OLAHRAGA

Sudah 11 Tahun Berpasangan Tapi Performa Cenderung Inkonsisten, Fajar/Rian Berpotensi Dirombak oleh PBSI

0
×

Sudah 11 Tahun Berpasangan Tapi Performa Cenderung Inkonsisten, Fajar/Rian Berpotensi Dirombak oleh PBSI

Sebarkan artikel ini
PEBULU TANGKIS— Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Muhammad Rian Ardianto dan Fajar Alfian mengembalikan kok ke arah ganda putra Malaysia Man Wei Chong dan Kai Wun Tee pada final Daihatsu Indonesia Masters 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (26/1).

JAKARTA, METRO–Pelatih ganda putra Pe­latnas PBSI, Antonius Budi Ariantho buka suara perihal kemungkinan perombakan pasangan pada ta­hun ini, termasuk Fajar Alfian/Muhammad Rian Ar­dianto. Namun pelatih jebolan PB Djarum Kudus itu tak mau terlalu gegabah.

Fajar/Rian sudah sa­ngat lama berpasangan di sektor ganda putra. Duet binaan PB SGS PLN Ban­dung dan PB Jaya Raya Ja­karta itu telah berduet sejak masih usia sangat muda. Tepatnya pada 2014, di mana itu tahun pertama keduanya bergabung de­ngan Pelatnas PBSI.

Saat itu Fajar/Rian disatukan oleh pelatih Chafidz Yusuf. Mereka mencatatkan debut dalam ke­juaraan Indonesia International Challenge 2014 (12-16 Agustus), dan langsung mrnjadi juara setelah me­ngalahkan sesama pasa­ngan Indonesia, Fran Kurniawan/Agripinna PR Putra, dengan skor 9-11, 11-9,11-9,11-8.

Sejak saat itu, Fajar/Rian terus berduet hingga kini. Sejumlah prestasi ditorehkan mulai dari medali perak Asian Games 2018, dua medali perunggu Ke­juaraan Dunia Bulu Tangkis (2019, 2022), hingga 12 gelar dalam 20 final BWF World Tour Finals, termasuk dua All England (2023, 2024).

Selain prestasi gelar, Fajar/Alfian juga pernah menjadi pasangan ganda putra nomor satu dunia. Yakni pada 27 Desember 2022 dan bertahan selama kurang lebih 10 bulan sebelum akhirnya turun pada 10 Oktober 2023.

Namun, prestasi dan performa Fajar/Rian belakangan mengalami penurunan. Terutama ketika menjelang, saat, dan setelah Olimpiade Paris 2024. FajRi -akronim Fajar/Rian- yang menjadi andalan, kesulitan untuk juara lagi dan gagal mempersembahkan medali emas.

Kondisi itu membuat banyak yang menganggap Fajar/Rian mesti dipisah. Badminton Lovers (BL) mendesak agar keduanya dirombak dengan pemain lain untuk penyegaran.

Lantas bagaimana respons Antonius Budi Ariantho selaku pelatih ganda putra Pelatnas PBSI anyar? Dia mengaku tak menutup peluang untuk hal itu. Tapi Antonius juga mengatakan tak bisa sembarangan.

“FajRi ya enggak tau (rombak atau tidak). Tapi kita bisa juga mempertahankan, karena kan dia kan ranking empat nih, kita juga hati-hati gitu loh,” kata Antonius Budi di Jakarta, beberapa hari lalu.

Meski seret prestasi dan gelar, saat ini Fajar/Rian masih berada dalam persaingan elite dunia. Mereka menempati urutan empat dunia dan hanya di bawah Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark), Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia), dan Liang Wei Keng/Wang Chang (Tiongkok).

“Rombak mereka de­ngan ranking empat (dunia), jangan sampai bumerang buat kita,” terangnya.

Lebih jauh Antonius mengatakan bahwa ganda putra sebenarnya baru dilakukan penyegaran. Yakni duet Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan Daniel Marthin/Shohibul Fikri. Sebelumnya Leo bersama Daniel dan Fikri de­ngan Bagas.

Situasi itu membuat Antonius lebih berhati-hati dalam melakukan perombakan pasangan lain di ganda putra. “Kita juga kan lihat yang di bawahnya yang dua pasang ini kan sebetulnya udah dirombak sama pelatih sebelumnya (Aryono Miranat) ya kan,” katanya.

“Nah ini kan udah di­rombak kayak gini, nah saya kan dapetnya seperti ini kan, nah kalau saya mau ngerombak mana lagi nih, masa mau balikin lagi, ya kan, kita harus hati-hati di situ,” tambahnya.

Di satu sisi, Antonius menegaskan bahwa perombakan cukup terbuka dan jika dia akan melakukannya, pasti pada tahun ini. Sebab sepanjang 2025 tim pelatih diberikan kebebasan untuk coba-coba duet demi menemukan racikan terbaik untuk 2026 dan dipersiapkan ke Olimpiade Los Angelez 2028.

“Saya masih akan melihat beberapa turnamen terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan me­ngenai perubahan pasa­ngan. Saya belum memutuskan apakah akan me­lakukan rombakan atau tidak,” kata Antonius.

“Mungkin tahun 2025 ini saatnya untuk merombak, tetapi bisa juga tidak. Kami akan lihat perkembangannya,” pungkasnya. (jpg)