BUKITTINGGI, METRO–Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bukittinggi, Sumatera Barat, menggelar kegiatan Voluntary Counseling and Testing (VCT) untuk mendeteksi lebih dini infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di kalangan warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan optimal dan mencegah penyebaran penyakit menular di dalam lapas.
Kepala Lapas Bukittinggi, Herdianto, mengungkapkan bahwa selain memenuhi kebutuhan dasar bagi WBP, skrining kesehatan ini merupakan langkah penting dalam upaya deteksi dini.
“Kami melaksanakan skrining HIV/AIDS secara berkala untuk mengidentifikasi penyakit menular sejak dini, agar tidak ada wabah di dalam lapas,” kata Herdianto, yang menambahkan bahwa kegiatan ini dilakukan dengan kerjasama Puskesmas Rasimah Ahmad Mandiangin Kota Bukittinggi.
Herdianto juga menegaskan komitmen Lapas Bukittinggi untuk menyediakan layanan kesehatan yang memadai bagi seluruh warga binaan. “Kami memastikan setiap hak kesehatan mereka dipenuhi selama menjalani masa pidana,” tegasnya.
Selain itu, setiap tahanan dan narapidana yang dipindahkan dari Polresta, Kejaksaan, Rutan, atau Lapas lain diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan di Klinik Lapas Bukittinggi. Hal ini untuk memastikan bahwa riwayat kesehatan mereka terdeteksi dengan baik, sehingga penanganan penyakit menular dapat dilakukan secepatnya.
“Jika ditemukan penyakit yang memerlukan perawatan khusus atau pengobatan rumah sakit, kami segera membawa mereka ke fasilitas kesehatan sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ujar Herdianto.
Langkah-langkah pencegahan ini, menurutnya, penting untuk memastikan bahwa kesehatan warga binaan tetap terjaga dan penyebaran penyakit menular dapat dicegah di lingkungan Lapas Bukittinggi. (pry)






