METRO SUMBAR

Gubernur Mahyeldi Rangkul IPIM, Jadikan Masjid Sebagai Pusat Aktivitas Masyarakat

0
×

Gubernur Mahyeldi Rangkul IPIM, Jadikan Masjid Sebagai Pusat Aktivitas Masyarakat

Sebarkan artikel ini
PELANTIKAN PENGURUS— Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menghadiri pelantikan pengurus Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) se-Sumbar sekaligus silaturahmi ormas keagamaan, Sabtu (15/2) malam.

PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menghadiri kegiatan pelantikan pengurus Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) se-Sumbar  sekaligus silaturahmi ormas keagamaan dengan pemerintah yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumbar di Auditorium Gubernuran, Sabtu malam (15/2).

Upaya untuk mening­katkan kapasitas pengurus masjid dan mewujudkan masjid yang ramah, menjadi poin utama yang di­sampaikan Gubernur da­lam sambutannya pada kegiatan tersebut.

Menurutnya, mewujudkan kedua hal tersebut menjadi sangat penting dalam rangka menjadikan masjid sebagai pusat akti­vitas positif masyarakat.

“Peningkatan dan keramahan itu tidak hanya da­lam segi fisik tapi juga mental,” ujar Gubernur Mahyeldi.

Dikatakannya, sejak beberapa tahun terakhir Pemprov Sumbar sudah mulai menjalankan sejumlah program untuk mewujudkan semangat tersebut. Beberapa contohnya se­perti, pengalokasian anggaran hibah sebesar Rp112,56 miliar untuk rumah ibadah, kemudian juga ada pengalokasian anggaran untuk kebutuhan pembiayaan BPJS Marbot masjid, dan pelatihan mu­baliq dan guru TPA/TPQ.

“Program itu, ada yang sudah terlaksana dan juga ada yang masih dalam tahap persiapan,” ucap Mahyeldi.

Ia menilai, dukungan penuh IPIM dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) beserta Kemenag sangat diperlukan untuk mendu­kung harapan tersebut. Dengan sinergitas seluruh pihak, semangat untuk menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas masyarakat diyakini akan dapat diwujudkan lebih cepat.

Sementara itu, Staf Khu­sus Menteri Agama, Farid F. Saenong yang hadir mewakili menteri dalam kegiatan tersebut mengatakan kendati tengah menghadapi tantangan efesiensi anggaran, Kemenag tetap berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan program bersifat pe­layanan keagamaan.

“Pak Menteri berkomitmen akan menjaga keberlanjutan program yang bersifat pelayanan, termasuk pembinaan terhadap imam masjid. Efesiensi anggaran tidak menjadi masalah, kita harus bisa beradaptasi,” katanya.

Di tengah berbagai ke­terbatasan itu, pihaknya mengajak semua pihak memperkuat sinergitas satu sama lain. Setiap program harus terukur, efektif dan efesien, mulai dari tahap perencanaan sampai pelaksanaan. (fan)