TABING, METRO —Sebanyak 59 siswa dari berbagai sekolah di Kota Padang mengikuti kegiatan Pesantren Ramadhan 1446 H di Masjid Amal Muslimin, Kompleks Wisma Indah VII, Parupuk Tabing, Kecamatan Kototangah, Kamis (6/3) pagi. Para peserta berasal dari pelajar SD dan SMP yang tinggal di lingkungan sekitar masjid.
Pesantren Ramadhan yang berlangsung dari 6 hingga 25 Maret 2025 ini, dibuka langsung oleh pejabat Pemko yang diwakili oleh Chalidin. Ikut hadiri Ketua Pengurus Masjid Amal Muslim, Abdul Syukur Rangkuti, para siswa, orang tua dan juga guru.
Ketua Panitia Pesantren Ramadhan Masjid Amal Muslimin Ummi Suhaimi, S.Ag, MPd.I mengatakan, Pesantren Ramadhan punya banyak manfaat untuk mendidik siswa siswi sebagai generasi muda Indonesia yang berakhlak baik.
Ummi mengakui, Pesantren Ramadhan salah satu kegiatan yang dapat membentuk kepribadian penanaman nilai-nilai religius terhadap siswa.
“Melalui Pesantren Ramadhan juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan agama dan mengajarkan siswa untuk dapat mengamalkannya dalam kehidupan keseharian,” harap Ummi Suhaimi.
Dijelaskan Ummi, untuk tahun ini, pesantren diikuti pelajar SD dan SMP. Dimana untuk tingkat SD ada 31 peserta dan SMP 28 peserta. “Untuk tingkat SD dimulai pada pukul 09.30 hingga selesai shalat Zuhur. Sedangkan untuk tingkat SMP dimulai dari shalat Subuh berjamaah, mendengarkan Kuliah Subuh jam 06.00 sampai jam 09.15 wib,” ulas Ummi.
Sesuai yang sudah ditetapkan Pemko Padang, tahun ini tema dari Pesantren Ramadhan, yakni “Membentuk Karakter Berbasis ABS-SBK dalam Mencegah Perilaku Negatif Anak dan Remaja”. Beranjak dari tema tersebut, menurut Ummi, maka panitia pesantren akan memberikan berbagai materi, diantaranya 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Kondisi Remaja Era Digital.
Selain itu juga ada materi membentuk Generasi SMART, Asmaul Husnah, Ketentuan dan Manfaat Wudhu, Bacaan dan Gerak Shalat. Selanjutnya, Zikir dan Doa Sesudah Shalat, ketentuan shalat Jamak dan Qasar.
Kemudian juga ada paparan tentang program unggulan Wako-Wawako Padang, “Smart Surau” dan terakhir tentang edukasi Kebencanaan dan Anti Korupsi.
“Cukup banyak materi yang kita berikan kepada anak-anak dalam kegiatan Pesantren Ramadhan. Kita melibatkan tenaga pendidik, guru, pengurus masjid, remaja masjid, tokoh masyarakat dan MTI,” tutur Ummi yang juga guru PAI SDN 06 Kampung Lapai, Nanggalo ini.
Dijelaskannya, berbagai inovasi juga dilakukan dalam pesantren dengan mengkombinasikan materi dengan penerapan pada Kurikulum Merdeka, melakukan asesmen diagnostic awal, sehingga bisa melihat kemampuan awal siswa sehungga pembelajar bisa sesuai kebutuhan siswa.
“Membuat aturan dengan membentuk keyakinan bersama, agar siswa bisa paham apa yang harus dilakukan dan apa yg tidak dilakukan selama pesantren. Kemudian, kita juga memanfatkan IT untuk project dan melaksanakan pembelajaran student center, sehingga siswa merasa memliki pembelajaran tersebut,” ulas Ummi.
Untuk diketahui, Pesantren Ramadan yang digelar di Kota Padang resmi dimulai dengan antusiasme oleh pelajar. Acara pembukaan yang berlangsung di Masjid Agung Nurul Iman, Kamis (6/3) juga diikuti oleh siswa Sekolah Dasar (SD/sederajat) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) melalui daring.
Wali Kota Padang Fadly Amran saat pembukaan Pesantren Ramadhan, mengatakan melalui pesantren ramadan dapat membentuk generasi yang berakhlakul karimah.
Tahun ini ada ebanyak 87 ribu siswa SD, SMP dan SMA di Kota Padang akan mengikuti Pesantren Ramadan yang bakal digelar pada 6-25 Maret 2025. Pesantren Ramadhan ini akan dilaksanakan di 1.100 tempat ibadah.
“Kepada panitia, mari kita buat inovasi semenarik mungkin untuk mencerdaskan anak-anak dan memperkuat akhlakul karimah, sehingga Pesantren Ramadhan menjadi kegiatan yang menyenangkan,” ujar Fadly.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Padang juga akan memberikan reward berupa 1 sepeda motor di masing- masing kecamatan bagi pelaksanaan pesantren terbaik. Selain itu juga reward lain seperti laptop atau proyektor.
Sebelumnya, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemko Padang, Jasman mengatakan, kegiatan pesantren ini bukan hanya untuk siswa muslim, tetapi juga diikuti oleh siswa non-Muslim di rumah ibadah masing-masing.
“Pesantren Ramadhan ini sudah berlangsung selama 20 tahun dan tetap menjadi program unggulan dalam membangun karakter generasi muda,” ujar Jasman, beberapa waktu lalu.
Jasman mengungkapkan bahwa Pesantren Ramadhan tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, karena memindahkan aktivitas pembelajaran dari sekolah ke rumah ibadah.
“Jika sebelumnya kegiatan lebih banyak dikelola oleh panitia masjid dan remaja masjid, kini peran guru sekolah lebih aktif dalam menyiapkan materi pembelajaran,” ucap Jasman.
Jasman mengatakan, beberapa perubahan signifikan dalam pelaksanaan tahun ini antara lain pertama, guru sekolah menjadi pengajar utama, bukan hanya sebagai pengawas. Kedua, materi lebih fokus pada pembinaan karakter, termasuk pencegahan tawuran dan balapan liar. Ketiga evaluasi dilakukan setelah pelaksanaan, untuk melihat dampak program terhadap perubahan perilaku siswa.
“Semua pihak dilibatkan, mulai dari kepala sekolah, guru, tokoh masyarakat, hingga aparatur RT dan RW, agar program ini lebih efektif,” pungkas Jasman. (ren)






