BERITA UTAMA

Truk Bermuatan Organ Tunggal Masuk Jurang, Kernet Melompat, Sopir 10 Jam Terjepit, Evakuasi Berlangsung Dramatis

0
×

Truk Bermuatan Organ Tunggal Masuk Jurang, Kernet Melompat, Sopir 10 Jam Terjepit, Evakuasi Berlangsung Dramatis

Sebarkan artikel ini
MASUK JURANG— Tim SAR gabungan melakukan evakuasi tehadap sopir truk bermuatan organ tunggal yang masuk jurang di di Rimbo Malampah, Nagari Simpang Utara, Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman.

PASAMAN, METRO–Truk Colt Diesel yang membawa alat musik hiburan organ tunggal masuk jurang sedalam puluhan meter di Rimbo Malampah, Nagari Simpang Utara, Kecamatan Simpang Alahan Mati (Simpati), Kabupaten Pasaman, Rabu (29/1) pukul 02.00 WIB.

Tragisnya, sopir truk terjepit dalam kabin kendaraan yang ringsek dan terjebak selama 10 jam. Proses penyelamatan so­pir truk berlangsung dramatis. Korban bernama Vitra Yoga Fernanda (26) warga Pasaman Baru, Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat mengalami luka-luka.

Tim SAR gabungan pun harus berhati-hati mengeluarkan sopir yang terjepit itu. Petugas terpaksa memotong beberapa bagian ruang kemudi truk yang menjepit tubuh korban. Setelah berhasil dikeluarkan, korban diangkat ke tandu lalu dievakuasi ke rumah sakit.

Koordinator Pos SAR Pasaman Novi yurandi me­ngatakan, tim awalnya men­dapat laporan kecelakaan truk masuk jurang yang membutuhkan eva­kuasi khusus pukul 07.05 WIB. Selanjutnya empat personel dikerakan dan tiba di lokasi pukul 08.15 WIB.

“Sopir baru bisa dikeluarkan pukul 12.00 WIB. Korban diangkat pakai tandu dari jurang. Proses evakuasi korban membutuhkan waktu yang cukup lama karena posisi truk berada di dalam jurang dan korban terjepit,” ungkap Novi kepada wartawan.

Novi menuturkan, saat kejadian, Vitra Yoga bersama kernet truk bernama Putra (23), melintas di jalan raya Pasaman menuju Ko­ta Padang tersebut. Diduga karena gangguan pada kendaraan dan jalan, truk tidak terkendali sehingga masuk jurang hingga kedalaman 25 meter lebih.

“Kernetnya Putra berhasil melompat, sementara Vitra Yoga terjepit da­lam kendaraan. Saat ini, kedua korban sudah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis,” ujar dia.

Sementara Kapolsek Bonjol AKP Syafri Munir mengatakan, ada dua korban kecelakaan, yakni so­pir dan kernet.  Kernet truk bernama Putra  menyelamatkan diri namun kondisinya luka-luka.

“Proses evakuasi su­dah dilakukan. Untuk kasusnya sudah ditangani oleh Satlantas Polres Pasaman. Dengan adanya kejadian ini, kami mengimbau kepada pengendara untuk terus berhati-hati ketika berkendara,” kata dia.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pasaman, Desrianti mengatakan, kedua korban (sopir dan kernet) langsung dilarikan ke IGD RSUD Tuanku Imam Bonjol Lubuk Sikaping untuk menjalani perawatan intensif.

“Kedua korban masing-masing supir truk dan kernet yang membawa peralatan orgen tunggal. Proses evakuasi terhadap supir truk membutuhkan waktu sekitar 6 jam di kedalaman jurang sekitar 25 meter. Memakan waktu yang cukup lama karena korban terjepit disela-sela bagian truk di kedalaman jurang mencapai 20 meter. Saat proses evakuasi korban diberikan oksigen untuk menjaga pe­rnafasannya,” sebutnya.

Dia mengatakan truk pengangkut alat musik jenis orgen itu mengalami kecelakaan tunggal pada Rabu (29/1) sekitar pukul 02.00 WIB. Truk colt diesel bermuatan paket organ tunggal ini diketahui berasal dari Jambak, Kabupaten Pasaman Barat hendak mengisi acara di daerah Kecamatan Simpati.

“Namun dalam perjalanan di daerah Rimbo Malampah, mengalami ke­celakaan tunggal masuk jurang. Adapun tim yang terlibat dalam proses eva­kuasi dari Basarnas 4 orang, BPBD Pasaman 6 orang, TNI 4 orang, Polri 6 orang dan masyarakat setempat 25 orang,” jelas Desrianti.

Minta Bikin Pengaman

Merespon kecelakaan tersebut, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Barat, Khairuddin Simanjuntak meminta Dinas Perhubungan setempat membangun portal atau pengaman jalan-jalan yang rawan kecelakaan mobil masuk jurang.

“Ini ruas jalan provinsi. Sudah sering terjadi kecelakaan. Mobil masuk jurang atau kecelakaan lainnya, karena minimnya rambu dan pengaman. Pemerintah daerah harus membuat portal atau pengaman di tebing-tebing jurang. Jalan disini banyak yang membahayakan,” kata Khairuddin.

Khairuddin mengaku ikut menjadi bagian dari warga yang terdampak kecelakaan tersebut. “Saya terjebak beberapa jam di lokasi. Sekarang baru keluar (dari kemacetan),” terang Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumbar itu.

“Banyak ruas jalan di Pasaman menuju Padang yang perlu mendapat perhatikan. Selain di Malampah itu, juga di Kawasan Panti, Rao dan sebagainya,” tutupnya. (mir)