BERITA UTAMA

3 Hari Hilang ‘Ditelan’ Ombak, Bocah 12 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa

0
×

3 Hari Hilang ‘Ditelan’ Ombak, Bocah 12 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI— Proses evakuasi jenazah Urfa (12) bocah warga Sikilang, Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat, yang tenggelam tiga hari lalu.

PASBAR, METRO–Seorang pelajar berusia 12 tahun ber­nama Urfa ditemukan oleh Tim SAR ga­bungan dengan kondisi meninggal dunia setelah tiga hari hilang terseret ombak saat bermain di Pantai Sikilang, Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu, 23 Februari 2025, sekitar pukul 17.30 WIB, saat Urfa bersama temannya, Zahid Hamidan R (8), bermain air di tepi pantai.

Saat bermain di tepi pantai, tiba-tiba saja ombak besar datang dan menyeret keduanya ke tengah laut. Zahid berhasil diselamatkan, namun Urfa hilang dan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa tiga hari kemudian.

“Korban terseret ombak pada hari Minggu sore saat sedang mandi di pantai. Saat itu, dia bersama seorang temannya. Beruntung, teman korban berhasil diselamatkan oleh warga. Sementara U hilang terseret arus,” kata Humas Kantor SAR Padang, Jody Harryawan.

Tim SAR gabungan telah melakukan upaya pencarian intensif sejak hari kejadian, menggunakan berbagai peralatan seperti perahu, alat komunikasi, navigasi, drone thermal, dan perlengkapan medis. Meskipun demikian, nyawa Urfa tidak dapat diselamatkan.

“Setelah tiga hari dilakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan pada hari ini, jenazah korban ditemukan berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. Korban ditemukan pagi ini sekitar pukul 04.00 WIB,” lanjutnya.

Jody menuturkan, jenazah korban kini telah dibawa ke rumah duka, dan Tim SAR gabungan menghentikan pencarian. Seluruh personel yang terlibat dalam operasi ini sudah kembali ke satuannya masing-masing.

“Setelah jenazah ditemukan, kami langsung me­nyerahkannya kepada pihak keluarga. Pencarian juga telah kami hentikan. Pencarian tiga hari melibatkan sebanyak 50 orang ma­syarakat, lima orang Basarnas, dua orang Pol Airud, empat orang TNI AL, dan empat orang BPBD Pasaman Barat,” ungkapnya.

Koordinator Pos Basarnas Pasaman Novi Yurandi mengatakan, setelah ditemukan, akhirnya korban dievakuasi oleh ma­syarakat ke rumah duka untuk dilanjutkan pemakaman oleh pihak keluarga.

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian ini, semoga ini bernilai ibadah dan keluarga korban diberikan ketabahan dan kesabaran,” tutup dia. (end)