri-istri dan keturunan kami sebagai penyejuk mata (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74).

Doa orang tua sangat berpengaruh dalam kehidupan anak, sehingga meskipun sibuk, jangan pernah lupa untuk mendoakan kebaikan bagi mereka. Semoga Allah memberikan kemudahan bagi para orang tua dalam mendidik anak-anaknya agar menjadi ge­nerasi yang beriman dan berakhlak mulia. Aamiin. (*)