SAWAHLUNTO, METRO–Penjabat (Pj) Wali Kota Sawahlunto Fauzan Hasan, S.STP, M.Si, bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sawahlunto terpilih Riyanda Putra, S.IP dan Jeffry Hibatullah mendampingi Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat, Maria Doeni Isa, S.T, MM, meninjau hasil pembangunan plaza terminal Kota Sawahlunto, pada Jumat (7/2) kemarin.
“Plaza Terminal Sawahlunto tersebut saat ini sedang dalam masa pemeliharaan. Terkait adanya aspirasi dari masyarakat yang memberi kritik dan saran dalam pembangunan tersebut ditindaklanjuti pemerintah dengan menginstruksikan pihak rekanan yang mengerjakan pembangunan tersebut segera membenahi hal-hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya,” jelasnya.
Sebelumnya, diduga pengerjaan asal jadi pada proyek yang difungsikan untuk terminal Sawahlunto. Dimana pasca satu bulan selesai pe-ngerjaannya di akhir ta-hun 2024, proyek ini men-dapatkan respon yang tak baik dari warga Sawahlunto. Disebabkan bangunan fisik dari proyek tersebut mengalami retakan plester dari bagian atas lantai dasar, rembesan air dari bagian atas lantai dasar ke dinding beton dari bangunan dan terdapat patahan pada sambungan betonnya.
Ini menjadi sejumlah pertanyaan kenapa pro-yek yang seharusnya ma-sih dalam posisi baru selesai sudah ada kendala dalam hasilnya, seharusnya proyek tersebut difungsikan untuk jangka panjang namun baru sebulan kondisi fisiknya su-dah retak-retak.
Proyek ini merupakan proyek Penataan Kawa-san Pusaka di Kota Sa-wahlunto yang dikerjakan oleh CV. Tata Karya Pratama nomor kontrak 02/HK.02.01/Cb.3.4.1/2024 Tanggal 02 Juli 2024, Nilai Kontrak Rp.4 Miliar dengan masa pelaksanaan 180 hari kalender dan ma-sa pemeliharaan 180 hari kalender, Konsultan Pengawas PT. Synpra Engineering Consultan , Konsultan Perencanaan CV. Graha Cipta Kirana dengan dana APBN/2024 diba-wah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya BP-PW Sumatera Barat Sat-ker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Sumatera Barat.
Kepada POSMETRO, sebagai pengamat Konstruksi Sumatera Barat Afrinaldi, ST mengatakan dari foto-foto terlihat rembesan air dari atas berati saat pekerjaan lantai Plat beton atau Balok Ring tidak melakukan pekerjaan sesuai dengan speck nya, ditambah lemah nya pengawasan dari pihak Konsultan Pengawas.
“Ada nya retak-retak dalam plesteran dinding pagar atas di sebabkan ketidak telitian dalam pro-ses plesteran dinding ter-sebut. Hal ini diperparah dengan sambungan balok ke balok tidak rapi dalam pemasangan Mal Beton Balok tersebut,” ungkap Afrinaldi, ST .
Dari konfirmasi langsung via WhatsApp dengan kontraktor pelaksana CV. Tata Karya Pratama Jimmy membantah pe-nger-jaannya tidak sesuai speck. Menurut Jimmy sebagai kontraktor proyek tersebut. “Pihak saya bertanya dasar dikatakan tidak sesuai speck itu darimana. Pengerjaan kita selama ini dari nol sampai selesai itu tanpa gambar dan limit speck ya,” terang Jimmy.
“Di singgung terkait fakta di lapangan yang membuktikan hasil kerja fisiknya memiliki kerusakan melalui foto-foto yang diperoleh media ini, sebagai kontraktor Jimmy menyebutkan,” kenapa bisa ngejudge dari hal-hal yang tampak dimata,” sergah Jimmy.
Namun pihaknya pun mengakui memang ada dari pengerjaan proyek tersebut yang rusak dan cacat namun sudah diperbaikinya. Per tadi pagi sudah kita kerjakan mana ada yang rusak dan cacat. “Dan pihaknya sebagai kontraktor pelaksana meyakinkan menjamin ketahanan bangunan sudah pasti menjamin 100 persen,” ungkapnya.
Pihak Kejaksaan Negeri Sawahlunto yang juga sebagai pengawas dan pemantau pengerjaan proyek daerah strategis yaitu kawasan pusaka Kota Sawahlunto melalu Kasi Intel Rendra, pihaknya saat ini tetap me-lakukan pengawasan dan pemantauan sesuai prosedurnya. (pin)






