DHARMASRAYA, METRO–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Dharmasraya, akan segera menggelar program cek kesehatan gratis masyarakat. Adapun, CKG adalah program pemerintah yang menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat indonesia.
Program ini menjadi kado ulang tahun dari negara untuk rakyatnya dengan tujuan mendeteksi kesehatan sejak dini, mencegah penyakit, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sebagai persiapan, saat jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya kini tengah melakukan persiapan, mulai dari tenaga kesehatan hingga sarana prasarana.
“Saat ini kita sedang melakukan pendataan terhadap alat-alat, dan kebutuhan anggaran untuk melaksanakan cek kesehatan gratis (CKG). Dalam waktu dekat hasil pemetaan akan disampaikan ke Pemerintah Pusat melalui Dinkes provinsi,” kata Kepala Dinkes, Yosta Defina, didampingi Kabid Pelayanan Dan Sumber Daya Kesehatan, Milana Gafar, Selasa (18/2).
Namun begitu, ditambahkan dia, untuk program yang dimulai seminggu lalu ini, pihaknya tetap memastikan pelayanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat dengan memaksimalkan sarana dan prasarana serta tenaga medis yang ada, namun jenis pemeriksaan belum dilakukan menyeluruh.
“Kami akan berupaya keras agar seluruh masyarakat mendapatkan manfaat dari program cek kesehatan gratis ini, namun karena ini adalah program yang baru diluncurkan, tentu masih menghadapi tantangan terkait keterbatasan bahan medis yang tersedia,” ungkapnya.
Ia menargetkan cek kesehatan gratis bagi masyarakat secara menyeluruh akan dimulai pada awal Maret 2025.
“Bagi mereka yang ulang tahunnya sudah lewat misalnya pada Januari sampai Februari 2025, masih bisa mengikuti pemeriksaan di bulan Maret 2025 dengan membawa dokumen kependudukan,” ujar Yosta.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan layanan CKG sebagai kado ulang tahun dari pemerintah. Program ini bermanfaat untuk hidup sehat dan produktif.
Ia menambakan untuk mengikuti program PKG, kata dia, masyarakat dapat mendaftar melalui aplikasi Satu Sehat Mobile, WhatsApp Chatbot, atau langsung mengunjungi puskesmas terdekat, di mana petugas akan membantu proses pendaftaran.
“Kita saat ini juga kita gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui puskesmas, hingga bidan desa dan seluruh pihak terkait program cek kesehatan gratis ini,” ujarnya.
Terpisah, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan bahwa program skrining kesehatan gratis pada 2025 yang dapat diakses oleh setiap individu pada hari ulang tahunnya akan berjalan paralel dengan skrining kesehatan BPJS yang mencakup 14 jenis penyakit.
“Jadi (skrining kesehatan) yang BPJS Kesehatan tetap, yang skrining ulang tahun juga tetap kita jalankan, karena skrining ulang tahun itu kan hanya satu kali setiap individu ulang tahun,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi usai menghadiri Executive Meeting bersama YLKI di Jakarta, Selasa (18/2). (cr1)






