SAWAHLUNTO, METRO–Setelah dilaunching program cek kesehatan gratis (CKG) oleh Presiden RI kepada seluruh Puskesmas yang ada di Indonesia pada tanggal 10 Februari 2025, maka Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sawahlunto juga sudah mulai bekerja sesuai dengan instruksi pusat meskipun dengan sarana dan prasarana yang ada dulu.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sawahlunto dr. Ranu Vera menginformasikan CKG adalah program nasional yang memberikan hadiah kepada setiap warga negara pada hari ulang tahunnya dan 30 hari setelah hari ulang tahun dari warga.
Diberikan CKG sekali setahun sebagai hadiah untuk yang berulang tahun dengan jangka waktu mulai dari hari ulangtahun sampai 30 hari ke depannya untuk melakukan screening pada kesehatan. Sehingga dengan tujuan jika terdapat penyakit turunan dan menular atau ada penyakit yang belum terdeteksi dapat diketahui setelah melakukan screening pada pasien tersebut.
“Meminimalisir terjadinya penyakit mendadak dan dapat diketahui serta dilakukan pencegahan. Screening bisa dilakukan dengan mendatangi Puskesmas terdekat dan membawa kartu kesehatan gratis,” jelasnya.
Dijelaskan Ranu Vera pemberian screening sesuai dengan paket-paket nya. Dimana ada tiga paket yang termasuk program CKG yaitu, bayi balita dan anak usia pra sekolah, Anak sekolah dan remaja serta Dewasa dan Lansia. “Bagi anak sekolah dan remaja diberikan di sekolah masing-masing untuk lebih memudahkan,” jelas Ranu Vera.
Dikarenakan sekarang ini karena pola hidup dan gaya hidup maka penyakit dapat terdeteksi sejak dini.
Begitu juga dengan penyakit berbahaya seperti HIV/AIDS yang berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Pengendalian Keluarga Berencana Sawahlunto ada puluhan warga yang terdeteksi terkena HIV/AIDS.
Hal tersebut terdeteksi karena melakukan pengobatan rutin di Puskesmas yang ada Sawahlunto, sehingga bisa dilakukan dengan penanganan secara pengobatan rutin. Sehingga bisa mengurangi keganasan dari virus tersebut. Diakui Ranu Vera penyebab HIV/AIDS banyak dari perilaku menyimpang danenular kepada orang terdekatnya.
“Bahkan ada yang satu keluarga terkena HIV/AIDS. Kita berharap ke depannya jika masyarakat Sawahlunto sadar akan kesehatannya segera lakukan CKG inj pada hari ulangtahun sehingga bisa terdeteksi sejak dini jika ada penyakit dalam tubuh. Dan dapat dilakukan penanganan serta rujukan yang tepat,” pungkasnya.(pin)





