AIE PACAH, METRO–Pascadilantik menjadi Wakil Wali Kota Padang Buya Maigus Nasir, mengadakan pertemuan perdana bersama seluruh kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) dan Camat se-Kota Padang, di ruang rapat utama Balaikota Padang, Jumat (21/2) pagi.
Dalam pertemuan perdana tersebut, Maigus menekankan setiap OPD harus ambil bagian pada percepatan menuntaskan program-program unggulan yang telah menjadi visi misinya bersama Wali Kota Padang Fadly Amran.
“Kita memiliki visi misi dengan berbagai program unggulan, yang pertama tentu menjadi bagian dari pelayanan masyarakat, terutama pada pengentasan masyarakat miskin atau yang tidak mampu melalui program BPJS gratis dan pendidikan gratis,” katanya.
Katanya, BPJS gratis dan kelengkapan sekolah gratis tersebut akan menjadi program 100 hari kerjanya untuk mensejahterakan masyarakat Kota.
Selain itu, dalam menyongsong datangnya bulan Ramadhan yang tinggal hitungan hari lagi, dia bertekad akan menciptakan suasana aman dan nyaman pada bulan Ramadhan ini.
“Tidak ada lagi kita melihat tawuran, dan tidak ada lagi aktivitas-aktivitas yang merusak dan mengganggu ibadah selama bulan Ramadhan. Makanya kita menekankan Perda tentang Tibum (Ketertiban umum) benar-benar harus ditegakkan,” pungkasnya.
Selanjutnya, dia mengungkapkan akan menata Kota Padang menjadi lebih indah dan rapi, lebih-lebih pada saat menyambut perantau Kota Padang yang akan pulang kampung di momen hari raya idul fitri.
“Objek-objek wisata seperti taplau, mulai dari Muaro Lasak hingga Pantai Air Manis akan betul-betul menjadi tempat yang bersih dan indah. Besok kita akan ke lapangan untuk mendengar apa yang menjadi harapan masyarakat untuk penataan sepanjang Pantai Padang,” ungkapnya.
Selain menata keindahan dan kenyamanan pengunjung di objek-objek wisata, Wawako Maigus juga mengatakan akan menyiapkan toilet bersih, karena toilet katanya, adalah salah satu kebutuhan masyarakat saat berkunjung ke objek wisata.
Di tengah efisiensi anggaran sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo saat ini, dia mengatakan akan mendahulukan program yang lebih penting di bandingkan dengan program lain. Sehingg program 100 hari kerja kepala daerah terlaksana secara optimal.
“Jika presiden prioritas utamanya adalah makan siang bergizi gratis, maka prioritas utama kita adalah kesehatan dan pendidikan, kemudian UMKM naik kelas dengan revitalisasi dengan catatan tidak membangun yang baru, tetapi menata yang sudah ada menjadi indah dan menarik, Insyaallah rasionalisasi bisa membantu progul-progul kita ini terlaksana,” ungkapnya.
Terkait dengan BPJS gratis, dia mengatakan sudah memiliki solusinya. Dimana dia sudah bertemu dengan pimpinan BPJS, jadi masyarakat tidak perlu memikirkan lagi perihal tunggakan yang sudah lalu.
“Alhamdulillah dan InsyaAllah masyarakat tidak perlu lagi berpikir tunggakan-tunggakannya. Yang penting dalam 100 hari kerja BPJS gratis akan diluncurkan,” ungkapnya.
Disebutkannya, ada sembilan program yang akan di wujudkan dalam periode 2025-2030 ini disamping program 100 hari kerja, diantaranya Padang Amanah, Padang Juara, Smart Surau, Sinergi Nagari, Padang Melayani, serta Padang Rancak, Padang Sigap, UMKM Naik Kelas, dan Jelajah Padang.
Sinkronisasi Program
Sebelumnya, pasangan Fadly Amran-Maigus Nasir sudah melakukan sinkronisasi visi misi dan progul dalam pertemuan strategis Rapat Rumah Gadang Baiturrahmah, jelang pelantikan dilakukan di Jakarta.
Dalam pertemuan strategis bersama Fadly Amran dan Maigus Nasir itu hadir Penjabat (Pj) Wali Kota Padang, Andree Harmadi Algamar, Pj Sekda Yosefriawan, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Padang.
Dalam pelaksanaannya, setiap OPD mempresentasikan rencana program, termasuk program 100 hari kerja dan program jangka panjang Pemko Padang, diantaranya strategi mewujudkan Smart City di Kota Padang.
Fadly Amran menegaskan bahwa Kota Padang harus berani maju dengan pemanfaatan teknologi, namun tetap menjaga nilai agama dan budaya yang telah menjadi identitas kota ini.
“Smart City bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi bagaimana inovasi ini dapat meningkatkan pelayanan publik, efisiensi birokrasi, dan kesejahteraan masyarakat. Namun, kita juga harus tetap berpegang pada nilai-nilai agama dan budaya yang menjadi identitas Padang,” ujar Fadly Amran.
Ia juga mengajak seluruh OPD untuk mulai mengembangkan ekosistem digital yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan berbasis teknologi, tanpa melupakan kearifan lokal.
Pada kesempatan itu, Fadly Amran menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam birokrasi pemerintahan sebelum dituangkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Padang.
“Melalui rapat ini, kami berharap seluruh pimpinan OPD memahami visi, misi, serta program unggulan kami. Sinergi antar perangkat daerah sangat penting untuk memastikan pembangunan Kota Padang berjalan sesuai rencana,” ujar Fadly Amran. (brm)






