METRO PADANG

Danau Diateh Diduga Alami Blooming Algae, DLH Sumbar masih Lakukan Analisa

1
×

Danau Diateh Diduga Alami Blooming Algae, DLH Sumbar masih Lakukan Analisa

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Fenomena perubahan warna air terjadi di Danau Diateh, Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Fenomena alam tersebut terjadi secara tiba-tiba, bahkan air yang biasanya jernih itu berubah coklat kemerahan dan juga mengeluarkan bau.
Menanggapi fenomena itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar, Siti Aisyah mengatakan, berdasarkan dari peninjauan ke lokasi Danau Diateh, bahwa saat ini air di Danau Diateh tersebut sudah mulai berkurang keruhnya. Akan tetapi, hasil analisanya baru bisa keluar seminggu paling cepat. Disebabkan ada paremeter yang harus diuji setelah 5 hari (BOD5).
“Tapi tadi hasil pengamatan tim, airnya lebih jernih dibandingkan beberapa hari lalu, sesuai perbandingan kekeruhan yang dipantau tim Kabupaten Solok sehari sebelumnya,” ujar Siti Aisyah, Jumat (29/3).
Sedangkan tentang sumber pencemar di sekitar danau, Siti Aisyah menyebutkan, satu-satunya penyebab adalah dari aktifitas pertanian. Jika dilihat sumber pencemar di sekitarnya, hanya dari pertanian, tidak ada tambang dan lain-lain. “Kami juga melakukan pengujian di intake PDAM dan sungai yang masuk ke danau, hasilnya akan kami bandingkan dengan pengujian yang dilakukan BWS (Balai Wilayah Sungai),” tutur Siti Aisyah.
Sementara itu, Pakar Biologi dari FMIPA Unand, Muhammad Nazri Janra menduga, kekeruhan air danau, serta bau amis disebabkan blooming algae. Menurut dia, dugaan penyebab kekeruhan air di Danau Diateh disebabkan tumbuhan ganggang yang sudah berlebihan (blooming algae).
“Peristiwa blooming algae, bisa disebabkan karena penggunaan pupuk kimia di daerah sekitar yang kemudian ter-bleaching oleh hujan dan masuk ke danau,” jelas Muhammad Nazri.
Sebelumnya diberitakan, Rabu (27/3) masyarakat Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok resah. Hal ini disebabkan karena keruhnya kondisi air di Danau Diateh dan juga berbau tak sedap.
Masyarakat Alahan Panjang, Edwar Jamil menuturkan, kejadian yang terbilang aneh bagi masyarakat setempat itu belum pernah terjadi sebelumnya. Kondisi perubahan air permukaan danau itu menurutnya, sudah berlangsung beberapa bulan lalu. “Karena kondisi air tidak normal dan sudah lama berlangsung membuat masyarakat cemas,” ujar Edwar.
Edwar menambahkan, air danau yang biasanya berwarna bening sekarang mengalami perubahan menjadi keruh kemerah-merahan dan berbau sangat amis. Keadaan ini sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir.
“Dikhawatirkan kalau keadaan ini akan berdampak bagi ekosistem di Danau Diatas yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat sekitar. Banyak nelayan yang mengurungkan niat mencari ikan. Sebab dikhawatirkan ikan-ikan di danau tercemar fenomena ini,” beber Edwar.
Kepala Unit PDAM Alahan Panjang, Zul T menyebutkan konsumen PDAM unit Alahan Panjang berjumlah kurang lebih 500 pelanggan memanfaatkan air PDAM.
“Sejak beberapa hari terakhir kami terpaksa menghentikan pasokan air kepada masyarakat. Sudah kami coba untuk menyuling beberapa kali, hasilnya tetap saja air tak layak konsumsi. Sangat keruh dan baunya amis,” jelasnya. (mil)