SAWAHLUNTO, METRO–Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sawahlunto Dedi Wandra memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang beredar di salashatu media online di Sumbar, yang menyebutkan di kantor yang dia pimpin juga ditemui sepasang oknum yang di duga terlibat LGBT, Rabu (19/2) pagi di ruang kerjanya.
Dedi Wandra mengundang sejumlah awak media dan menjelaskan hal yang telah beredar itu adalah isu dan hoaks, tidak benar dan tidak terbukti. Termasuk pernyataan yang diberikannya kepada wartawan pada media tersebut.
“Tidak mungkin Kepala Kemenag menyatakan hal tersebut ada di bawah naungan Kemenag sendiri. Data dan fakta ada oknum ASN yang LGBT saja tidak ada, bagaiman Kemenag menyatakan ada oknum ASN terlibat LGBT,” ucapnya.
Dia sebagai KaKanmenag menyayangkan telah melebar dengan liarnya berita tersebut.
“Bagi saya kantor yang saya pimpin ini adalah kantor Keagamaan, saya hanya punya wewenang menjawab yang berkaitan dengan persoalan keagamaan, misalnya Haji, Ramadhan, Pernikahan dan lain sebagainya. Unsur-unsur diluar itu adalah milik lembaga pemerintahan lain,” ucapnya.
Ke depannya saya mohon agar rekan-rekan meluruskan kesalahan pahaman ini. Dan pihaknya juga meminta pertanggung jawaban dari beberapa media online yang juga mengutip dari media Jurnal Sumbar terkait pernyataan dari Kemenag yang tidak benar.
“Hal itu dilakukan dengan melayangkan surat tertulis menggunakan email kepada Perusahaan tempat media tersebut, dengan mengklarifikasi menggunakan hak jawab 1 X 24 jam terkait pernyataan yang tidak benar dari Kemenag Sawahlunto,” pungkasnya. (pin)






