METRO SUMBAR

Musrenbang Kecamatan Payakumbuh Barat Hasilkan 84 Usulan Prioritas

0
×

Musrenbang Kecamatan Payakumbuh Barat Hasilkan 84 Usulan Prioritas

Sebarkan artikel ini
Asisten II Wal Asri, Anggota DPRD Kota Payakumbuh, Bappeda, Camat, Kapolsek, Danramil saat foto bersama.

Pj.Wali Kota Payakumbuh, Suprayitno diwakili Asisten II Wal Asri, menyebut momen Musrenbang tingkat kecamatan sangat berharga bagi seluruh elemen masya­rakat untuk menyusun kegiatan dan perenca­naan tahun 2026. Melalui perencanaan partisipatif masyarakat, pembangu­nan di Kota  Payakumbuh akan jauh lebih baik dimasa-masa yang akan datang.

Musrenbang Terintegrasi Rembuk Stunting Kecamatan Payakumbuh Barat tahun 2025 dengan tema “Melalui Musrenbang kecamatan kita wujudkan peningkatan kualitas SDM dan pemberda­yaan masyarakat untuk tranformasi sosial eko­nomi  yang inklusif  dan berdaya saing di kota Pa­yakumbuh” juga dihadiri Anggota DPRD Kota Pa­yakumbuh.

Diantaranya, Fitrayanto, Ainul Farhan J, Irmai­sar, serta Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Tenagakerja dan Perindustrian, Kepala Dinas Sosial, serta Danramil, Polsek, Lurah, LPM, KAN, Bundo Kanduang dan perwakilan lembaga, tokoh-tokoh masyarakat, serta niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai.

Wal Asri menyebut, kepedulian bersama, dapat mewujudkan pemba­ngunan partisipatif. Sehingga dapat memenuhi harapan dan keinginan masyarakat. Melalui Musrenbang ini dapat mempertajam perencanaan. Meski dengan keterba­tasan anggaran daerah, maka perlu memilah dan memilih mana yang jadi prioritas.

Dikatakannya, tahun 2026, merupakan tahun terakhir perencanaan pem­bangunan daerah 2023-2026. Dan kedepan akan diselaraskan dengan perencanaan sesuai de­ngan visi-misinya Kepala Daerah terpilih yang Rencananya pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Payakumbuh pada 20 Februari 2025 mendatang.

Dia juga menyebut pe­rekonomian Kota Payakumbuh tumbuh bergerak cepat, dan Kecamatan Payakumbuh Barat de­ngan 17 Kelurahan dengan penduduk paling banyak sangat menggembirakan, cafe-cafe, pedagang UMKM disepanjang jalan Sukarno Hatta terlihat tumbuh bak cenawan dimusim hujan. Kemudian ada pusat pertumbuhan ekonomi baru seperti Batang Agam.

“Masalah kita adalah soal sampah, karena TPA regional kita di limbukan longsor beberapa waktu lalu. Kami himbau camat, lurah dan seluruh warga untuk memilah sampah mulai dari rumah tangga. Ada organik dan non organik, jika tidak dipisah maka akan sulit. Maka sampah organik harus diolah menjadi kompos,” harapnya.

Camat Payakumbuh Barat, Ul Fakhri, S.Sos menyebut sudah melakukan mupakat RW dan Mus­renbang Kelurahan beberapa waktu lalu. Ma­sing-masing Kelurahan me­ngusulkan 5 program prioritas. Sehingga untuk tingkat Kecamatan Payakumbuh Barat, ada sebanyak 84 usulan. Dimana 74 usulan terkait dengan sarana prasarana, 10 usulan terkait pembangunan eko­nomi.

Diantaranya, pemba­ngunan drainase, jalan ling­kung, pemeliharaan jalan, peningkatan jalan, pelatihan MUA, pemeliharaan trotoar, pelatihan dasar kewirausahaaan semua generasi, pemba­ngunan jaringan irigasi usaha tani, pembinaan dan refiralisasi kelompok serta pelatihan administrasi kelompok tani,  pe­latihan berbasis komputer, pelatihan procesing roti dan kue, dan pelatihan menjahit serta usulan lainnya.

Ul Fakhri, menyebut ada beberapa yang sa­ngat urgen dan mendesak yaitu terkait pembangu­nan kantor lurah parit rantang, karena disini penduduknya paling besar dan berada dipusat kota.

Selain itu Disampaikan Ul Fakhri, geliat ekonomi di kecamatan Payakumbuh barat sangat hidup. Tapi sektor budaya dan agama mesti harus jauh lebih hidup. Karena sangat miris soal budaya anak-anak muda yang ditanya sukunya saja kadang tidak tahu.

“Dan kita titipkan apa yang menjadi kebutuhan baik fisik, penguatan UMKM, sosial budaya, dapat kita berharap anggota DPRD dari dapil Payakumbuh Barat untuk bisa me­ngalokasikan dana pokok pokok pikirannya untuk mengakomodir usulan ma­syarakat,” harapnya.

Sekretaris Bappeda, Nila Masna, menyampaikan terkait angka kemiskinan yang mengalami pe­nurunan, IPM naik, pengangguran turun. Dan untuk tahun 2026 masih ada sekolah negeri yang ke­kurangan murid. Stunting, terkait kekerasan dalam rumah tangga dan masih terbatasnya lapangan kerja.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Payakumbuh Fitrayanto, mengaku akan ikut mengawal hasil Musrenbang yang sebe­lumnya sudah dilakukan setiap kelurahan yang sudah diinput dalam sistim. Dari 84 usulan tentu tidak akan bisa semua dilakukan, dan kami akan mensupor melalui pokir, dan tentu akan dilihat sesuai dengan apa yang menjadi prioritas.

“Jika ada usulan yang tidak bisa diakomodir, apakah karena keterba­tasan anggaran, kendala teknis dan lainnya maka harus dijelaskan kepada masyarakat, edukasi ma­syarakat sehingga nanti tidak muncul rasa anti pati dari masyarakat, sehingga masyarakat bisa memahami,” ucapnya.

Tokoh masyarakat Kecamatan Payakumbuh Barat yang juga Ketua LPM Nunang Saya Ba­ngun, Fahman Rizal, harapan tiap usulan dikelurahan itu dapat dilaksanakan. Dan 5 usulan dari masing-masing kelurahan itu tentu sangat prioritas. Dan bila tidak bisa dilaksanakan tahun 2026 karena keterbatasan anggaran maka diharapkan tahun-tahun berikutnya tetap jadi prioritas.

“Kita apresiasi anggota DPRD kita yang sangat perhatian dengan ber­bagai kondisi masyarakat. Tentu termasuk untuk pembangunan kota Payakumbuh, harapannya secara politis tetap dilakukan pengawalan terhadap apa yang menjadi harapan dan usulan masyarakat, apakah itu melalui fokir dan lainnya,” harap. (***)