AGAM/BUKITTINGGI

Warisan Sejarah Minangkabau dan Negeri Sembilan Digali Lewat Film Dokumenter

0
×

Warisan Sejarah Minangkabau dan Negeri Sembilan Digali Lewat Film Dokumenter

Sebarkan artikel ini
RAMAH TAMAH— Ramah tamah antara Wakil Walikota Bukittinggi Ibnu Asis bersama Sejarawan & Sutradara Film Dr. Anwardi Jamil ( Malaysia ) dan Arief Malinmudo, Co-Producer Film Warisan Pertabalan Raja Negeri Sembilan.

BUKITTINGGI, METRO–Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyambut hangat kedatangan Sejarawan dan Sutradara Film asal Malaysia, Dr. Anwardi Jamil, bersama Arief Malinmudo, Co-Produ­cer film dokumenter Wari­san Pertabalan Raja Ne­geri Sembilan, dalam sebuah acara ramah tamah dan buka puasa bersama, Sabtu (1/3). Film ini bertujuan untuk melestarikan sejarah dan menggali kekerabatan antara Negeri Sembilan di Malaysia dan Kerajaan Minangkabau di Indonesia.

Warisan Pertabalan Ra­ja Negeri Sembilan me­rupakan hasil kerjasama antara dua negara serumpun yang melakukan riset dan produksi di Malaysia dan Indonesia. Film ini didukung oleh Perbadanan Kemajuan Filem Nasional (FINAS) Malaysia, yang berfokus pada upaya melestarikan warisan budaya dan sejarah yang sangat erat kaitannya antara kedua wilayah tersebut.

Dr. Anwardi Jamil mengungkapkan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada Wakil Wali Kota Ibnu Asis atas sambutan yang hangat. “Terima kasih atas kesempatan untuk bertemu dan berbuka puasa bersama. Kami sangat menghargai dukungan yang diberikan oleh Pem­kot Bukittinggi,” ujar Dr. Anwardi. Di akhir pertemuan, Dr. Anwardi memberikan sebuah cende­ra­mata berupa kaos bertema film kepada Wakil Wali Kota sebagai kenang-kenangan.

Arief Malinmudo, Co-Producer film ini, menambahkan bahwa selain ko­laborasi film Perjalanan Pertama dan Warisan Pertabalan Raja Negeri Sembilan, hubungan budaya antar kedua negara ini dapat terus diperkuat. “Kerjasama ini tidak hanya terbatas pada film, tetapi kami berharap ada lebih banyak kolaborasi di bi­dang lainnya, seperti budaya, distribusi UMKM, dan peningkatan sumber daya manusia antara Bukittinggi dan Se­remban,” ungkap Arief.

Bukittinggi dan Seremban, yang telah menjalin kerjasama Sister City sejak tahun 1986, menjadi contoh nyata kolaborasi dua kota serumpun yang telah mengembangkan program pertukaran pelajar. Ke de­pan, diharapkan semakin banyak kesempatan untuk memperluas kerjasama ini di berbagai sektor.

Acara ramah tamah ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Staf Ahli Wali Kota, serta Kepala Dinas Pariwisata Bukittinggi. (pry)