BERITA UTAMA

Jalan Sumbar-Jambi masih Putus Total, Pemasangan Jembatan Darurat Dikebut, Butuh Waktu 4-7 Hari Tergantung Cuaca, Kendaraan Dialihkan ke Jalur Alternatif

0
×

Jalan Sumbar-Jambi masih Putus Total, Pemasangan Jembatan Darurat Dikebut, Butuh Waktu 4-7 Hari Tergantung Cuaca, Kendaraan Dialihkan ke Jalur Alternatif

Sebarkan artikel ini
PUTUS TOTAL— Kondisi Lalan Lintas Sumatra yang menghubungkan Sumatra Barat dan Jambi di Dusun Sirih Sekapur, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo dekat Dharmasraya yang putus. Pemasangan jembatan darurat mulai dilakukan.

DHARMASRAYA, METRO–Balai Pelaksanaan Jalan Na­sional Jambi mengebut pe­masangan jembatan daru­rat se­mentara atau jembatan bailey di lokasi amblesnya Jalan Nasional Lintas Sumatra yang menghubungkan Sumatra Ba­rat dan Jambi di Dusun Sirih Se­­kapur, Kecamatan Jujuhan, Ka­­bupaten Bungo. Pemasa­ngan jembatan darurat ini membutuhkan waktu 4-7 hari tergantung kondisi cuaca.

Nantinya, setelah jembatan s­elesai dipasang, selain memberlakukan sistem buka-tutup, akan ada pembatasan berat di jembatan itu. Kemungkinan truk-truk berat tidak bisa melewati jembatan. Pasalnya, kapasitas jembatan itu bisa mencapai delapan ton, tetapi batas amannya sekitar lima ton.

Diketahui, terbannya jalan nasional itu memutus total jalan lintas Sumbar-Jambi sejak Minggu (2/3 ). Akibat kejadian ini, arus kendaraan dari dan menuju Sumatra Barat harus dialihkan ke jalur alternatif dengan jarak tempuh sedikit lebih lama dari jalur biasa.

“Sekarang persiapan pemasangan jembatan bai­ley. Material jembatan bailey sudah di lapangan, tinggal tunggu pengerjaan,” ujar Kepala BPJN Jambi, Ibnu Kurniawan, Senin (3/3).

Menurut Ibnu, sebelum dipasang jembatan darurat sementara, akan disusun matrial sandbag sehingga memperkokoh tebing jalan. Begitupun aliran sungai tidak dapat menggerus atau terjadinya longsor.

“Material sandbag lagi on the way dari Jambi. Pemasangan jembatan darurat sementara ini panjangnya 30 meter,” ucap Ibnu.

Ibnu mengungkapkan pengerjaan jembatan darurat sementara ditargetkan rampung selama empat hari atau paling lama tujuh hari jika terkendala cuaca. Akses lalu lintas alam diberlakukan buka tutup.

“Kapasitas jembatan bailey maksimal delapan ton, tapi amannya setengahnya. Bus masih bisa lewat, tapi truk overload tidak bisa lewat. Jembatan darurat sementara dipre­diksi akan berfungsi cukup lama hingga momen arus mudik Lebaran 2025,” ung­kap dia.

Kepala BPBD Kesbangpol Bungo, Zainadi, mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi kondisi ini.

“Saat ini kendaraan dari arah Sumatra Barat dan Jambi memang belum bisa melintas. Untuk sementara, arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa perakitan rangkaian Jembatan Bailey direncanakan mulai dilakukan pada Senin pagi dan diharapkan dapat segera diguna­kan oleh kendaraan dari kedua arah. Putusnya Jalinsum di wilayah ini me­nye­babkan kemacetan pan­jang, terutama bagi kendaraan yang hendak melintas dari Sumatra Barat menuju Jambi dan sebaliknya.

Untuk menghindari kepadatan, kendaraan dari Jambi ke Bungo dialihkan ke rute Padang Lamo (Te­bo) menuju Dharmasraya, Sumbar. Sementara itu, pengendara dari Merangin dapat melalui jalur alternatif Simpang Rantau Ikil menuju Bukit Sari dan Sungai Rumbai.

Menurut laporan, hujan deras yang terjadi malam sebelumnya mengakibatkan gorong-gorong di lokasi tidak mampu menahan debit air yang tinggi, se­hingga jalan mengalami ke­rusakan parah dan tidak bisa dilewati kendaraan.

Menanggapi kejadian ini, Wakil Bupati Dharmasraya, Leli Arni, turut meninjau lokasi yang terdampak. Ia mengungkapkan keprihatinannya atas terputusnya jalur utama penghubung dua provinsi tersebut.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi ini. Pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk percepatan perbaikan,” ujarnya.

Leli menekankan pentingnya pemulihan jalur ini mengingat arus mudik Le­baran 1446 H akan segera berlangsung dan Pemkab Dharmasraya siap mendukung upaya perbaikan.

“Jalan ini sangat vital bagi masyarakat yang akan mudik Lebaran. Kami berharap upaya perbaikan bisa dilakukan secepat mungkin agar aktivitas ekonomi dan mobilitas ma­syarakat tidak terganggu lebih lama,” katanya.

Pemkab Dharmasraya telah berkoordinasi dengan Pemkab Bungo serta Balai Pelaksana Jalan Nasional guna mempercepat perbaikan jalan yang rusak akibat banjir.

Leli juga menyatakan bahwa pihaknya melalui Dinas PUPR siap memberikan dukungan teknis agar keterisolasian ini dapat segera diatasi dan Jalinsum kembali bisa diguna­kan oleh masyarakat. (cr1)