PAYAKUMBUH/50 KOTA

Alek Nagari Potang Balimau Tradisi yang Harus Dilestarikan

0
×

Alek Nagari Potang Balimau Tradisi yang Harus Dilestarikan

Sebarkan artikel ini
POTANG BALIMAU— Sekretaris Daerah Pemkab Limapuluh Kota Herman Azmar, membuka Alek Nagari Potang Balimau, di Kenagarian Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Bupati Limapuluh Kota melalui Sekretaris Daerah, Herman Azmar membuka secara resmi  Alek Nagari Potang Balimau, di Kenagarian Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, menjelang memasuki bulan suci Ramadhan. Acara tahunan yang digelar ma­syarakat pangkalan tum­pah ruah dihadiri Ribuan masyarakat. Ikut hadir,  Sekretaris  Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Yayan Wahyudi, sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar Hendri Fauzan, kepala-kepala OPD Lima­puluh Kota, Walinagari Pangkalan, Niniak Mamak dan tokoh masyarakat dan perantau nagari Pang­kalan.

Sekretaris Daerah, Herman Azmar dalam sambutannya mengatakan, Alek Nagari Potang Balimau merupakan aktraksi Budaya yang megah meriah dan kolosal di Limapuluh Kota. Untuk itu, tradisi ini harus terus dilestarikan secara turun temurun. “Tra­disi aktraksi budaya Potang Balimau ini tak ha­nya merupakan event lo­kal, namun kegiatan ini juga menambah semangat untuk menggali sektor pariwisata untuk kemajuan dae­rah,” ujarnya.

Baca Juga  Dilayani dengan Baik, Alfitra Pastikan Tidak Ada Batasan Hari Rawat Inap

Dikatakannya, atas nama pemerintah daerah pihaknya mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia dan masya­rakat yang bergotong ro­yong mensukseskan pergelaran potang Balimau ta­hun ini. “Potong Balimau bukan hanya kegiatan seremonial tahunan saja tapi juga terkandung nilai adat dan budaya,” ujarnya.

Ke depan, nilai-nilai adat dan budaya potang Balimau harus tetap dilestarikan secara turun temurun kepada generasi pe­nerus masyarakat. “Narasi tradisi potang Balimau perlu ditulis dan didokumentasikan secara komprehensif dan lengkap,” pungkasnya.

Sebelumnya, ketua pa­nitia Potang Balimau Febri Utama mengatakan Potang Balimau menjadi tradisi yang selalu dinantikan oleh masyarakat Pang­kalan Koto Baru baik dari kampung maupun perantauan. Itu terbukti dengan hadirnya Ribuan Masyara­kat menyaksikan acara potang Balimau tahun ini.

Dikatakannya, potang Balimau tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dimana acara potang Balimau biasanya mandi-mandi di Batang Mahat tahun ini terpaksa ditiadakan, sebab sehari menjelang acara akibat curah hujan tinggi debit air batang Mahat menjadi naik. “Alhamdulillah berkat doa semua masyarakat, se­karang debit air sudah mulai turun. Namun Kami dari panitia tidak membenarkan kepada pengunjung untuk mandi-mandi di acara Potang Balimau tahun ini,” ungkapnya.

Baca Juga  2.320 Dosis Vaksin Covid-19 Sampai di Payakumbuh

Tokoh masyarakat lainnya, yang juga Walinagari Pangkalan, Rifdal Laksa­mono dalam sambutannya berharap pemerintah daerah selalu mendukung dan mensuport kegiatan potang Balimau yang sudah menjadi tradisi tahunan bagi masyarakat di Pang­kalan ini. “Terimakasih atas dukungan pemerintah da­erah untuk acara potang Balimau, harapan kita kedepan pemerintah daerah dapat menganggarkan anggaran untuk kegiatan Potang Balimau di Pang­kalan,” harapnya. (uus)