BERITA UTAMA

Gagas Makan Gizi Gratis Sejak 2006, Prabowo Dinilai Peduli dengan Hak Dasar Anak

0
×

Gagas Makan Gizi Gratis Sejak 2006, Prabowo Dinilai Peduli dengan Hak Dasar Anak

Sebarkan artikel ini
Presiden RI, Prabowo Subianto

JAKARTA, METRO–Program makan bergizi gratis (MBG) sudah digagas Presiden RI Prabowo Su­bianto sejak 2006. Gagasan MBG sejak 2006 itu disampaikan Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojo­hadikusumo.

Terkait itu, pengamat sekaligus Direktur Ekse­kutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setia­wan menyoroti pernya­taan Hashim. Bagi dia, Prabowo berupaya kon­sisten peduli pada hak dasar anak.

Prabowo juga dianggap nilai paham dengan cara mewujudkan sumber daya manusia atau SDM yang unggul. Kata dia, hal itu memperlihatkan Prabowo bukan saja peduli dengan hak dasar anak.

“Namun, Pak Prabowo juga sangat paham dan sadar bahwa untuk mewu­judkan sumber daya manu­sia yang unggul itu salah satu aspek yang harus dibangun adalah aspek makanan dan gizi,” kata Iwan kepada wartawan, Minggu (2/1).

Baca Juga  Obat Antivirus Molnupiravir Diproduksi di Indonesia pada April 2022

Dia menyampaikan ma­kanan bergizi sangat ber­pengaruh terhadap produk­tivitas dan kualitas SDM.

“Kalau kualitas SDM kita bagus di semua aspek, maka kemajuan bangsa akan bisa tercapai,” ujar­nya.

Pun, dia menambahkan pemerintahan Prabowo juga memperlihatkan agen­da prioritas untuk men­capai Indonesia Emas 2045. Salah satunya pemba­ngu­nan SDM yang unggul, ber­ku­alitas, dan berdaya saing.

Menurut dia, syarat uta­ma untuk mencapai Indonesia Emas 2045 adalah pemenuhan gizi yang me­madai untuk anak sejak usia dini.

Iwan menyebut program MBG itu secara men­jadi prioritas. “Kalau dilihat dari beberapa negara ma­ju, mereka konsisten men­jalankan program sema­cam ini untuk menjaga ku­a­­litas SDM dan generasi­nya seperti Amerika Seri­kat dan negara maju lain­nya,” jelas Iwan.

Baca Juga  Seminggu Operasi Patuh Singgalang 2025, Ditlantas Polda Sumbar Tindak 6.688 Pelanggar, Tak Pakai Helm dan Melawan Arus Terbanyak

Lebih lanjut, Iwan men­jelaskan dalam peme­rinta­han Presiden sebelumnya termasuk saat PDIP jadi partai penguasa, belum ada program sangat men­dasar peduli hak dasar anak.

”Waktu itu sih ada juga, seperti pencegahan stunting dan lain lain. Namun memang tidak ada program yang secara filosofis sangat mendasar dan men­jadi concern seorang kepala negara seperti Pak Prabowo,” ujarnya. (*)