OLEH: Drs. H. Muhidi, MM (Ketua DPRD Sumbar)
Di era modern ini, banyak orang tua yang disibukkan dengan pekerjaan dan berbagai tanggung jawab lainnya. Kesibukan ini sering kali membuat waktu bersama anak menjadi terbatas. Padahal, mendidik anak adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Islam mengajarkan bahwa pendidikan anak bukan hanya tugas guru di sekolah, tetapi juga merupakan kewajiban utama orang tua. Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” (QS. At-Tahrim: 6).
Ayat ini menegaskan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab utama dalam membentuk pribadi anak agar tumbuh menjadi individu yang beriman dan berakhlak mulia.
Rasulullah SWA memberikan teladan dalam mendidik anak dengan kasih sayang, kedisiplinan, dan keteladanan. Meskipun beliau adalah seorang pemimpin dengan banyak tugas, beliau tetap memberikan perhatian penuh kepada keluarga dan anak-anak.
Orang tua dapat meneladani beliau dengan menjadikan waktu yang sedikit menjadi berkualitas. Menghindari gangguan seperti ponsel saat berbicara dengan anak, menggunakan waktu makan bersama untuk berdiskusi, serta mengajarkan nilai-nilai Islam dalam aktivitas sehari-hari dapat menjadi solusi efektif dalam mendidik anak di tengah kesibukan.
Selain itu, menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak dini adalah kunci utama dalam membentuk karakter anak. Pendidikan tidak hanya dilakukan dengan kata-kata, tetapi juga melalui tindakan dan kebiasaan. Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat, bukan hanya dari apa yang mereka dengar. Oleh karena itu, orang tua harus menjadi contoh dalam kejujuran, kesabaran, dan disiplin.
Rasulullah SAW bersabda: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). Maka, kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari, no. 1385).
Hadis ini menegaskan bahwa peran utama dalam membentuk karakter anak ada pada orang tua. Meskipun kesibukan sering menjadi kendala, membangun komunikasi yang baik dengan anak tetap harus diutamakan. Meluangkan waktu setiap hari untuk bertanya tentang kegiatan anak, mendengarkan perasaan dan masalah mereka dengan penuh perhatian, serta memberikan nasihat yang lembut dan penuh kasih sayang dapat menciptakan hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak.
Selain itu, pemanfaatan teknologi secara positif juga dapat membantu dalam proses pendidikan anak. Orang tua dapat mengirim pesan atau video motivasi saat bekerja, memantau aktivitas anak melalui aplikasi yang bermanfaat, serta menggunakan media sosial untuk berbagi nilai-nilai Islam secara kreatif.
Kesibukan bukan alasan untuk mengabaikan pendidikan anak. Dengan manajemen waktu yang baik, keteladanan, komunikasi yang efektif, serta doa yang tulus, orang tua tetap bisa mendidik anak dengan baik meskipun memiliki banyak tanggung jawab. Dalam Alquran, terdapat doa yang diajarkan untuk kebaikan anak: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami dari istri-istri dan keturunan kami sebagai penyejuk mata (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74).
Doa orang tua sangat berpengaruh dalam kehidupan anak, sehingga meskipun sibuk, jangan pernah lupa untuk mendoakan kebaikan bagi mereka. Semoga Allah memberikan kemudahan bagi para orang tua dalam mendidik anak-anaknya agar menjadi generasi yang beriman dan berakhlak mulia. Aamiin. (*)





