PAYAKUMBUH/50 KOTA

Peternak Madu Galo Galo Terkendala Pemasaran

1
×

Peternak Madu Galo Galo Terkendala Pemasaran

Sebarkan artikel ini
PANEN MADU— Terlihat seorang peternak madu galo galo saat memanen madu. Saat ini para petenak masih terkendala dengan pemasaran madu galo galo ini.

LIMAPULUH KOTA, METRO –Sejumlah remaja Peternak Madu Lebah Galo-Galo atau Keluluk di Jo­rong Tanjuang Ateh Nagari Taram Kecamatan Harau Kabupaten Lima­puluh Kota mengaku ter­kendala untuk memasarkan Madu Galo-Galo hasil produksi mereka. Selain kendala belum banyaknya masyarakat yang mengetahui manfaat Madu Galo-Galo, harga yang menentukan juga menjadi alasan lainnya.

Padahal, menurut peternak, madu Galo-Galo memiliki banyak manfaat. Diantaranya untuk menjaga stamina tubuh, obat demam dan lainnya. Selain itu, usaha tersebut juga memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Hal tersebut diungkapkan Gio Fernando (28) Peternak Madu Lebah Galo-Galo.

Baca Juga  1.523 Orang Pemilih Potensial di Payakumbuh Belum Rekam e-KTP

Ia berharap kedepannya, Pemerintah Daerah maupun Akademisi serta pihak-pihak terkait lainnya bisa terus melakukan pe­nelitian agar manfaat Madu Lebah Galo-Galo bisa semakin diketahui oleh masyarakat.

“Harapan kami kedepannya agar Pemerintah Daerah, Akademisi serta hal terkait lainnya bisa terus melakukan penelitian terkait manfaat Madu Lebah Galo-Galo, sehingga makin banyak diketahui masyarakat dan berdampak pada usaha Peternak Lebah Galo-Galo,” ucapnya baru-baru ini.

Lebih jauh ia menyebutkan, dengan penelitian ataupun usaha dari Pemerintah, Akademisi terkait manfaat Madu Lebah Galo-Galo, akan banyak masyarakat yang mengetahui sehingga berdam­pak pada meningkatnya usaha Peternak masya­rakat.

Baca Juga  Pemko dan DPRD Payakumbuh Setujui Perubahan APBD 2025

“Dengan banyaknya masyarakat yang mengetahui manfaat Madu Le­bah Galo-Galo, tentu akan berdampak pada peningkatan penjualan dari peternak,” tambahnya.

Selain itu, saat ini kendala yang juga dikeluhkan adalah terkait harga jual Madu Lebah Galo-Galo yang masih beragam ditingkat produsen atau peternak. “Kendala harga saat ini masih bervariasi sehingga kami juga kesulitan untuk memasarkannya,” tutupnya.

Terkait pemasaran, se­jauh ini Madu Lebah Galo-Galo yang dihasilkan baru dipasarkan melalui mulut ke mulut dan dari Instansi Pemerintah di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh. (uus)