METRO BISNIS

Dihadiri Menteri Agama RI, DMI Sumbar Gelar Seminar dan Tabligh Akbar Sambut Ramadan 1446 H

0
×

Dihadiri Menteri Agama RI, DMI Sumbar Gelar Seminar dan Tabligh Akbar Sambut Ramadan 1446 H

Sebarkan artikel ini
Pimpinan Wilayah DMI Provinsi Sumbar Prof Ganefri, Ph.D didampingi Ketua Panitia Seminar dan Tabligh Akbar Dr. Afrizen, MM dan Pengurus DMI Sumbar, usai rapat persiapan Seminar dan Tabligh Akbar DMI Provinsi Sumbar, Jumat (14/2) di Asrama Haji Padang

PADANG, METRO–Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Seminar dan Tabligh Akbar, Minggu, (16/2) pukul 8.30 WIB di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP).

Pimpinan Wilayah DMI Provinsi Sumbar Prof Ganefri, Ph.D didampingi Ketua Panitia Seminar dan Tabligh Akbar Dr. Afrizen, MM mengatakan, Seminar dan Tabligh Akbar DMI Provinsi Sumbar dilaksanakan sebagai rangkaian kegiatan menyambut bulan suci Ramadan 1446 H.

Seminar dan Tabligh Akbar menghadirkan Menteri Agama, Nasaruddin Umar sebagai keynote sepaker, Ketua PP DMI Pusat Jusuf Kalla, yang akan memberikan arahan dan membuka acara nantinya. Juga ada Dirjend Bimas Islam Kementerian Agama, Prof Abu Rohmad.

Tema yang diusung pada seminar dan tabligh akbar yang bakal dihadiri 3 ribu Pengurus Masjid se-Sumbar itu, “Masjid Dimakmurkan dan Memakmurkan”. Ganefri mengatakan, dengan tema tersebut masjid di Sumbar diharapkan tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga aktivitas lain sebagai sumber peningkatan produktivitas masyarakat.

“Di zaman Rasulullah masjid difungsikan untuk kepentingan umat. Terutama di bulan Ramadan ini. Masjid bisa dimakmurkan dan juga diharapkan bisa memakmurkan jemaah,” harap Mantan Rektor UNP tersebut.

Seminar dan Tabligh Akbar DMI Provinsi Sumbar nanti juga dihadiri Kepala Kanwil ATR/BPN Sumbar. Ganefri menambahkan, kehadiran Kepala Kanwil ATR/BPN Sumbar, karena juga ada penandatanganan kerja sama sertifikat masjid gratis.

“Ada penandatanganan kerja sama antara DMI dengan Kanwil ATR/BPN Sumbar dan Nahdatul Ulama (NU) Sumbar terkait sertifikasi masjid. Kita harapkan warga NU bisa memfasilitasi membantu mempercepat proses sertifikasinya. Bukan hanya sertifikasi masjid tapi juga tanah ulayat dan kaum,” terang Ganefri.

Ganefri menambahkan, sertifikasi masjid ini sangat besar manfaatnya. Dengan sertifikasi masjid, maka status masjid itu akan jelas, sehingga pengurusnya tidak lagi saling klaim.

“Dengan sertifikasi maka sama dengan mengadministrasikan masjid. Kalau ada bantuan dari pemerintah, masjid penerimanya jelas. Karena pemerintah berikan bantuan ke masjid itu harus jelas status tanahnya. Tahun 2025 ini, sertifikasi kita prioritaskan masjid nagari, raya dan masjid besar,” terangnya.

Pada kesempatan seminar dan tabligh akbar tersebut juga dilaunching website DMI. Ganefri menambahkan, hadirnya website ini untuk mendata masjid, baik itu posisinya, koordinat dan status tanah serta luas bangunan masjid. “Selain menghadirkan website, kita akan ada program digitalisasi. Dengan bekerjasama dengan Bank Nagari, maka akan diluncurkan 4.600 akun pengurus masjid,” terangnya.(fan)