PAGAMBIRAN, METRO – Relawan DPD Cakra-Madu Jokowi-Ma’ruf Amin Sumbar mendeklarasikan gerakan lawan berita hoaks, politik uang dan radikalisme, Sabtu (30/3) di Gedung Balai Basuo, Kelurahan Pagambiran Ampalu Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung. Dekralasi juga ditandai dengan kegiatan bakti sosial donor darah yang diikuti relawan dan warga.
Ketua DPD Cakra-Madu Sumbar, Saherman Sikum mengatakan, kegiatan dekralasi yang dilaksanakan ini tidak terlepas dari tanggung jawab anak bangsa. “Bangsa kita ini tidak ingin terpecah belah terkotak-kotak. Banyak di media sosial banyak informasi yang berdampak carut marutnya masyarakat. Ini cikal bakal unsur yang ingin memecah belah anak bangsa,” ujarnya.
Relawan Cakra-Madu menurutnya, sudah sepakat menegakkan NKRI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
“Kita bersatu dalam perbedaan, bersatu dalam berbagai latar belakang. Kita bangsa Indonesia yang tidak mau diwarnai ideologi yang berasal dari luar negara kita. Falsafah negara kita sudah benar-benar utuh,” tegasnya.
Saherman mengajak masyarakat Sumbar, agar selalu bersama dan bersatu. Selain itu, seluruh informasi harus dicerna dengan baik. Ada fitnah dan caci maki yang berasal dari hoaks harus diluruskan.
Sebagai Ketua DPD Cakra-Madu Jokowi-Ma’ruf Sumbar, Saherman menyebutkan, melakukan kegiatan ini di seluruh kabupaten kota se-Sumbar.
“Kita tidak ingin generasi muda, ninik mamak, cendikiawan pecah belah. Mari kita sharing seluruh fitnah cacian dan makian,” ajaknya.
Saherman juga mengajak, masyarakat untuk memerkuat dan pekokoh rasa kebersamaan.
“Saat ini ada maksud-maksud tertentu dari pihak lain untuk memecah belah bangsa dan negara ini. Kalau ada fitnah Jokowi PKI, anti ulama. Kita berikan jawaban yang benar terhadap hoaks fitnah yang berkembang selama ini. Semua berita tersebut tidak benar,” tegasnya.
Melalui deklarasi ini, Relawan Cakra-Madu menyepakati untuk melawan isu hoaks fitnah dan caci maki yang berkembang saat ini.
“Kita lawan jangan kita biarkan. Sekarang saatnya untuk melawan semua hoaks ini. Soal pilihan berbeda itu biasa. Tapi jangan karena memilih berdasarkan hoaksyang menyesatkan, akan berdampak terhadap kelangsungan bangsa dan negara ini,” ungkapnya.
Sekretaris Tim Kampanye Daerah Jokowi Ma’ruf, Kota Padang, Syafrizal Koto mengatakan, apa yang dilakukan Relawan Cakra-Madu menjadi tolak ukur dan apresiasi, agar proses pileg dan pilpres tidak keluar dari jalur yang benar.
“Pertarungan pemilu tahun ini untuk menjaga negara dan bangsa ini tetap mempertahankan ideologi Pancasila. Karena jika hoaks berkembang maka akan berpengaruh kepada kelangsungan NKRI. Mari bersama sama cerdas menyikapinya,” ajaknya.
Tokoh warga Kecamatan Lubuk Begalung, Yazirman Murad mengakui, akhir-akhir ini dirinya melihat dan mendengar informasi di berbagai media sosial yang merusak tatanan kehidupan masyarakat. Informasi tersebut dikenal dengan hoaks, yakni, berita-berita yang tidak ada kebenarannya atau bohong.
”Karena itu, saya menyambut positif deklarasi lawan berita hoaks, politik uang dan radikalisme. Jika dibiarkan akan merusak tatanan masyarakat Kota Padang dan Sumbar,” tegasnya.
Dengan adanya deklarasi ini, maka informasi yang tidak benar selama ini bisa dibenarkan.
“Masyarakat harus dicermati betul mana berita yang benar dan salah. Jangan yang salah dibenarkan. Akan mengganggu kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara,” ungkapnya. (fan)





