BERITA UTAMA

Agar Kesehatan Pencernaan Terjaga Selama Ramadhan, Hindari Langsung Makan Berat saat Buka Puasa

0
×

Agar Kesehatan Pencernaan Terjaga Selama Ramadhan, Hindari Langsung Makan Berat saat Buka Puasa

Sebarkan artikel ini
MAKANAN BERAT— Buka puasa dianjurkan tidak langsung makan berat.

PADANG, METRO–Momen berbuka puasa adalah saat yang dinanti-nanti setelah seharian me­nahan lapar dan dahaga. Namun, seringkali saat waktu buka tiba, kita tergoda untuk langsung menyantap makanan berat saat azan maghrib berkumandang. Padahal, kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan pen­cernaan, bahkan mengganggu kekhusyukan ke­lan­caran ibadah selama Ramadhan.

Untuk itu, mari mengetahui alasan buka puasa dianjurkan tidak langsung makan berat. Pertama, Sistem Pencernaan yang Kaget setelah Beristirahat. Selama berpuasa, sistem pencernaan kita menjalani periode istirahat yang cukup panjang, sekitar 12-14 jam. Dalam kondisi ini, produksi enzim pencernaan melambat dan lambung menyusut.

Meski sudah merasa sangat lapar dan tidak tahan, jangan langsung memasukkan makanan berat dengan tiba-tiba seakan balas dendam.  Melansir dari Alodokter, ketika makanan berat masuk secara tiba-tiba, sistem pencernaan mengalami kekagetan dan dipaksa bekerja ekstra keras tanpa persiapan yang memadai.

Akibatnya, berbagai masalah pencernaan dapat muncul, mulai dari yang ringan seperti perut kembung hingga mual. Hingga yang lebih serius, seperti asam lambung, maag dan sakit perut melilit.

Kedua, Lonjakan Gula Darah. Makanan berat, terutama yang kaya karbohidrat sederhana, dapat me­nyebabkan lonjakan gula darah yang drastis. Dikutip dari laman Halodoc, ketika gula darah melonjak, tubuh merespons dengan melepaskan insulin dalam jumlah besar untuk menstabilkannya.

Namun, penurunan gula darah yang terjadi se­telah lonjakan tersebut dapat menyebabkan rasa lemas, kantuk bahkan pusing. Selain itu, lonjakan gula darah yang berulang da­lam jangka panjang dapat meningkatkan risiko resistensi insulin dan diabetes.

Oleh karena itu, penting untuk memulai buka puasa dengan makanan ringan yang mengandung karbohidrat kompleks dan serat, seperti kurma atau buah-buahan, untuk menjaga stabilitas gula darah.

Makanan dan Minuman yang Perlu Dihindari saat Berbuka. Minuman Dingin. Meskipun terasa menyegarkan, minuman dingin dapat menyebabkan kontraksi lambung dan mengganggu proses pencernaan. Terutama bagi penderita maag, minuman di­ngin dapat memicu nyeri perut dan ketidaknyamanan.

Makanan Pedas. Se­nyawa dalam cabai dapat mengiritasi dinding lambung yang sensitif setelah berpuasa. Makanan pedas juga dapat memicu diare karena mengganggu pe­nyerapan air di usus besar.

Makanan Berlemak. Makanan berlemak dan gurih memang memberikan rasa nikmat, tetapi dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan penumpukan lemak. Selain itu, makanan berlemak tinggi dapat memperlambat pro­ses pencernaan.

Juga yang terpenting untuk dihindari saat berbuka adalah perilaku makan terburu-buru. Mengunyah makanan dengan tergesa-gesa dapat membuat makanan sulit dicerna.

Kunyahlah makanan secara perlahan dan nikmati setiap suapan untuk membantu proses pencernaan menjadi lebih lancar.

Pola Makan yang Dianjurkan saat Berbuka Puasa. Tidak Menunda Berbuka. Melansir dari Muslim.sg, sunnah berbuka puasa adalah menyegerakan diri untuk membatalkannya. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa.” (Hadits Riwayat Bukhari)

Awali Dengan yang Ringan. Awali berbuka dengan mengonsumsi kurma dan segelas air putih hangat untuk mengembalikan kadar gula darah dan menghidrasi tubuh. Menurut hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, “Ba­rang siapa yang menda­patkan kurma, maka berbukalah dengannya. Dan barangsiapa yang tidak mendapatkannya, maka berbukalah dengan air. Sesungguhnya air itu suci.”

Jeda sebelum Makan Berat. Setelah membatalkan puasa dengan air putih dan kurma, beri jeda 10-15 menit sebelum mengonsumsi makanan ringan atau takjil, seperti buah, kolak atau bubur kacang hijau. Setelah jeda 30 menit, barulah Anda dapat mengonsumsi makanan berat utama dengan porsi yang seimbang.

Hindari Makan Berlebihan. Hindari makan berlebihan dan berikan jeda antara waktu makan dan tidur untuk mencegah gangguan pencernaan dan meningkatkan kualitas tidur.

Rasulullah SAW mengingatkan, “Tidaklah seo­rang anak Adam memenuhi wadah yang lebih dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak bisa, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan se­pertiga untuk udara.” (Hadits Riwayat Ibnu Majah)

Konsumsi Menu Seimbang. Melansir dari laman Health Xchange, lengkapi buka puasa Anda dengan konsumsi dua porsi sayuran dan dua porsi buah per hari. Mulai dengan berbuka seperti dengan kurma atau buah segar favorit Anda.

Jangan lupa untuk mengonsumsi protein untuk mengembalikan energi Anda setelah berpuasa.

Utamakan pula makanan yang dipanggang, di­kukus atau direbus agar tidak terlalu banyak me­ngonsumsi gorengan yang dapat mempengaruhi pen­cernaan saat berbuka.

Menghindari makan berat secara langsung saat berbuka adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan pencernaan dan mengoptimalkan iba­dah selama Ramadhan.

Dengan mengikuti pola makan yang sehat dan seimbang, kita dapat menikmati momen berbuka puasa dengan lebih nyaman, sehat dan penuh berkah. (**)