BERITA UTAMA

Bupati Annisa Suci Ramadhani Sebut Efisiensi Sebagai Tantangan, Lihat Potensi Daerah, Tolak Mobnas Baru, Stop Perjalanan Dinas Pegawai

0
×

Bupati Annisa Suci Ramadhani Sebut Efisiensi Sebagai Tantangan, Lihat Potensi Daerah, Tolak Mobnas Baru, Stop Perjalanan Dinas Pegawai

Sebarkan artikel ini
SILATURAHMI— Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, dalam pertemuan silaturahmi, diskusi dan berbuka bersama dengan pemimpin redaksi media massa, di Padang, Sabtu (8/3).

PRESIDEN Prabowo Subianto memberlakukan kebijakan efisiensi anggaran demi melakukan penghematan. Para kepala daerah terpilih pun sudah menyiapkan rencananya di tengah efisiensi ini. Kepala daerah harus putar otak agar pemerintahan tetap berjalan. (KUSTIAH RENI PUTRI)

Namun, kepala daerah terpilih tentu telah menyiapkan rencana mereka. Janji kampanye ke warga harus tetap tetap berjalan meski ada efisiensi anggaran.

Hal itulah yang diungkap Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, dalam pertemuan silaturahmi, diskusi dan berbuka bersama dengan pemimpin redaksi media massa, di Padang, Sabtu (8/3).

Annisa menyebut su­dah memperhitungkan dan berkoordinasi terkait anggaran. Meski ada efi­sien­si anggaran dari pemerintah pusat, putri dari mantan Bupati Dharmasraya Marlon Martua ini, mengaku kebijakan itu bukan penghalang, namun menjadi sebuah tantangan.

Ia melihat strategi paling realistis adalah pengurangan pemborosan dan pengelolaan anggaran yang lebih efisien. Misalnya, dengan menunda atau memangkas proyek yang tidak prioritas atau yang kurang mendesak.

Kemudian, sebagai bupati ia harus bisa bisa meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terkait pajak daerah untuk memperbaiki penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Dengan efisiensi ini, kita juga harus kreatif. Yakni, harus bisa memanfaatkan keunggulan internal daerah, seperti komoditas pertanian dan perkebunan yang dimiliki Dharmasraya,” katanya.

Selain melirik potensi daerah, Annisa juga berpendapat bahwa komunikasi yang baik antara eksekutif daerah dan pemerintah pusat merupakan kunci utama dalam menyusun anggaran yang efektif dan selaras dengan kebijakan nasional.

Bupati dan jajarannya harus aktif berkonsultasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan bahwa rencana anggaran yang disusun tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga sejalan dengan kebijakan strategis pemerintah pusat,” ulas Annisa.

Meski demikian, Annisa tidak menampik kebijakan efisiensi anggaran pasti berdampak pada pembangunan di Dharmasraya. Karena selama ini, daerah banyak bergantung dengan dana pemerintah pusat.

“Harus diakui, banyak proyek infrastruktur bergantung dengan dana transfer pusat. Salah satunya untuk proyek PU. Saya mau bilang, dengan kebijakan efisiensi ini, maka proyek PU dari dana pusat nol di tahun ini di Dharmasraya,” sebut Annisa.

Baca Juga  Audy Joinaldy Bercerita Panjang Produsen Ratu Buah Sumbar

Bupati perempuan pertama di Sumbar ini, mengatakan siap menggeser sejumlah program yang tidak terlalu mendesak dilaksanakan pada tahun berikutnya sebagai langkah mendukung efisiensi anggaran yang diinstruksikan pemerintah pusat.

“Untuk penyesuaian APBD 2025 masih kita pelajari, tetapi yang jelas arahnya efisiensi. Tapi, yang penting sekarang untuk Dharmasaraya, ada pembayaran BPJS yang harus disegerakan. Dan, masih banyak hal lain yang harus saya tata ulang lagi,” kata bupati yang biasa disapa Caca ini.

Ia menyebut, efisiensi sebenarnya bukan pengurangan tapi realokasi,  dan itu dibicarakan saat retret seluruh kepala daerah di Akmil Magelang. Dana efisiensi itu dialihkan untuk pendidikan, kesehatan dan sektor lainnya.

Bupati berusia 35 tahun ini, tidak menampik efisiensi anggaran akan berdampak pada program-program yang dia usung bersama Wakil Bupati Leliarni. “Pasti berpengaruh dengan adanya efisiensi anggaran. Tapi, yang pasti, kita harus cari jalan supaya tidak berpengaruh negatif,” kata dia.

Untuk menyiasati kebijakan itu, pihaknya mau tidak mau harus berani membuat terobasan dan menggeser sejumlah program yang dinilai tidak terlalu mendesak untuk bisa dilaksanakan.

“Yang jelas, saya tidak akan mengganti mobil dinas. Saya manfaatkan dan pakai mobil yang sudah ada. Memang ada yang bunyi-bunyi dikit, tapi masih bisa saya pakai,” sebut bupati yang biasa disapa Caca ini.

Hal serupa juga dilakukan untuk perjalanan luar dinas pegawai yang selama ini memakan banyak anggaran. “Khusus untuk perjalanan dinas jangan dulu. Jika betul-betul urgen, harus menghadap saya langsung untuk izinnya,” tegas bupati lulusan S2 Columbia Universty ini.

Yang terpenting, kata dia, program-program prioritas harus tetap dimasukkan, seperti pendidikan, kesehatan, kemiskinan, pertanian, pariwisata, dan ketahanan pangan. “Ini yang prioritas harus tetap jalan. Salah satunya, persoalan rumah sakit masih kekurangan dokter spesialis. DI RSUD Sungai Dareh, dokter spesialis hanya dua. Sehingga banyak pasien akhirnya lari ke Muaro Bungo, karena harus masuk daftar tunggu hingga dua hari,” ulasnya.

Baca Juga  Karyawan Bobol Toko; Rp63,5 Juta Disikat, Mobil Dibawa Kabur

Begitu pula dengan sektor pendidikan. Annisa me­nga­kui, jika masih banyak bangunan sekolah di Dharmasraya yang kurang layak. Fasilitas tidak memadai. “Saya ingin melakukan perbaikan untuk pendidikan dan sekolah. Selain itu, saya ingin ada insentif untuk siswa-siswa yang berhasil menjadi juara dalam olimpiade,” kata Annisa yang pernah menjadi Ketua Asosiasi Mahasiswa Hukum Asia (ALSA) Chapter UI ini.

Di sisi lain, politisi Partai Gerindra ini menyebut, untuk tahap awal ia akan fokus dengan potensi yang dimiliki Dharmasraya, yakni perkebunan dan pertanian yang akan bisa menopang ketahanan pangan.

“Dengan efisiensi ini, Dharmasraya harus bisa memetakan mana yang menjadi fokus untuk pembangunan dan menopang ketahanan pangan. Termasuk dengan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), saya harus bisa melibatkan pangan lokal nanti dan BUMD tambang,” ulasnya.

Bupati juga berharap seluruh ASN dan jajarannya tetap semangat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, meski­pun menghadapi tantangan efisiensi anggaran. ’’Ini bukan alasan untuk mengurangi semangat dalam melayani. Justru ini tantangan agar kita bekerja lebih inovatif dan solutif,” tegasnya.

Selain itu, Annisa juga berharap dukungan dari media massa untuk tetap bisa menyampaikan pesan-pesan untuk masyarakat terkait pembangunan Dharmasraya. “Saya berharap dukungan dari kawan-ka­wan wartawan semua. Saya ingin terjalin koordinasi dan komunikasi publik  yang baik dengan wartawan, sehingga apa yang saya kerjakan bisa berjalan baik dan tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Terkahir, Annisa berharap dengan menerapkan komunikasi yang baik, tran­sparan dalam penyusunan anggaran, analisis kebutuhan yang matang, serta budaya kerja yang mengutamakan efisiensi dan profesionalisme, pemerintahan daerah Dharmasraya dapat menjalankan fungsi anggarannya dengan lebih baik. (ren)