AGAM, METRO–Nasib malang dialami oleh pria yang sudah lanjut usia (lansia) di Koto Bawah, Nagari Panampuang, Kecamatan Ampekangkek, Kabupaten Agam. Pasalnya, ia ditemukan dengan kondisi tak sadarkan diri akibat dianiaya oleh komplotan perampok.
Saat ditemukan, korban yang bernama Erman (73) mengalami luka parah dan terkapar bersimbah darah di dalam warung yang berada di tepi Jalan Bukittinggi-Payakumbuh dekat Jembatan Lundang tersebut. Melihat kondisi seperti itu, warga langsung membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Mirisnya, komplotan perampok yang memasuki warungnya itu, tidak hanya melukai korban. Mereka juga menjarah isi warung korban. Pascakejadian, Polisi yang mendapat laporan adanya aksi perampokan, langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP. Selain itu, warung korban juga sudah dipasangi garis polisi.
Kapolresta Bukittinggi Kombes Pol Yessi Kurniati, membenarkan terjadinya kasus pencurian dengan kekerasan di wilayah Kecamatan Ampekangkek. Menurutnya, akibat kejadian itu, korban Erman hingga kini belum sadarkan diri meski sudah dirawat di rumah sakit.
“Kasus perampokan ini disinyalir sudah direncanakan oleh para perampok, sehingga dengan mudah melakukan aksinya. Menurut keterangan saksi-saksi di lokasi, korban Erman kebiasaan memang tidur di warungnya itu sendirian dan tidak ada ditemani sanak keluarganya,” ungkap Kombes Pol Yessi kepada wartawan.
Lantaran korban selalu sendirian itulah, ujar Kombes Pol Yessi, Disinyalir para pelaku ini nekat melakukan perampokan. Aksi perampokan ini diduga lebih dilakukan oleh satu orang, namun pihaknya belum bisa memastikan berapa orang pelakunya.
“Korban saat ini berada di RS Ahmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi dalam kondisi tidak sadar. Dari hasil pemeriksaan pihak rumah sakit korban mengalami luka lebam di kepala, diduga dipukul oleh pelaku dengan benda tumpul. Dan informasinya para perampok yang berhasil membawa kabur sepeda motor miliknya usai menganiaya korban,” jelas Kombes Pol Yessi.
Terkait kasus ini, tegas Kombes Pol Yessi, pihaknya sudah mengerahkan Tim Inafis Polresta Bukittinggi dan Tim Satreskrim untuk melakukan penyelidikan secara intensif.
“Kami belum bisa memintai keterangan dari korban karena belum sadar. Begitu juga terkait berapa kerugian korban, belum bisa kita simpulkan. Yang jelas, tim masih terus bekerja untuk mengungkap kasus ini sehingga para pelakunya bisa ditangkap dalam waktu dekat,” tutup dia. (pry)






