METRO PESISIR

Antisipasi Longsor di Kawasan Malibo Anai, Pengoperasian Model Transportasi Massal Dilakukan

0
×

Antisipasi Longsor di Kawasan Malibo Anai, Pengoperasian Model Transportasi Massal Dilakukan

Sebarkan artikel ini
Ardinal Camat 2 X 11 Enam Lingkung

PDG. PARIAMAN, METRO–Menyikapi kerawanan longsor yang terjadi di sekitar kawasan ruas jalan Padang-Bukittinggi, tepatnya di sekitar kawasan Lembah Anai dan Malibou Anai,Kecamatan 2×11 Kayu­tanam, Kabupaten Padanpariaman ,  seperti yang terjadi akhir-akhir ini agaknya perlu dicarikan solusi terbaik untuk itu.

Kodisi demikian ditegaskan Camat 2 X 11 Enam Lingkung, Ardinal,kemarin, salah satu solusi untuk itu mungkin sudah saatnya dipikirkan mengaktifkan kembali pengoperasian model transportasi massal, atau angkutan kereta api seperti yang pernah ada sebelumnya.

“Seperti diketahui, dulu pada tahun 60 an fasilitas transportasi pernah menjadi alat transfortasi utama yang melayani penum­pang dari Padang ke Bukittinggi, begitu sebaliknya. Namun, saat ini kondisinya nyaris tidak lagi berfungsi sebagaimana harusnya,” terang Ardinal.

Saat ini menurut Ardinal, layanan kereta api yang masih beroperasi hanya melayani route Ka­yu Tanam-Kota Padang, sementara untuk Kota Padang Panjang dan Bukittinggi sudah tidak ada lagi.

Baca Juga  SDN 07 tak Punya Perpustakaan, Buku Bacaan Menumpuk di Ruangan Kepala Sekolah

“Makanya harapan kita ke depan mungkin saja sarana transfortasi perkeretaapian yang melayani Kota Padang-Bukittinggi, via Sicincin-Kayu Tanam dan Padang Panjang mungkin layak untuk dikaji, sehingga nantinya bisa dihidupkan kembali seperti sediakala,” terangnya.

Pihaknya mengaku optimis, jika layanan transportasi kereta api Padang-Bukittinggi bisam kembali diperasikan tentunya hal itu akan bisa mengurai berbagai permasalahan kemacetan atau perma­salahan lalu lintas lainnya di sekitar kawasan Silaiang dan sekitarnya.

Terlebih kabarnya, ruas tol yang semula akan di­bangun arah Bukittinggi juga kabarnya akan diarahkan ke daerah lain.

“Ini tentunya sebuah momen yang sangat tepat, sehingga bagaimana sarana transfortasi tersebut bisa dihidupkan kembali. Sebab, tentunya akan sangat banyak manfaatnya untuk keperluan angkutan orang maupun angkutan barang, termasuk nantinya akan sangat menunjang proses pengangkutan bahan pertanian yang berasal dari daerah Padang Panjang atau dari daerah da­rek lainnya,” terangnya.

Baca Juga  Bhabinkamtibmas Polres Padangpariaman Terima Penghargaan Kapolda

Untuk mengaktifkan jalur kereta api Padang-Bukittinggi tegasnya mungkin bisa saja difirkan jalur baru, seperti halnya melewati terowongan sesuai dengan hasil kajian nanti­nya.

Butuh Ampang-ampang

Di pihak lain, Ardinal tak luput berharap kiranya pihak PT. KAI bisa melengkapi ampang-ampang kereta di sekitar kawasan Masjid Raya Sicincin dan ruas jalan Sungai Asam, Kecamatan 2 X 11 Enam Lingkung. Pasalnya, akibat belum adanya ampang-ampang di kawasan itu terlihat sa­ngat rawan memicu terja­dinya kecelakaan lalu lintas.

Bahkan, dalam beberapa kali kejadian musibah kecelakaan yang terjadi di kawasan itu sempat me­micu jatuhnya korban jiwa.  “Karena seperti diketahui sejak beroperasinya kem­bali jalur kereta api Kayu Tanam-Kota Padang di dua titik lokasi itu belum juga dilengkapi dengan ampang-ampang sebagai pe­ngaman. Makanya jika hal itu dibiarkan berlarut-larut tentunya dikawatirkan bisa saja menimbulkan terjadi­nya kecelakaan yang me­ngundang jatuhnya korban jiwa,” tegasnya. (efa)