METRO PESISIR

Efisiensi Anggaran, Penanggulangan Bencana Tetap Utama

0
×

Efisiensi Anggaran, Penanggulangan Bencana Tetap Utama

Sebarkan artikel ini
Rudy Repenaldi Rilis

PDG.PARIAMAN, METRO–Sekretaris Daerah  Pa­dang­pariaman Rudy Re­penal­di Rilis menyatakan kon­disi daerah dalam defisit, Pemkab Padangpariaman harus siap dalam me­ng­hadapi berbagai bencana alam.

“Kenapa tidak Kabupaten Padangpariaman sebagai daerah rawan ben­cana. Atas dasar itulah Pem­kab Padangpariaman harus menyiapkan sejumlah antisipasinya anpalagi  menghadapi efisiensi anggaran untuk menanggulangi dampak bencana di ta­hun 2025, kata Sekda Pa­dangpaiaman Rudy Repenaldi Rilis, kemarin.

Katanya, sesuai In­struk­­­si Presiden nomor 1 tahun 2025 tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pen­da­patan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, Presiden Prabowo meminta agar efisiensi juga dilakukan atas anggaran transfer ke daerah (TKD). Antisipasi ini perlu disiapkan karena dampak efisiensi, berda­sar­kan Keputusan Kementerian Keuangan (KMK) nomor 29 tahun 2025, sub sektor penerimaan daerah berkurang sebesar Rp84 Miliar. Pengurangan itu terjadi pada Dana Alokasi Umum (DAU) peruntukan bidang Pekerjaan Umum (PU) sebesar Rp54 M lebih dan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik di bidang PU, Perikanan dan lainnya se­besar Rp34 Miliar.

Rudy Repenaldi Rilis, mengatakan, efisiensi anggaran ini membuat tantangan baru bagi pemerintah dalam melaksanakan pembangunan daerah dan pelayanan publik di sektor infrastruktur. “Sebagai daerah rawan bencana, infrastruktur sering terdampak. Jadi ini tantangan bagi pemerintah untuk bisa me­lakukan renovasi dan pembangunan kembali,” ujarnya .

Baca Juga  Ciptakan Generasi Qurani, Jauhkan Anak dari Pergaulan Bebas

Diketahui selama dua tahun terakhir (2023-2024) melalui Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI) ada sebanyak 28 bencana tercatat di Padangpariaman, dampak dari bencana tersebut 77 rumah mengalami rusak berat 107 rumah rusak sedang dan 25 rumah rusak ringan, serta 18 fasilitas publik mengalami kerusakan.

Dampak bencana ter­sebut tentu harus mendapatkan tanggapan yang cepat dari pemerintah, guna mengembalikan stabilitas baik di sektor eko­nomi, Pendidikan dan Ke­se­hatan, dengan menggunakan anggaran pembangunan. Hanya saja me­lalui efisiensi terjadi pemangkasan anggaran, sehingga perlu adanya antisipasi dari pemerintah untuk menanggulangi dampak bencana di tengah keterbatasan anggaran pembangunan.

Dia menilai situasi ini membuat pemerintah ha­rus berpikir lebih keras, cara pertama yang akan dilakukan oleh pihaknya adalah dengan refocusing anggaran yang telah ada. “Sebelumnya belanja su­dah ditetapkan Rp 1,5 Triliun , setelah adanya efisiensi tentu akan kami lakukan refocusing anggaran sesuai dengan rencana kerja karena pendapatan ber­kurang Rp 88 M,” ujarnya.

Baca Juga  Wako Pariaman Sebut tak Ada Lagi Warga yang Nikah Siri, Mei, Pemko Gelar Sidang Isbat Nikah Terpadu

Dalam melakukan refocusing anggaran ini Rudy mengaku pemerintah ha­rus menerbitkan Peraturan Bupati guna mengubah lampiran APBD yang telah disetujui, serta dilakukan penyesuaian secara besar-besaran.

Sebelum melakukan hal tersebut, pemerintah Pa­dang­pariaman masih me­nunggu petunjuk teknis dari Kementerian keuangan, melalui pedoman teknis tersebut barulah dilakukan penyesuaian. Selain pembangunan, akibat efi­siensi, Rudy mengaku seluruh Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD) akan turut terdampak, dimana efisiensi meminta adanya pembatasan belanja untuk kegiatan yang sifatnya seremonial, studi banding, kajian, publikasi dan seminar atau diskusi.

Selain itu, Inpres tersebut juga meminta pemerintah daerah untuk mengurangi belanja perjalanan dinas hingga 50 persen dan membatasi belanja honorarium melalui pembata­san jumlah tim dan besaran honor. Pemerintah da­erah juga diminta mengurangi belanja yang sifatnya pendukung dan tidak memiliki output terukur, memfokuskan alokasi anggaran belanja pada target kinerja pelayanan public alias bukan berdasarkan pada pemerataan antar perangkat daerah atau berdasarkan alokasi anggaran belanja tahun sebelumnya. “Saya menilai efi­siensi ini diharapkan oleh pemerintah pusat supaya setiap rupiah APBD memang dipergunakan untuk ke­giatan produktif untuk ma­sya­rakat,” ujarnya. (efa)