SOLOK, METRO–Ketertiban umum menjadi perhatian serius Pemko Solok, khususnya di bulan puasa. Untuk itu Satuan Polisi Pamong Praja Kota Solok bersama dengan Polres Solok Kota, dan Dinas Perhubungan melakukan giat gabungan dalam rangka menjaga ketertiban umum dan ketertiban masyarkat di Bulan Suci Ramadhan 1446 H. Bahkan Giat gabungan ini dipimpin langsung oleh Walikota Solok Ramadani Kirana Putra. Seluruh personil yang bertugas menyisir sejumlah lokasi yang rawan terjadinya gangguan Trantibum. Seperti jalan lingkar utara, Terminal Bareh Solok, Simpang Rumbio, Jalan By Pass – KTK, Sinapa Piliang dan Tanah Garam.
Dari hasil razia gabungan malam itu, personil gabungan berhasil membubarkan puluhan pengunjung yang sedang minum tuak di Terminal Bareh Solok, Gurun Bagan dan Tanah Garam. Petugas mengamankan barang bukti berupa tuak dan memberikan teguran tertulis kepada para pemilik kedai tuak ini agar tidak lagi berjualan minuman tradisional karena melanggar Perda Nomor 4 Tahun 2022 tentang Trantibum.
Sedangkan untuk anak remaja yang ditemukan masih berkumpul di By Pass KTK dan Jalan Lingkar Utara juga dibubarkan petugad. Namun sebelumnya mereka diberikan arahan untuk tidak berkumpul-kumpul sampai larut malam karena tidak hanya melanggar jam malam pelajar, tetapi juga berpotensi tawuran.
Kasat Pol PP Zulkarnaini mangatakan giat gabungan ini sebagai uapaya pencegahan terhadap potensi gangguan trantibum khususnya di bulan ramadhan. Sehingga masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa adanya gangguan, dan diharapkan ke depannya akan ada lagi giat gabungan seperti ini.
Zulkarnaini menambahkan Satpol PP yang salah satu tupoksinya adalah menjaga ketertiban umum dan ketentaraman masyarakat, setiap hari telah rutin melakukan patroli wilayah ke area-area yang rawan terjadinya gangguan trantibum.
“Patroli lebih intensif pada bulan Ramadhan karena selama bulan ramadhan masyarakat yang keluar malam relatif banyak dibandingkan hari biasa, akan tetapi tentu kami tidak bisa bekerja secara optimal tanpa dukungan dan partisipasi dari masyarakat dalam penyelenggaraan trantibum,” tegasnya. (vko)






