PAYAKUMBUH/50 KOTA

Sambut Bulan Suci Ramadhan 1446 H, Meriahnya Balimau Kasai Nagari Tanjung Balik

0
×

Sambut Bulan Suci Ramadhan 1446 H, Meriahnya Balimau Kasai Nagari Tanjung Balik

Sebarkan artikel ini
NIKMATI—Terlihat warga yang datang dari pelosok Sumbar menikmati indahnya balimau Kasai di Nagari Tanjung Balik.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Dalam rangka me­nyambut bulan Ramadhan 1446.H., Jumat  (28/2),  Nagari Tanjung Balik, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, mengelar acara Ba­limau Kasai dengan ber­bagai acara untuk menghibur masyarakat. Hal ini selain menjadi kebanggaan tersendiri oleh negara kita, dengan tradisi dan kebudayaan juga membuat daerah kita menjadi lebih mudah dikenal oleh masyarakat luas hingga dunia internasional, Salah satu tradisi yang masih dilestarikan oleh masya­rakat sampai sekarang ini.

Ketua Pemuda/ Ka­rang Taruna Nanda Aprizal mengtatakan bahwa balimau kasai merupakan sebuah upacara tradisional yang istimewa bagi ma­syarakat Tanjung Balik.

“Tradisi ini biasanya dilakukan sehari menjelang masuknya bulan suci Ramadhan dimaknai sebagai luapan gembira dan simbol penyucian diri juga di sebagai mempererat hubungan silaturahmi,’ ucap Nanda.

Dikatakan Nanda, bah­wa balimau kasai sen­diri berasal dari kata Balimau dan Kasai. Balimau yaitu mandi dengan air yang dicampur jeruk (li­mau). Kasai diartikan sebagai wangi-wangian. “Tidak hanya itu, Sema­rak Balimau Kasai diisi dengan berbagai kegiatan seperti panjat pinang dan puncaknya lomba pacu sampan di aliran Batang Maek,” kata Nanda.

Kata Nanda, balimau Kasai sangat mempunyai arti makna bagi masya­rakat khususnya masya­rakat Tanjung Balik sesuai dengan namanya. Dalam acara balimau Kasai juga mempunyai alat atau bahan untuk mengikuti a­cara tradisi ini, salah satunya Limau Kasai yang digunakan sebagai shampo untuk berkeramas seba­gai simbol penyucian diri untuk menyambut bulan suci Ramadhan tersebut.

“Adapun bahan dalam acara mandi Balimau adalah limau purut/nipis, lengkuas, ataupun serai yang kemudian semua itu direbus hingga kulit jeruk bisa hancur saat diremas, adapun untuk Kasainya terbagi kedalam 2 jenis yaitu kasai kering yang berwarna kuning dan kasai basah berwarna pu­tih,” tutur Nanda.

Nanda juga mengucapkan ribuan terima­kasih kepada unsur-unsur yang terkait panitia, pemerintahan dan donatur – donatur yang telah me­nyumbangkan tenaga, mo­ril, dan materil hingga acara ini berjalan sukses, aman, dan kondusif. Ri­buan terimakasih juga kepada para tamu dan undangan yang hadir yang ikut berkontribusi meramaikan acara yang kita nantikan ini sampai selesai.

“Dengan selesai nya acara balimau kasai ini kita bisa membersihkan hatibpikiran terlepas dari semua beban hingga kita bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan nyaman,” sebut Nanda. (uus)