METRO SUMBAR

KPU Dharmasraya Gelar Rapat Evaluasi Pilkada Serentak 2024, Partisipasi Pemilih Rendah jadi Sorotan

0
×

KPU Dharmasraya Gelar Rapat Evaluasi Pilkada Serentak 2024, Partisipasi Pemilih Rendah jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
RAPAT EVALUASI PILKADA— KPU Dharmasraya mengadakan Rapat Evaluasi Pilkada serentak 2024 di auditorium kantor Bupati Dharmasraya, Selasa (11/2)

DHARMASRAYA, METRO–Komisi Pemilihan U­mum (KPU) Dharmasraya menggelar Rapat Evaluasi Pemilihan Serentak Nasional 2024 bersama stakeholder dan awak media di Auditorium Kantor Bupati Dharmasraya, Selasa (11/2).

Evaluasi ini, diharapkan dapat membuka diskusi luas terkait strategi KPU ke depan, terutama dalam menjaga netralitas, me­ningkatkan kesadaran politik warga, dan mendorong partisipasi pemilih dalam kondisi kompetisi politik yang minim.

Dalam kesempatan itu, Ketua KPU Dharmasraya, France Putra menyampaikan, bahwa evaluasi ini menjadi momentum refleksi atas pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024, termasuk tantangan dari fenomena calon tunggal.

Tak lupa, France juga mengapresiasi dukungan masyarakat dalam me­nyuk­seskan pemilu. Ia juga berharap, evaluasi ini nantinya dapat memberi ruang bagi peserta untuk menyampaikan masukan, yang nantinya akan menjadi bahan perbaikan ke depan.

Sementara itu, Bupati Dharmasraya Sutan Riska yang diwakili Staf Ahli Irwan menyoroti tahapan pemilu, yang menurutnya tidak ada kendala dan gang­guan yang berarti, dan juga tanpa adanya gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Hal ini tentu dapat dijadikan indikator bahwa KPU Dharmasraya telah berhasil menjalankan proses Pilkada dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Narasumber dalam acara ter­sebut, seorang akademisi sekaligus advokat, Fitra Mulyawan menyampaikan beberapa catatan pen­ting terkait perhelatan Pilkada di Kabupaten Dhar­masraya. Ia me­nyoroti angka partisipasi pemilih masya­rakat yang rendah.

Menurutnya, sukses­nya pemilu tidak selalu berarti tanpa masalah. De­mokrasi tumbuh dari ma­syarakat. Ketika Pilkada Dharmasraya hanya meng­hadirkan calon tunggal, tantangan KPU adalah bagaimana meningkatkan partisipasi pemilih di TPS pada pilkada mendatang. “Dan pada bagian ini lah kita seharusnya melihat kembali pada setiap ta­hapan-tahapan yang telah dilalui oleh KPU Dharmasraya,” ungkapnya.

Fitra juga menjabarkan beberapa faktor yang me­nyebabkan partisipasi pemilih masyarakat di Ka­bupaten Dharmasraya yang masih rendah. Salah satunya adalah, kurangnya pendidikan politik di masyarakat, sehingga ma­syarakat menjadi kurang berminat untuk datang ke TPS. (cr1)