BERITA UTAMA

Prabowo Dinilai Konsisten Bangun Narasi Antikorupsi ke Masyarakat

0
×

Prabowo Dinilai Konsisten Bangun Narasi Antikorupsi ke Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Presiden RI Prabowo Subianto

JAKARTA, METRO–Presiden Prabowo Subianto dinilai konsisten membangun narasi antikorupsi ke tengah-tengah masyarakat. Konsistensi itu dibangun Prabowo sejak masa kampanye hingga awal masa kepemimpinannya seba­gai kepala negara.

Dosen Komunikasi UIN Bandung, Ridwan Sutandi menyebut, dalam berbagai pidato kenegaraan, Prabo­wo selalu menekankan pentingnya integritas da­lam pemerintahan dan ko­mitmen untuk memberan­tas korupsi. Hal itu sempat disampaikan Prabowo da­lam pidato pelantikan pada Oktober 2024, yang me­nyatakan bahwa peme­rintah tidak akan mento­lerir praktik korupsi dalam ben­tuk apapun.

Narasi ini kemudian diperkuat dalam Rapat Ko­or­dinasi Nasional Penga­wasan Internal Pemerintah pada November 2024, di mana Prabowo menegas­kan bahwa pemberan­ta­san korupsi menjadi priori­tas utama dalam upaya membangun tata kelola pemerintahan yang bersih.

“Dari sudut pandang komunikasi politik, kon­sistensi narasi ini berperan penting dalam membentuk ekspektasi publik dan mem­bangun legitimasi kebijakan antikorupsi. Dengan secara berulang menyampaikan pesan serupa di berbagai forum, Prabowo berhasil memposisikan dirinya se­bagai pemimpin yang me­miliki komitmen kuat dalam penegakan hukum,” kata Ridwan kepada wartawan, Minggu (2/3).

Ia menilai, konsistensi itu telah berkontribusi pa­da terbentuknya persepsi positif masyarakat terha­dap keseriusan pemerin­tah dalam reformasi birok­rasi dan pemberantasan korupsi. Menurutnya, lang­kah-langkah awal yang diambil dalam penegakan hukum terhadap pelaku korupsi berfungsi sebagai simbol politik yang kuat dari komitmen pemerin­tahan Prabowo.

Tindakan tegas terha­dap kasus-kasus korupsi berprofil tinggi menjadi pesan yang jelas kepada publik dan elit politik bahwa tidak ada toleransi terha­dap praktik koruptif. Menu­rutnya, sikap ini dipertegas dengan pernyataan Pra­bowo dalam Rapat Kabinet Terbatas pada Desember 2024, di mana menyatakan, tidak akan ragu untuk men­copot jabatan siapapun, termasuk menteri, yang terbukti menyalahgunakan anggaran negara.

“Pendekatan komuni­kasi yang tegas ini telah menimbulkan efek jera yang signifikan di kalangan birokrasi,” ujar Ridwan.

Berdasarkan data Ke­men­terian Pendayagu­na­an Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Ke­menpan RB) menunjukkan penurunan sebesar 15 per­sen pada indikator potensi korupsi di lingkungan pe­merintahan dalam tiga bulan pertama kepemim­pinan Prabowo.

“Ketegasan ini juga tercermin dalam instruksi presiden kepada seluruh kepala daerah untuk mela­kukan evaluasi menyelu­ruh terhadap proyek-pro­yek yang berpotensi meru­gikan keuangan negara,” ujar Ridwan.

Ia menilai, Prabowo menerapkan pendekatan komunikasi kebijakan yang transparan dalam upaya pemberantasan korupsi. Setiap kebijakan anti­ko­rupsi dikomunikasikan se­cara jelas melalui berbagai saluran, termasuk pidato resmi, konferensi pers, dan platform media sosial.

Strategi komunikasi itu ditandai dengan penggu­naan bahasa yang seder­hana dan mudah dipahami oleh masyarakat luas. Pre­siden Prabowo juga me­nginstruksikan seluruh ke­menterian dan lembaga untuk mempublikasikan laporan anggaran secara berkala kepada publik.

Ia pun menekankan, keterbukaan informasi ini telah meningkatkan Indeks Persepsi Korupsi Indonesia sebanyak dua poin da­lam survei awal tahun 2025 yang dilakukan oleh Transparency International Indonesia (TII).

Komitmen Presiden Pra­b­owo dalam pemberan­tasan korupsi juga diwu­judkan melalui penguatan hu­bu­ngan dengan lemba­ga-lem­baga penegak hu­kum.

Dalam kasus dugaan megakorupsi perkara PT Timah, Harvey Moeis yang merugikan keuangan ne­gara Rp 271 triliun, Presiden Pra­bowo memberikan du­ku­ngan penuh kepada Ke­jak­saan Agung untuk me­laku­kan penyelidikan me­nyelu­ruh tanpa intervensi politik.

“Prabowo juga mem­perkuat KPK dengan me­nambah anggaran opera­sio­nal sebesar 20 persen pada APBN 2025 dan men­dukung revisi UU KPK un­tuk mengembalikan kewe­nangan penyadapan tanpa izin pengadilan,” papar Ridwan.

Sementara, berda­sar­kan data statistik dari Ke­jaksaan Agung menun­jukkan peningkatan 30 per­sen dalam penanganan kasus korupsi selama tiga bulan pertama pemerin­tahan Prabowo, diban­ding­kan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Dukungan terhadap lembaga penegak hukum ini menjadi bukti nyata bagaimana komunikasi po­litik anti-korupsi Prabowo diterjemahkan ke dalam tindakan konkret,” tegas Ridwan.

Secara personal dan institusional, Presiden Pra­bowo berhasil membangun citra sebagai pemimpin yang berkomitmen pada pemberantasan korupsi. Strategi manajemen citra ini tidak hanya diterapkan pada dirinya, tetapi juga pada Kabinet Merah Putih secara keseluruhan.

Prabowo memper­ke­nal­kan pakta integritas yang harus ditandatangani oleh seluruh anggota ka­binet dan kepala lembaga, yang berisi komitmen un­tuk tidak terlibat dalam praktik korupsi. Selain itu, Prabowo juga menerapkan sistem evaluasi kinerja triwulanan yang me­masuk­kan indikator integritas dan transparansi sebagai kom­ponen penilaian.

Hasil survei yang dila­kukan oleh Lembaga Sur­vei Indonesia pada Januari 2025 menunjukkan bahwa 68 persen responden mem­percayai keseriusan Presiden Prabowo dalam memberantas korupsi, me­ningkat dari 52 persen pada Oktober 2024.

“Penangkapan bebera­pa tokoh berpengaruh yang terlibat korupsi, ter­masuk dua mantan men­teri dan seorang gubernur, semakin memperkuat per­sepsi publik tentang ko­mitmen anti-korupsi peme­rintahan saat ini,” pung­kasnya. (jpg)