BERITA UTAMA

Sempat Dirawat di Rumah Sakit, Pemilik Warung yang Dilukai Perampok Akhirnya Meninggal Dunia

0
×

Sempat Dirawat di Rumah Sakit, Pemilik Warung yang Dilukai Perampok Akhirnya Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
OLAH TKP— Polisi melakukan olah TKP kasus perampokan warung yang membuat korban Herman luka parah hingga akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.

AGAM, METRO–Setelah menjalani perawatan intensif, Herman (72) yang mengalami luka parah usai dinaiaya perampok di warungnya yang berada di Jalan Lintas Bukittinggi-Payakumbuh, Simpang Lundang, Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit.

Korban Herman dikabarkan meninggal dunia pada Jumat  pagi (7/2) di Rumah Sakit Achmad Muchtar Bukittinggi. Setelah itu, korban dibawa oleh keluarganya ke kampung halamannya untuk dikebumikan. Sedangkan pelaku perampokan berinisial RR (40) sudah berhasil ditangkap Polisi dan terancam hukuman yang berat.

Kabar meninggalnya Herman dibenarkan Kapolsek IV Angkat Canduang Iptu Imtaskha.  “Benar, korban pencurian dengan kekerasan sudah meninggal. Informasinya tadi pagi,” kata Iptu Imtaskha ketika dikonfirmasi wartawan.

Diketahui, aksi perampokan ini terjadi pada Minggu 2 Februari 2025. Seorang perampok masuk ke warung milik Herman dan melakukan penganiayaan. Pelaku menganiaya Herman menggunakan balok hingga kakek ini menderita luka-luka.

Usai menganiaya korban, pelaku mengambil sepeda motor, uang tunai dan rokok milik korban. Selanjutnya pelaku berinisial RR (40) ini kabur dan tertangkap di daerah Kampar pada Rabu 5 Februari 2025.

Baca Juga  Ditemukan di Aliran Sungai Batang Sinamar, Tim Gegana Polda Sumbar Musnahkan Granat Peninggalan Zaman Penjajahan

Sementara, korban Herman ditemukan warga dengan kondisi tergeletak tak sadarkan diri, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Ahmad Mochtar. Sayangnya, korban yang sudah mendapatkan perawatan, kondisinya dari hari ke hari semakin menurun dan dinyatakan meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polresta Bukittinggi, AKP Idris Bakara mengatakan, pihaknya sudah menangkap pelaku yang melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap pria lansia di Lundang, Kecamatan Ampek Angkek. Ditangkapnya pelaku setelah pihaknya melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.

“Jadi, setelah korban ditemukan tergeletak tak sadarkan diri di warungnya, kami langsung melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan dari saksi-saksi. Berkat kerja keras tim gabungan, kami mendapatkan informasi pelaku bersembunyi di salah satu masjid di Kampar, Riau. Saat itu juga kami bergerak ke sana dan menangkap pelaku tanpa perlawanan,” kata AKP Idris kepada wartawan.

Dijelaskan AKP Idris, berdasarkan keterangan pelaku, ia melakukan pencurian atas dasar untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, aksi perampokan itu berawal saat sehari sebelum kejadian, pelaku datang ke warung korban untuk duduk bercerita sambil minum kopi.

Baca Juga  Polda Sumbar Sita 7,9 Kg Sabu, 262 Kg Ganja dan 57 Butir Pil Ekstasi, Tak Lagi Daerah Transit, Sumbar jadi Wilayah Target Peredaran

“Pelaku ini katanya berasal dari Sawahlunto, dia berusaha untuk mencari pekerjaan tapi belum ada, sementara statusnya masih pengangguran, namun beberapa kali lewat dan pernah singgah di warung si korban,” jelas AKP Idris.

Dikatakan AKP Idris, saat berbincang-bincang dengan korban, pelaku memang merasa tersinggung dengan perkataan korban. Pasalnya, korban sempat dituduh maling oleh korban, padahal ia datang ke sana untuk mencari pekerjaan.

“Kemudian, besok harinya si pelaku kembali lagi ke warung si korban. Pelaku kembali bercerita dengan korban hingga laur malam. Karena melihat situasi dan kondisi di warung korban sepi jadi dia melancarkan aksinya untuk melakukan pencurian,” sambungnya.

AKP Idris juga mengatakan bahwa pelaku melakukan pencurian dengan cara menganiaya korban menggunakan benda tumpul. Pelaku R memukulkan balok kayu yang sudah diperiapkannya kepada korban sehingga membuat korban terkapar tak berdaya.

“Selain melakukan penganiayaan, pelaku juga mengambil sepeda motor, handphone, uang kurang lebih 150 ribu dan beberapa slof rokok dengan berbagai jenis. Pelaku selanjutnya kabu ke Provinsi Riau,” tutup dia. (pry)