SOLOK/SOLSEL

Wabup Jon Firman Pandu Bertekad, Produk UMKM Kabupaten Solok harus Maju

1
×

Wabup Jon Firman Pandu Bertekad, Produk UMKM Kabupaten Solok harus Maju

Sebarkan artikel ini
BERSAMA—Jon Firman Pandu bersama Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu menghadiri Pembukaan International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2025 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center.

SOLOK, METRO–Wakil Bupati (Wabup) Solok Jon Firman Pandu, menyampaikan bahwa produk – produk UMKM dari Kabupaten Solok harus bangkit. Daerah Kabupaten Solok harus ada keberagaman kedepannya.

“Kita ingin mendorong bagaimana ekonomi kreatif Solok ini bangkit. Dan ini merupakan momentum bagi kita untuk lebih mengembangkan produk produk kita di Kabupaten Solok, sehingga produk produk dari Kabupaten Solok bisa menembus pasar internasional,” ujarnya.

Jon Firman Pandu bersama Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu menghadiri Pembukaan International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2025 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center. Perhelatan Inacraft yang berlangsung dari tanggal 5 sampai dengan  9 Februari 2025 kemarin dibuka langsung oleh Ketua Umum Dekranas Ny. Selvy Gibran. Hadir pula sejumlah pejabat, seperti Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Koperasi Budi Arie, dan Menteri Perdagangan Budi Santoso.

Acara ini merupakan salah satu pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara dengan mengusung tema  “ From Smart Village to Global Market “. Kegiatan ini  juga menjadi wadah bagi para pengusaha industri kreatif  untuk memperkenalkan produknya ke pasar yang lebih luas.

Kali ini Dekranasda Ka­bupaten Solok turut meramaikan Inacraft tahun 2025 dengan membawa produk unggulan kerajinan Kabupaten Solok yang terdiri dari tenun, batik, bordir, sulaman, anyaman pandan, ecoprinting baik berupa kain, tas, selendang, mukena, tikar, dan deta.

Pada kesempatan itu,  Stan Kabupaten Solok juga dikunjungi oleh Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moriza. Ia menyampaikan bahwa UMKM harus menerapkan Prinsip LIDI ( Loyalitas, intergritas, disiplin, inovatif ), dengan menerapkan prinsip tersebut, diharapkan UMKM yang ada di Kabupaten Solok bisa memiliki visi dan naik kelas agar bisa menembus pasar internasioanal. (vko)