BERITA UTAMA

Nenek 70 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai, Dilaporkan Hilang Empat Hari, Diduga Hanyut dan Tenggelam

0
×

Nenek 70 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai, Dilaporkan Hilang Empat Hari, Diduga Hanyut dan Tenggelam

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI— Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah nenek 70 tahun yang ditemukan tewas di aliran Sungai Batang Antokan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam.

AGAM,METRO–Tragis. Seorang wanita lanjut usia  (lansia) warga Lubuak Panjang, Jorong II Garagahan, Nagari Gara­gahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, yang dilaporkan hilang sejak empat hari yang lalu, ditemukan dengan kondisi tak bernyawa di aliran Su­ngai Batang Antokan, Ju­mat (7/2) sekitar pukul 11.00 WIB.

Saat ditemukan, korban bernama Rosmaniar (70) ini kondisinya sudah mulai membengkak dan menga­lami pembusukan. Tim SAR gabungan kemudian me­ma­sukkan jasad korban ke dalam kantong jenazah lalu mengevakuasinya ke ru­mah duka.

Kepala Bidang Kedaru­ratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam Ichwan Pratama Danda mengatakan, pihak keluarga sudah kehilangan korban sejak Selasa (4/2) sekitar pukul 15.30 WIB. Hilangnya korban kemudian dilaporkan ke pihak Kepolisian lalu diteruskan ke BPBD.

Baca Juga  Silaturahmi dengan Kelompok Senam Wanita Limau Manis, Ketua DPRD Sumbar Dorong Budayakan Hidup Sehat dan Perkuat Kebersamaan

“Setelah mendapat laporan adanya orang hilang dari personel Kepolisian, kami langsung mengerahkan tim ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap korban. Pencarian melibatkan tim gabungan dari BPBD Agam, Polres Agam, Pemadam Kebakaran Agam, Palang Merah Indonesia dan masyarakat setempat,” ungkap Ichwan kepada wartawan.

Dijelaskan Ichwan, pencarian mulanya dilakukan dengan membagi dua tim untuk menyisiri aliran sungai hingga perkebunan masyarakat. Namun, hingga pencarian hari keempat, barulah korban berhasil ditemukan dengan kondisi sudah meninggal dunia.

“Posisi korban saat ditemukan berada di aliran Sungai Batang Antokan menjelang Shalat Jumat. Jaraknya dari rumah korban sekitar 3 Kilometer. Ini cukup jauh. Dugaan kami, korban ini beraktivitas di aliran sungai hingga kemudian hanyut dan tenggelam,” jelas Ichwan.

Baca Juga  Dengar Aspirasi Pedagang, Calon Bupati-Wabup Dharmasraya Annisa-Leli Blusukan ke Pasar Sikabau

Ichwan menuturkan, berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban sehari-harinya beraktivitas di sekitaran rumahnya. Korban terakhir dilihat oleh anaknya atas nama Arlina Wani (35) di rumah sekitar pukul 15.00 WIB, Selasa (4/2).

“Tetapi pada pukul 15.30 WIB, korban tidak ada di rumah dan telah dilakukan pencarian oleh warga, namun belum ditemukan. Korban baru ditemukan setelah pencarian melibatkan puluhan orang. Setelah ditemukan, tim langsung mengevakuasi korban ke rumah duka untuk disemayamkan lalu dikebumikan,” tutup dia. (pry)