METRO SUMBAR

Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy, Teruskan Jejak Perjuangan Kakeknya di Masjid Tazkir Bela Negara

1
×

Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy, Teruskan Jejak Perjuangan Kakeknya di Masjid Tazkir Bela Negara

Sebarkan artikel ini
SERAHKAN BANTUAN— Wakil Gubernur Vasko Ruseimy serahkan bantuan rehabilitasi senilai Rp25 juta kepada Masjid Tazkir Bela Negara yang terletak di Jorong Aie Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, Senin (3/3).

LIMAPULUHKOTA, METRO–Wakil Gubernur Suma­tera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy me­nyerahkan bantuan rehabilitasi senilai Rp25 juta kepada Masjid Tazkir Bela Negara yang terletak di Jorong Aie Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupa­ten Limapuluh Kota pada Senin (3/3). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan 1446 Hijriah yang dilakukan orang nomor dua di Suma­tera Barat tersebut. Masjid Tazkir Bela Negara memi­liki nilai sejarah yang istimewa karena pernah di­singgahi oleh Syafruddin Pra­wira­negara, tokoh nasional yang pernah me­mimpin Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Yang membuat kunju­ngan ini semakin bermakna adalah fakta bahwa Abdul Majid, kakek dari Vasko Ruseimy, ternyata pernah menjadi ajudan Syaf­ruddin Prawiranegara. “Ha­dir di sini, para pengurus masjid yang luar biasa semangatnya, ghirahnya semakin membara. Nama masjid ini adalah Masjid Kenangan,” ungkap Vasko saat memberikan sambutan. “Inyiak (kakek) saya merupakan ajudan Syaf­ruddin Pra­wira­negara, ini yang menjadi kenangan bagi saya,” tambahnya dengan pe­nuh keharuan.

Vasko berharap masjid tersebut dapat segera di­rampungkan dan bermanfaat bagi jamaah. “Saya berharap, masjid inilah yang terus menjadi kenangan bagi kami semua. Ini titik pertama saya berkunjung di agenda Safari Ramadan 1446 Hijriah. Saya merasakan aura persamaan di masjid ini, dan berharap masjid ini bisa se­gera rampung, rapih, dipakai serta dinikmati ja­ma­ah,” ujarnya.

Baca Juga  Polres Padangpariaman Panen Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-79

Pengurus masjid menjelaskan bahwa nama “Tazkir” yang berarti “kenangan” diberikan langsung oleh Syafruddin Prawiranegara. “Masjid ini diberi nama Tazkir oleh Bapak Syafruddin Prawiranegara. Beliau sejak belia selalu di sini salat subuh, itu kena­ngannya. Memang di Indonesia satu-satunya ini yang unik namanya, Masjid Ke­nangan,” jelas pengurus masjid.

Sebagaimana diketa­hui, Syafruddin Prawiranegara yang lahir pada 28 Februari 1911 dan wafat pada 15 Februari 1989, dikenal sebagai negarawan dan ekonom Indonesia. Selain memimpin PDRI, ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia pertama pada masa Demokrasi Liberal di era Pemerintahan Soekarno-Hatta.

Baca Juga  Pulih dari Cedera, Mario Suryo Aji Berburu Hasil Terbaik di CEV Aragon

Meskipun lahir di Ban­ten dengan darah campuran Minangkabau-Sunda Banten, Syafruddin memi­liki kaitan erat dengan Su­matera Barat. Pada tahun 1948, ia ditugaskan oleh Wakil Presiden dan Men­teri Pertahanan Mohammad Hatta ke Bukittinggi. Syafruddin menikah de­ngan Tengku Halimah Syehabuddin, putri Camat Buah­batu dan keturunan Raja Pagaruyung pada 31 Januari 1941, dan dikaruniai delapan orang anak, salah satunya bernama Farid Prawiranegara.

Selama masa PDRI, keluarga Syafruddin menetap di Yogyakarta di bawah perlindungan Hame­ng­kubuwono IX. Kemudian pada era PRRI, keluarga­nya turut bergerilya bersamanya di Sumatera Barat. Acara penyerahan bantuan ini dihadiri oleh ber­bagai pejabat setempat termasuk Camat, Wali Nagari, Anggota DPRD, dan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Limapuluh Kota.

Bantuan yang diberikan diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi masjid bersejarah ini sehingga dapat berfungsi optimal sebagai tempat iba­dah sekaligus pengingat sejarah perjuangan bangsa. (fan)