METRO SUMBAR

Berkat Buka Program S2, Kampus STIT Syech Burhanuddin jadi Perhatian Masyarakat

0
×

Berkat Buka Program S2, Kampus STIT Syech Burhanuddin jadi Perhatian Masyarakat

Sebarkan artikel ini
BERSAMA—Mahasiswa dan mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syech Burhanuddin usai wisuda foto bersama.

PDG. PARIAMAN, METRO–Keberadaan Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syech Burhanuddin yang dipimpin oleh DR.Neni Triana,MA kemarin ini terlihat  terus menunjukkan berbagai pencapaian  membanggakan. Makanya tak heran, jika kampus yang berada di bawah naungan Yayasan Islamic Center Syekh Burhanuddin (YIC-SB) ini tampak begitu mendapat tempat di hati masyarakat.

Hal tersebut diakui Neni Triana, bahwa tanta

ngan kampus swasta seperti halnya STIT jelas semakin berat dari waktu ke waktu, terutama mengingat para kompetitor seperti kampus negeri yang luar biasa jor-joran dalam mencari calon mahasiswa. Hingga bisa dikatakan tidak ada peluang bagi mereka melepaskan calon mahasis­wanya ke kampus swasta.

Demikian pula persai­ngan yang berasal dari kampus swasta yang berjumlah 23 Perguruan Tinggi Agama Islam se- Sumbar. “Ini tentunya tantangan tersendiri bagi kita, namun alhamdulillah meski dengan tampilan kampus yang terbilang sederhana, namun ternyata STIT tetap mendapatkan tempat di hati masyarakat, ditandai meningkatnya animo ma­syarakat menguliahkan anaknya di sini,” terangnya.

Hasil dan pencapaian tersebut menurut Neni Triana tentunya bukannya tanpa alasan yang jelas. “Bagaimanapun sebagai kampus swasta yang berada di bawah naungan yayasan umat, kita jelas lebih mengutaman benefit atau kualitas di dibanding bonafitnya. Jadi ini tentu berbeda dengan yayasan pribadi atau individual lainnya,” terangnya.

Baca Juga  Anggota DPRD Mulai Laksanakan Tugas Kedewanan

Terbukti, dalam perjalanannya, berkat kerja keras semua pihak yang ada di STIT Syech Burhanuddin, baik kualitas STIT maupun jumlah mahasiswanya terlihat terus meningkat dari waktu ke waktu.

Akreditasi STIT yang setara dengan kampus negeri, yaitu Baik Sekali, atau sedikit berada di bawah Unggul juga menjadi alasan lain bagi para mahasiswa untuk memilih STIT Syech Burhanuddin sebagai tujuannya.

Demikian pula halnya standarisasi atau kualitas tenaga dosennya juga tidak diragukan lagi. Hal itu terlihat dari rata-rata ke­pangkatan dosennnya yang telah mencapai 3 D. STIT juga didukung 5 tenaga doktor dan 3 calon doktor lainnya yang saat ini hampir menyelesaikan studynya.

Dengan berbagai keunggulan itu, sesuai komitmennya, STIT Syech Bur­hanuddin juga terus bertekad untuk melahirkan sarjana siap pakai. Hasil­nya ternyata sangat memuaskan. Terbukti, tahun 2023 lalu tercatat lebih dari 250 mahasiswa STIT tercatat lulus sebagai PPPK, begitu pula tahun ini juga tercatat lebih 200 tamatan STIT berhasil lulus seleksi PPPK.

Keunggulan lainnya,  salah satu kampus tertua di Kota Pariaman ini juga tercatat telah menjalin kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di Malaysia. Khususnya dalam hal visiting tour. Dimana de­ngan kerjasama itu sejumlah dosen STIT berkesempatan memberi materi kuliah  di Malaysia, begitu pula sebaliknya.

Baca Juga  Jaksa KPK Hadirkan 4 Saksi Kontraktor, Dugaan Suap Proyek Jembatan Ambayan dan Masjid Agung Solsel

Selain itu, STIT secara rutin juga aktif mengantarkan mahasiswanya me­ngikuti KKN di samping untuk keperluan Praktik La­pangan atau (PL) lainnya di negeri Serumpun itu.

Kampus yang berdiri sekitar tahun 1978 ini, saat ini tercatat memiliki dua prodi, masing-masing, Pen­didikan Agama Islam (PAI) dan Prodi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUDNI).  Kini, STIT Syech Burhanuddin pun mencoba mengu­sung asa baru, salah satunya rencana membuka prodi S2 sekaligus pihak managemen STIT maupun pengurus yayasan berharap agar ke depannya STIT Syech Burhanuddin bisa ditingkatkan menjadi kampus negeri.  “Khusus untuk pembukaan program S2, saat ini kita sedang mengusulkan penambahan prodi baru, yaitu Managemen Pendidikan Islam. Sementara, untuk peningkatan menjadi ne­geri, saat ini sedang kita telusuri lebih jauh, sembari menyiapkan berbagai persyaratan yang dibutuhkan untuk itu,” terang Neni Triana.  Pihaknya mengaku optimis harapan dan cita -cita itu bakal bisa terwujud seperti diharapkan, terlebih mengingat masih belum ada kampus megeri di Kota Pariaman hingga saat ini.”Makanya sebagai kampus tertua, kita tentu optimis jika ke depannya kampus STIT ini bisa dinegerikan seperti diharapkan,” ungkapnya.  (efa)