SOLOK, METRO–Memperkuat ketahanan pangan sangat penting dilakukan di tahun 2025 ini. Apalagi dalam mencegah terjadinya inflasi, serta juga persiapan jelang Ramadhan 1446 H yang sudah dekat. Salah satu upaya yang dilakukan diantaranya melalui peningkatan kemampuan penyediaan pangan.
Sekda Kabupaten Solok, Medison mengatakan seluruh pihak terkait harus selalu bersinergi dalam memberikan gambaran atau informasi terkait pelaksanaan program ketahanan pangan. Mulai dari ketersediaan pangan, distribusi pangan hingga persoalan pangan dan gizi.
Sehubungan dengan itu, untuk mewujudkan ketahanan pangan lanjutnya ada tiga aspek yang harus di perhatikan yaitu aspek ketersediaan pangan, aspek distribusi atau aspek akses pangan dan aspek konsumsi pangan.
Apalagi, dengan adanya dewan ketahanan pangan kabupaten Solok, kegiatan terkait pangan harus dapat terkoordinasi, terevakuasi, termonitor dan dapat melaksanakan distribusi, pengawasan pangan dan gizi dengan baik, serta yang terpenting berkelanjutan.
“Dalam menyikapi ketersediaan pangan untuk menuju ketahanan pangan, juga harus ada kerja konkrit lintas divisi, seperti kerjasama lintas instansi di Pemkab Solok, yakni, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Solok, Bulog Subdivre Solok, Bappeda, Dinas Pertanian, Dinas Pangan, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Koperindag dan Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Solok,” tambahnya.
Perhitungan data kebutuhan pangan setiap bulannya tidak sama, karena pada bulan bulan tertentu ada kegiatan hari besar keagamaan, dimana saat tersebut kebutuhan pangan meningkat dari bulan normal. “Masing-masing instansi harus berkontribusi terhadap data bahan pangan sesuai dengan Tupoksinya,” pungkasnya.
Sementara itu, Kabid Pangan, Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok, Eliyanora menyampaikan, pihaknya telah menyusun program yang berkaitan dengan pemberian informasi terkait ketahanan pangan, serta merumuskan beberapa rekomendasi tentang kesinambungan pelaksanaan program ketahanan pangan di kabupaten Solok.
Sebab, permasalahan pangan menurutnya menjadi vital, apalagi mendekati Bulan Ramadhan yang tidak kurang dari satu bulan lagi, karena hal ini juga berhubungan dengan gejolak harga pangan yang hingga saat ini masih menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi pemerintah dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan. “Ketahanan pangan daerah serta pemenuhan gizi masyarakat, terutama protein telah menjadi perhatian serius oleh pemerintah,” katanya.
Dalam rangka menyikapi tantangan dan peluang dalam hal pasokan dan stabilitas harga pangan, tahun ini pihaknya fokus menangani rantai distribusi agar pangan mudah diakses oleh masyarakat. (vko)






